MAJALAHREFORMASI.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) V Badan Musyawarah Antar Gereja Nasional (BAMAGNAS) resmi digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 28–30 Juli, sebagai forum konsolidasi nasional untuk mengevaluasi program kerja organisasi, memperkuat kelembagaan, serta menyusun agenda strategis satu tahun ke depan.
Kegiatan ini diikuti 120 pengurus yang merupakan utusan dari 38 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) BAMAGNAS dari seluruh Indonesia.
Rangkaian Rakernas dilaksanakan di salah satu convention center di Makassar, sementara agenda persidangan berlangsung di Hotel Traveller VIKISI yang berada di kawasan Pantai Losari. Lokasi yang strategis dengan fasilitas yang memadai mendapat apresiasi dari para peserta karena dinilai memberikan kenyamanan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Ketua Umum BAMAGNAS, Japarlin Marbun, mengatakan Rakernas ke- V berjalan sesuai harapan dan menjadi momentum penting untuk memperkuat organisasi yang kini telah berkembang hingga memiliki kepengurusan di berbagai daerah.
“Rakernas ini berjalan sangat baik. Selain menjadi forum evaluasi terhadap program yang telah kami laksanakan, Rakernas juga menjadi momentum untuk memperkuat organisasi, termasuk memperkuat kaderisasi karena BAMAGNAS kini telah memiliki kepengurusan hingga tingkat DPC di sejumlah daerah,” ujar Japarlin.
Semula, Rakernas dijadwalkan dihadiri Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama. Namun karena berhalangan hadir, Menteri Dalam Negeri mengutus Anwar Harun Damanik untuk mewakili memberikan sambutan.
Menurut Japarlin, kehadiran Anwar Harun Damanik sangat berarti karena memiliki pengalaman sebagai mantan Sekretaris Daerah Papua sehingga memahami karakteristik daerah serta dinamika kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah dengan mayoritas umat Kristen.
“Karena organisasi kami membawa nama gereja, tentu kami berharap Bapak Menteri dapat hadir langsung. Namun beliau berhalangan sehingga mengutus Bapak Anwar Harun Damanik. Beliau sangat memahami persoalan daerah dan peluang pengembangan organisasi kemasyarakatan, khususnya di lingkungan umat Kristen,” katanya.
Dalam Rakernas tersebut, BAMAGNAS juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja hasil Rakernas sebelumnya yang diselenggarakan di Singapura dan Malaysia. Dari hasil evaluasi, organisasi menilai berbagai target yang telah ditetapkan berhasil direalisasikan dengan cukup baik.
Salah satu capaian yang menjadi perhatian adalah bertambahnya kepengurusan di berbagai daerah melalui pelantikan DPW baru. Dalam beberapa bulan terakhir, BAMAGNAS melantik DPW Kalimantan Selatan di Kantor Gubernur Kalimantan Selatan yang seluruh penyelenggaraannya difasilitasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Pelantikan serupa juga dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berlangsung di Kantor Gubernur DIY dengan dukungan penuh Pemerintah Daerah DIY, serta pelantikan DPW Banten di Kantor Gubernur Banten yang juga difasilitasi oleh pemerintah provinsi setempat.
Selain itu, BAMAGNAS juga mendapat kesempatan mengikuti Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VIII DPR RI sebagai perwakilan yang menyampaikan aspirasi umat Kristen.
Menurut Japarlin, Rakernas kali ini menghasilkan sejumlah program prioritas untuk satu tahun ke depan. Fokus utama tetap diarahkan pada penguatan organisasi melalui kaderisasi, memperluas kepengurusan hingga daerah, serta meningkatkan kemitraan dengan pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan lainnya dalam rangka memperkuat kerukunan antarumat beragama.
Yang menarik, BAMAGNAS juga menetapkan rencana penyelenggaraan Rakernas berikutnya di Bangkok, Thailand. Menurut Japarlin, keputusan tersebut diharapkan mampu meningkatkan semangat para pengurus dari seluruh Indonesia untuk terus membangun organisasi.
Meski demikian, ia menegaskan BAMAGNAS tetap berpegang pada prinsip kemandirian organisasi.
“Prinsip kami sejak Rakernas pertama adalah dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Semua peserta datang menggunakan biaya sendiri, baik transportasi maupun biaya pendaftaran. Kami ingin membangun organisasi yang mandiri, bukan organisasi yang bergantung pada pihak lain,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai sikap politik BAMAGNAS menjelang Pemilu, Japarlin menegaskan organisasi tetap konsisten menjalankan visi dan misinya sebagai wadah yang menangkap dan memperjuangkan aspirasi umat Kristen kepada pemerintah, DPR, DPRD maupun lembaga negara lainnya, bukan sebagai organisasi politik praktis.
Menurutnya, berbagai aspirasi tersebut telah disampaikan dalam forum resmi, termasuk dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VIII DPR RI yang kini sedang menindaklanjuti sejumlah usulan melalui pembentukan kelompok kerja (Pokja).
Selama ini, kata Japarlin, BAMAGNAS terus memperjuangkan penyempurnaan kebijakan terkait SKB Dua Menteri yang telah diperjuangkan sejak era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Bahkan organisasi tersebut pernah menggelar aksi long march dari Bundaran HI menuju Monumen Nasional (Monas) sebagai bentuk penyampaian aspirasi. Perjuangan yang sama juga telah disampaikan kepada mantan Presiden Joko Widodo.
Bukan hanya iitu, BAMAGNAS juga mendorong pemerintah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan Sekolah Tinggi Teologi (STT) yang dinilai menghadapi persoalan minimnya jumlah profesor. Saat ini terdapat lebih dari 250 STT di Indonesia yang masing-masing membutuhkan sedikitnya dua profesor.
Karena itu, BAMAGNAS mengusulkan agar pemerintah menambah kuota profesor teologi hingga sedikitnya 1.000 orang sehingga kebutuhan tenaga akademik dapat terpenuhi dan keberlangsungan pendidikan tinggi teologi tetap terjaga.
Organisasi tersebut juga meminta peningkatan anggaran Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen yang dinilai masih belum proporsional dibandingkan dengan anggaran bimbingan masyarakat agama lainnya.
Selain peningkatan anggaran, BAMAGNAS mengusulkan pembentukan Direktorat Pendidikan Kristen di lingkungan Kementerian Agama. Bahkan, organisasi tersebut juga mengusulkan penambahan jabatan Wakil Menteri yang mewakili seluruh agama agar keputusan-keputusan strategis di kementerian memiliki legal standing yang semakin kuat.
Rakernas V BAMAGNAS secara resmi ditutup oleh Wali Kota Makassar
Usai seluruh agenda persidangan selesai, para pengurus tidak langsung kembali ke daerah masing-masing. BAMAGNAS menggelar pertandingan bulu tangkis persahabatan yang diikuti khusus oleh para pengurus dengan hadiah berupa piala dan uang tunai bagi para pemenang.
Kebersamaan itu kemudian dilanjutkan dengan menikmati suasana Pantai Losari. Bagi sebagian peserta, kunjungan tersebut menjadi kesempatan pertama menikmati ikon Kota Makassar sekaligus mempererat hubungan antarpengurus dari berbagai provinsi.
Di balik pembahasan berbagai agenda strategis organisasi, Rakernas V BAMAGNAS juga meninggalkan pesan tentang pentingnya membangun persaudaraan, kebersamaan, dan semangat gotong royong. Nilai-nilai itulah yang diharapkan menjadi bekal bagi seluruh pengurus dalam menjalankan program organisasi serta memperjuangkan aspirasi umat Kristen di berbagai daerah di Indonesia.***
Potret Rakernas 5 Makassar:













