MAJALAHREFORMASI.com – Ketua Umum Laskar Prabowo 08, Devi Taurisa, menyampaikan ucapan selamat kepada Nanik S Deyang atas penunjukannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, menggantikan Dadan Hindayana.
Dia menilai pergantian kepemimpinan di tubuh BGN menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola kelembagaan sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program-program strategis pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Selamat kepada Ibu Nanik S Deyang yang telah ditunjuk Presiden Prabowo sebagai Kepala BGN. Kami berharap kehadiran beliau membawa energi dan semangat baru dalam menjalankan amanah besar yang diemban lembaga ini,” ujar Devi kepada wartawan.
Menurutnya, BGN memegang peran strategis sebagai ujung tombak pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak Indonesia. Karena itu, kepemimpinan yang kuat, profesional, dan berintegritas menjadi faktor penting agar setiap program berjalan efektif dan tepat sasaran.
Devi optimistis di bawah kepemimpinan Nanik S Deyang, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis akan semakin baik, baik dari sisi tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan kepemimpinan yang baru, kami optimistis pelaksanaan MBG akan semakin baik dari sisi tata kelola, lebih profesional, transparan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Devi menilai pergantian pimpinan BGN merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat institusi agar semakin adaptif menghadapi berbagai tantangan di lapangan serta mampu menjalankan program secara lebih akuntabel dan berorientasi pada hasil.
“Perombakan pimpinan BGN adalah langkah yang tepat untuk memperkuat lembaga ini ke depan, sehingga dapat bekerja lebih profesional, transparan, dan semakin dipercaya oleh masyarakat,” tambahnya.
Devi juga menyoroti besarnya dampak Program Makan Bergizi Gratis yang terus berkembang melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah. Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi berbasis ekosistem pangan lokal.
Ia menjelaskan, berbagai kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, daging, ikan, hingga sayuran diserap langsung dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM setempat. Pola ini menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis produksi lokal.
Karena itu, Devi berharap BGN mampu memperkuat sinergi antara peningkatan kualitas gizi masyarakat dan pemberdayaan ekonomi rakyat sehingga manfaat program dapat dirasakan lebih luas.
Sebelumnya, Nanik S Deyang ditunjuk sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian kepemimpinan tersebut menjadi perhatian publik karena BGN memegang peran strategis dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain itu, pergantian ini berlangsung di tengah proses hukum yang tengah ditangani Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi yang menyeret mantan Kepala BGN. (*)






