MAJALAHREFORMASI.com – Satu hal yang membuat Ketua Dewan Pembina Laskar Prabowo 08 Hashim Djojohadikusumo memberikan apresiasi khusus kepada organisasi relawan yang dipimpin Devi Taurisa. Selama mendampingi perjalanan Laskar Prabowo 08, Hashim mengaku tidak pernah menerima proposal dari organisasi tersebut yang berisi permintaan dana untuk kegiatan.
“Sejujurnya selama ini saya tidak pernah dapat proposal dari Ibu Devi. Organisasi yang di bawah Ibu Devi tidak pernah minta uang untuk kegiatan. Berarti benar-benar relawan,” ujar Hashim saat menghadiri peresmian dan syukuran Sekretariat DPN Laskar Prabowo 08 di East Tower Lantai 42, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026) siang.

Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan riuh para pengurus dan undangan yang hadir.
Bagi Hashim, kenyataan bahwa Laskar Prabowo 08 tidak pernah datang kepadanya untuk meminta pembiayaan menjadi sesuatu yang patut diapresiasi. Apalagi, menurut dia, sebagai Ketua Dewan Pembina, dirinya justru pernah menerima proposal dari organisasi lain yang disertai permintaan anggaran dalam jumlah besar.
“Sebagai perbandingan saya dapat proposal lain dari ketua umum ini, ketua umum itu, dan proposal disertai anggaran dengan angka fantastis. Tetapi dari Laskar tidak pernah,” kata Hashim.
Ia kemudian mengajak seluruh peserta memberikan apresiasi kepada Laskar Prabowo 08.
“Luar biasa, kita tepuk tangan buat Laskar,” ujarnya, yang kembali disambut tepuk tangan.
Relawan yang Tetap Berjalan Setelah Pilpres
Apa yang disampaikan Hashim tersebut tidak terlepas dari perjalanan Laskar Prabowo 08 sejak organisasi itu dibentuk.
Ketua Umum Laskar Prabowo 08 Devi Taurisa menjelaskan, pada awalnya organisasi tersebut dibentuk dengan tujuan yang sangat jelas, yakni memenangkan Prabowo Subianto sebagai Presiden Republik Indonesia.
Para relawan ketika itu bekerja memperkuat kantong-kantong suara untuk Prabowo sekaligus mencari wilayah yang belum memiliki basis dukungan.

“Saat itu apa yang kami lakukan? Yang kami lakukan adalah menguatkan kantong-kantong untuk memilih Prabowo dan mencari kantong-kantong yang belum ada kantong suaranya,” ujar Devi.
Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Prabowo memenangkan Pilpres, sementara Laskar Prabowo 08 ketika itu telah hadir di 15 DPD provinsi.
Namun, setelah Pemilu berakhir, organisasi tidak ikut berhenti.
Devi mengatakan Laskar Prabowo 08 tercatat di Kementerian Hukum dan HAM pada 20 Februari 2025 dan dilantik oleh Hashim Djojohadikusomo pada Maret 2025. Saat itu, Laskar telah hadir di 22 provinsi.
Kini, organisasi tersebut telah berkembang hingga 33 provinsi dan 135 kabupaten/kota.
Menurut Devi, keberadaan Laskar setelah Pilpres bukan untuk mencari keuntungan dari perjuangan yang telah dilakukan.
Ia justru menekankan pentingnya menjaga integritas organisasi.
Devi menyinggung adanya pihak-pihak yang mengaku pernah berjuang untuk Prabowo, kemudian datang dengan berbagai permintaan.
“Begitu banyak orang yang menyatakan kami dulu berjuang untuk Pak Prabowo, mau kami minta A, B, C dan D. Tetapi apakah di kami ada, Pak? Dan bagaimana kami menyaringnya?” katanya.
Untuk memperkuat penataan organisasi, Laskar Prabowo 08 mulai menerbitkan Kartu Tanda Anggota (KTA) sejak Juli 2025.
Devi juga menegaskan bahwa anggota Laskar tidak boleh merongrong pemerintahan Prabowo. Jika ada kesempatan untuk berkontribusi di lingkungan pemerintahan atau lembaga, hal itu diharapkan menjadi bentuk partisipasi, bukan tuntutan atas perjuangan masa lalu.
Menjaga Relawan Tetap Tanpa Pamrih
Sekretaris Jenderal Laskar Prabowo 08 Nurhadi mengatakan semangat tanpa pamrih menjadi salah satu nilai yang ingin terus dipertahankan.
“Ketika kita bergabung dengan Laskar, semangatnya seperti Bapak Prabowo, tanpa pamrih,” kata Nurhadi.
Menurut dia, berbagai aktivitas Laskar selama ini merupakan hasil kolaborasi banyak pihak yang ikut berjuang membangun organisasi.
Laskar Prabowo 08, kata Nurhadi, juga telah membentuk bantuan hukum untuk memberikan dukungan kepada masyarakat dan anggota organisasi.
“Kami menyadari bahwa apa yang kami lakukan masih jauh dari sempurna. Tetapi kami yakin jika dilakukan bersama akan menjadi kekuatan besar bagi rakyat yang kita cintai,” ujarnya.
Dalam acara tersebut, Devi juga memberikan penghargaan kepada tiga DPD yang dinilai aktif, yakni DPD Aceh, DPD Bali, dan DPD Jawa Barat. Penghargaan itu menjadi bagian dari apresiasi terhadap pengurus daerah yang tetap bergerak menjaga aktivitas organisasi.
Namun, bagi Laskar Prabowo 08, penghargaan tersebut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan organisasi.
Ada nilai yang justru lebih sederhana: tetap bekerja tanpa menjadikan perjuangan politik sebagai alasan untuk meminta imbalan.
Hashim Ingatkan Dukungan Harus Berbuah Kerja
Hashim sendiri berharap semangat tersebut tetap dipertahankan. Menurutnya, perjuangan relawan tidak seharusnya berhenti ketika kontestasi politik telah selesai.
Ia mengatakan kehadirannya dalam acara tersebut memiliki makna tersendiri karena dilakukan di tengah kesibukan pada hari kerja.
“Ini hari kerja, bisa kegiatan lain. Memutuskan hadir di acara seperti ini luar biasa dan bagi saya ini punya makna tersendiri,” ujar Hashim.
Ia berharap Laskar Prabowo 08 terus mendukung gagasan-gagasan yang dibawa pemerintahan Prabowo-Gibran.
Hashim kemudian bercerita mengenai sejumlah gagasan Prabowo yang menurutnya telah dibicarakan jauh sebelum Prabowo menjadi Presiden, salah satunya mengenai persoalan kesehatan dan gizi anak Indonesia yang kini antara lain diwujudkan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia mengingat pertemuannya dengan Prabowo pada 2006. Kala itu, menurut Hashim, Prabowo telah berbicara tentang pentingnya memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat jika Indonesia ingin menjadi negara maju.
Hashim juga menyinggung persoalan pengawasan dalam pelaksanaan MBG. Menurutnya, kritik terhadap program pemerintah merupakan hal yang wajar selama kritik tersebut membangun dan tidak didasarkan pada fitnah maupun hoaks.
“MBG saat ini banyak yang menyorot, tidak apa-apa, asalkan membangun, bukan berdasarkan fitnah atau hoaks,” katanya.
Pada akhirnya, pesan Hashim di hadapan pengurus Laskar Prabowo 08 kembali bermuara pada satu hal: relawan tidak harus selalu datang dengan proposal untuk membuktikan perjuangannya.
Justru ketika organisasi mampu bergerak dengan kekuatan sendiri, menjaga integritas dan tidak menjadikan perjuangan politik sebagai alat untuk meminta imbalan, kata “relawan” mendapatkan maknanya.
Dan bagi Hashim, Laskar Prabowo 08 telah menunjukkan hal tersebut dengan cara yang sederhana: tidak pernah mengirim proposal kepadanya dan tidak pernah meminta uang untuk kegiatan organisasi.***













