Choky Tobing Ajak Umat Temukan Harapan di Tengah Dunia yang Tak Menentu

MAJALAHREFORMASI.com — Di tengah derasnya arus berita tentang konflik, krisis ekonomi, dan ketidakpastian global, perayaan Paskah 2026 hadir membawa pesan yang berbeda: harapan yang tidak padam.

Hal itu disampaikan Choky saat ditemui di kediamannya di kawasan Serpong, Tangerang. Baginya, Paskah bukan sekadar perayaan keagamaan umat Kristiani, melainkan momentum universal yang berbicara tentang harapan dan keselamatan bagi seluruh umat manusia.

“Paskah adalah perayaan kebangkitan Yesus Kristus yang membawa harapan dan keselamatan, bukan hanya bagi orang Kristen, tetapi bagi semua,” ujarnya

Seperti diketahui, Choky bukan sosok baru dalam dunia pelayanan. Ia dikenal sebagai evangelist yang aktif memberitakan Firman Tuhan di berbagai gereja lintas denominasi, baik di kota besar maupun daerah.

Namun perjalanan hidupnya tidak selalu berada di jalur pelayanan. Ia pernah meniti karier sebagai eksekutif dan menduduki posisi strategis sebagai direksi di sejumlah perusahaan besar, baik di dalam maupun luar negeri.

Pengalaman panjang di dunia profesional itu, menurutnya, justru memperkaya cara pandangnya dalam melihat kehidupan terutama ketika berhadapan dengan realitas dunia yang penuh dinamika.

Di tengah situasi global yang penuh tantangan mulai dari konflik hingga kondisi ekonomi yang tidak menentu Choky menilai pesan Paskah menjadi semakin relevan. Ia mengingatkan bahwa kasih, pengampunan, dan perlindungan Tuhan sering kali tidak disadari dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, banyak orang masih hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran karena dikuasai oleh keinginan daging, yang pada akhirnya membuka celah bagi berbagai pengaruh negatif dan menutup mata rohani.

“Akibatnya kita lupa bahwa sebenarnya kita adalah anak-anak Tuhan dan anggota Kerajaan Surga,” katanya.

Kebangkitan sebagai Kemenangan

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kebangkitan Yesus Kristus adalah bukti nyata bahwa Tuhan berkuasa atas maut dan dosa. Kematian di kayu salib, menurutnya, bukanlah kekalahan, melainkan kemenangan atas kutuk, ketakutan, kekhawatiran, dan kegelisahan manusia.

“Kebangkitan itu memberi kita harapan yang pasti akan kehidupan kekal, sekaligus kekuatan untuk menghadapi kesulitan hidup,” ujarnya.

Keyakinan tersebut menjadi dasar bagi setiap orang percaya untuk tetap teguh di tengah berbagai tekanan hidup yang kian kompleks.

Memaafkan dan Mengasihi

Dalam kehidupan modern yang sering kali diwarnai perpecahan, Choky menegaskan pentingnya nilai saling memaafkan sebagai bagian tak terpisahkan dari pesan Paskah.

Ia mengingatkan bahwa Yesus telah memberikan teladan dengan mengampuni, dan manusia dipanggil untuk melakukan hal yang sama.

“Kita dipanggil untuk memaafkan orang lain seperti Yesus memaafkan kita,” ujarnya.

Lebih dari itu, ia menekankan bahwa kasih bukan sekadar ajaran, melainkan perintah yang harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Menghidupi Nilai Paskah

Bagi Choky, pesan Paskah tidak berhenti pada perayaan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Hal-hal sederhana seperti hidup dalam kasih, pengampunan, dan kebenaran menjadi bentuk konkret dari iman yang hidup.

Ia mengajak setiap orang untuk hidup di dalam Kristus dan memuliakan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan, serta membangun karakter yang serupa dengan Yesus.

“Hidup kita harus berbuah dan menghasilkan dampak yang nyata,” katanya.

Perspektif di Tengah Berita Negatif

Di tengah dominasi berita negatif, Paskah menghadirkan sudut pandang yang berbeda. Choky menilai, kebangkitan Kristus mengingatkan bahwa kasih dan kuasa Tuhan jauh lebih besar daripada segala kesulitan.

“Paskah membawa harapan dan kekuatan untuk menghadapi tantangan hidup,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa manusia tidak perlu hidup dalam ketakutan, karena Tuhan telah memberikan damai sejahtera bagi umat-Nya.

“Kita tidak perlu takut atau khawatir. Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia,” tambahnya.

Pesan Paskah: Jangan Takut

Di akhir refleksinya, Choky menyampaikan pesan sederhana namun kuat: tidak ada alasan untuk hidup dalam ketakutan, bahkan menghadapi kematian sekalipun.

“Kita tidak perlu khawatir akan kondisi akhir zaman, karena Tuhan telah terlebih dahulu menang atas kematian dan memberikan kehidupan kekal bagi kita,” ujarnya.

Sosok yang masih menjabat sebagai Dewan Komisaris, aktif dalam kepengurusan asosiasi manajemen eksekutif, serta dipercaya sebagai Ketua Rukun Tetangga ini berharap, melalui momentum Paskah, semakin banyak orang dapat mengenal kasih Tuhan dan memahami kebenaran yang membawa kemerdekaan sejati.

“Rancangan Tuhan tidak pernah gagal dalam hidup setiap orang percaya,” tutupnya. (*)