Miss Culture Global Indonesia 2025 Siap Digelar di Bali: Panggung Kemegahan Budaya, Kecantikan, dan Perempuan Inspiratif!

MAJALAHREFORMASI.com – Angin semilir Pantai Kuta membawa kabar hangat bagi para pencinta budaya dan ajang kecantikan di Tanah Air. Miss Culture Global Indonesia 2025 resmi membuka audisinya sejak 28 Januari dan akan berlangsung hingga 20 Juni 2025 mendatang—sebuah langkah awal menuju panggung megah grand final yang akan digelar pada 9 hingga 11 Juli 2025 di Melasti Kuta Bungalows and Spa, Kuta, Bali.

Setelah sukses menggelar sesi pertama di akhir bulan Juni lalu, kini Miss Culture Global Indonesia memasuki sesi kedua seleksi.

Menurut Dina Santoso, S.Sos, pemegang lisensi resmi Miss Culture Global Indonesia sekaligus pendiri Nin’e Production, dalam sebuah wawancara eksklusif, ajang ini bukan sekadar kontes kecantikan biasa. Miss Culture Global Indonesia, ujarnya, dirancang sebagai wadah pencarian perempuan yang tidak hanya cerdas dan berbakat, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian terhadap budaya, sehingga mampu menjadi duta budaya yang membanggakan bukan sekadar model di atas catwalk.

“Ajang ini mengutamakan wanita yang smart dan memiliki bakat di bidang budaya. Bukan hanya cantik secara visual, tetapi juga memiliki kecintaan dan pemahaman terhadap warisan budaya bangsanya,” ujar Dina penuh semangat.

Yang menjadikan Miss Culture Global Indonesia 2025 begitu istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya adalah meningkatnya jumlah peserta muda yang tertarik untuk menunjukkan kualitas mereka. Tak hanya dalam penampilan, tapi juga dalam intelektual, keterampilan berbicara, serta kemampuan mengangkat nilai-nilai budaya daerah mereka ke level nasional bahkan internasional.

Masih kata Dina, tahun ini juga menjadi momentum penting bagi kategori remaja. Pemenangnya akan mewakili Indonesia ke kancah dunia dalam ajang grand final internasional yang akan digelar pada Oktober hingga November 2025 di Libya, Afrika Utara.

Seleksi Ketat dan Bernilai Edukasi
Penjurian dalam Miss Culture Global Indonesia mencakup berbagai aspek menyeluruh. Mulai dari sikap (attitude), kedisiplinan, keaktifan, bakat seni dan budaya, kemampuan catwalk, public speaking, hingga tes IQ dalam sesi tanya jawab di panggung Grand Final. Dengan sistem ini, ajang ini ingin menegaskan bahwa kecantikan bukan hanya soal rupa, tapi tentang karakter dan kemampuan.

“Sekarang ini begitu banyak event pageant. Harapan saya, orang tua lebih selektif dalam mendaftarkan putrinya. Pilih yang benar-benar membawa nilai pendidikan dan karakter, bukan hanya pamer baju glamour,” kata Dina, memberi pesan mendalam kepada masyarakat.

Miss Culture Global Indonesia diselenggarakan setiap tahun dan membuka peluang untuk digelar di berbagai kota di Indonesia. Tujuan utamanya adalah mengangkat, memperkenalkan, serta mempromosikan keunikan budaya lokal di setiap daerah, sekaligus menjadikannya bagian dari identitas bangsa yang patut dibanggakan di kancah internasional.

Melalui panggung ini, Dina berharap lebih banyak generasi muda Indonesia tumbuh dengan kepedulian terhadap budaya lokal. Ia percaya bahwa budaya Indonesia begitu indah, kaya, dan beragam, namun seringkali kurang mendapatkan panggung di kalangan generasi muda.

“Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikannya?” tutup Dina dengan senyum optimis.

Seperti diketahui, Miss Culture Global Indonesia merupakan bagian dari ajang kecantikan internasional yang berafiliasi langsung dengan Miss Culture Global yang berpusat di Johannesburg, Afrika Selatan. (David)

Tinggalkan Balasan