Frans Ansanay Terpilih secara Aklamasi Sebagai Ketum Bara JP Periode 2025-2030

MAJALAHREFORMASI.com – Willem Frans Ansanay terpilih menjadi Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), yang diputuskan dalam Kongres Luar Biasa pada Kamis (19/6) di padepokan Pencak Silat Taman Mini, Jakarta Timur secara aklamasi.

“Ya, seluruh DPD Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), termasuk organ sayapnya baik di dalam maupun luar negeri, telah memilih saya sebagai Ketua Umum Bara JP untuk periode 2025 hingga 2030,” imbuhnya kepada awak media.

Frans menegaskan bahwa penyelenggaraan Kongres Luar Biasa ini bukan disebabkan oleh adanya kekurangan pada kepemimpinan ketua umum sebelumnya.

Sebaliknya, hal ini dilatarbelakangi oleh kepercayaan yang diberikan kepada Uche untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar ke depannya.

Oleh karena itu, untuk mencegah Bara JP mengalami stagnasi atau bahkan kemunduran, diperlukan penyelenggaraan Kongres Luar Biasa.

Saat ditanya terkait sikap politik bara JP, Frans mengatakan komitmennya akan mengkawal Pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.

Alasannya, satu periode dinilai terlalu singkat untuk merealisasikan visi besar dan program strategis nasional. Sebab, apabila pemerintahan ini terus-menerus diganggu oleh pihak-pihak yang tidak sejalan dengan kebijakan yang dijalankan, hal tersebut berpotensi menghambat pelaksanaan program pembangunan nasional secara menyeluruh.

Frans juga menambahkan jika pihaknya telah berjibaku dan bekerja keras di bawah arahan Presiden Jokowi, tidak hanya dalam kerja-kerja nasional, tetapi juga dalam memenangkan Prabowo sebagai penerus kepemimpinan bangsa.

Karena itu, sangat jelas bahwa Bara JP mendukung sepenuhnya, dan akan terus mendukung, pasangan Prabowo-Gibran untuk memimpin selama dua periode.

Dukungan ini, ujarnya, bukan semata soal keberlanjutan kekuasaan, tetapi demi menyiapkan landasan yang kokoh menuju Indonesia Emas 2045. Frans percaya, kepemimpinan Prabowo-Gibran adalah jembatan penting untuk melanjutkan fondasi besar yang telah diletakkan oleh Presiden Jokowi sebuah warisan kepemimpinan yang visioner, yang kami harapkan dapat diteruskan kepada generasi penerus bangsa untuk kejayaan Indonesia di masa depan.

Dalam kesempatan itu, Frans juga merespons berbagai isu miring yang dialamatkan kepada Jokowi. Ia menegaskan bahwa Bara JP akan berdiri di garda terdepan untuk melawan segala bentuk framing negatif yang ditujukan kepada Jokowi.

Pihaknya menekankan pentingnya menjaga ruang publik dari kepentingan pribadi yang sempit. Ia mengimbau agar masalah-masalah personal tidak dibawa ke ranah yang lebih luas dan merusak tatanan demokrasi. Presiden Jokowi telah meletakkan fondasi yang kuat dalam membangun bangsa ini ke depan.

Jasanya bagi Indonesia tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena itu, kita seharusnya tidak membentuk diri menjadi individu yang terbiasa mem-framing sosok pemimpin secara negatif hanya demi kepentingan tertentu.

Selanjutnya, terkait wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran, Bara JP dengan tegas menyatakan sikap yang sama: menolak gerakan tersebut. Sebab, presiden dan wakil presiden adalah satu kesatuan yang dipilih secara sah oleh rakyat dalam satu paket, sehingga upaya pemakzulan terhadap salah satu di antaranya tanpa dasar yang kuat adalah bentuk pengingkaran terhadap proses demokrasi itu sendiri.

“Jadi, tidak perlu lagi ada wacana pemakzulan. Mari kita beri kepercayaan kepada anak muda yang telah didaulat oleh Prabowo untuk dipersiapkan baik secara otodidak maupun melalui pengetahuan dan kemampuan yang dimilikinya agar siap menjadi seorang negarawan,” tegasnya.

“Jangan hanya melihat seseorang dari sisi negatif, karena pada dasarnya semua pejabat di negeri ini memiliki sisi positif dan negatif masing-masing,” katanya menambahkan.

Seperti diketahui, Relawan Bara JP memiliki peran penting dalam dua periode pemerintahan Presiden Jokowi, dengan fokus membangun jaringan dan basis dukungan masyarakat di luar jalur partai politik. Organisasi ini mengalami tiga fase kepemimpinan: pasca Kongres I tahun 2014, Kongres II tahun 2019, dan Kongres Luar Biasa tahun 2021 setelah wafatnya Ketua Umum Victor Sirait.

Dalam KLB tersebut, Utje Gustavi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum. Bara JP sempat mempertimbangkan Kongres pada 2025, namun diputuskan untuk menambah satu tahun masa bakti guna menyelaraskan kontribusi relawan terhadap 100 hari dan satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. ××××

Tinggalkan Balasan