Rayakan Usia 55 Tahun, Rotary Club Jakarta Tegaskan Peran Kemanusiaan dan Regenerasi Anak Muda

MAJALAHREFORMASI.com – Rotary Club Jakarta menandai perjalanan panjang pengabdiannya dengan menggelar “55th Club Anniversary & Christmas Dinner” yang berlangsung meriah pada Sabtu (20/12/2025) di Monas Room, Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta.

Acara ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi juga menjadi refleksi kiprah kemanusiaan sekaligus penegasan arah masa depan organisasi yang telah berdiri lebih dari setengah abad tersebut.

Presiden Rotary Club Jakarta, Andri Gustriandi, menegaskan bahwa momentum usia ke-55 menjadi titik penting untuk memperkuat regenerasi dan dampak sosial.

Menurutnya, tantangan ke depan adalah bagaimana Rotary semakin dikenal dan relevan bagi generasi muda Jakarta.

“Harapan terbesar saya adalah ke next generation. Banyak anak muda Jakarta yang belum benar-benar mengenal Rotary Club itu seperti apa. Jadi yang pertama adalah meningkatkan awareness tentang Rotary Club Jakarta,” ujar Andri dalam sambutannya.

Ia menambahkan, fokus berikutnya adalah memastikan setiap proyek kemanusiaan yang dijalankan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tak kalah penting, kolaborasi dengan komunitas lain, yayasan, dan media juga menjadi kunci agar gerakan sosial Rotary semakin berkembang.

Rotary sebagai “Rumah Kedua”

Bagi Andri, Rotary bukan sekadar organisasi, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya. Ia bergabung sejak 2010, saat masih menjadi anggota Rotaract, wadah anak muda di bawah naungan Rotary.

“Rotary itu bagi saya seperti rumah kedua. Di sini saya bertemu orang-orang dengan nilai yang sama, people of action. Bukan cuma menyumbang, tapi benar-benar turun langsung, bertanya, bahkan meriset kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Kenangan yang paling membekas baginya adalah saat terlibat dalam kegiatan sosial bersama anak-anak yang tinggal di bawah jembatan. Saat itu, mereka memberikan edukasi sederhana tentang cara menyikat gigi.

“Tiba-tiba ada anak kecil menghampiri dan mengucapkan terima kasih karena mereka belum pernah sikat gigi sebelumnya. Kebahagiaan seperti itu tidak bisa dibeli,” katanya.

Menurut Andri, memberi justru menjadi sumber kebahagiaan bagi diri sendiri. Bahkan doa tulus dari mereka yang dibantu menjadi pengalaman spiritual yang tak terlupakan. “Saya percaya doa mereka tembus ke langit,” ucapnya.

Ia juga menekankan keunikan Rotary yang bebas dari sekat agama, politik, dan status sosial. “Hal seperti ini jarang terjadi, kecuali di Rotary,” tambahnya.

Apresiasi dan Harapan dari Para Tamu

Salah satu tamu, Vivi, mengaku terkesan dengan suasana kebersamaan yang terjalin erat di Rotary Club Jakarta. Menurutnya, di usia ke-55, semangat para anggota justru semakin besar untuk membawa Rotary ke level berikutnya.

“Mereka seperti saudara, saling terhubung dari hati. Nilai kemanusiaannya terasa sekali. Kalau semakin banyak yang terlibat, dampaknya pasti luar biasa bagi Indonesia,” ujarnya seraya berharap pemanfaatan media sosial dapat lebih dimaksimalkan.

Sementara itu, Roziana Wiguna, Past District Governor Rotary Indonesia periode 2020–2021, menyoroti peran besar Rotary dalam skala global, terutama dalam gerakan eradikasi polio.

“Rotary adalah motor utama eradikasi polio sejak 1984, bekerja sama dengan WHO dan UNICEF. Indonesia sendiri sudah bebas polio sejak 2014. Saat ini tinggal dua negara di dunia, Pakistan dan Afghanistan,” jelas Roziana.

Ia juga menegaskan kontribusi nyata Rotary Club Jakarta di tingkat lokal, mulai dari bazar sosial, bantuan pendidikan, gerakan Ayo Cegah Stunting, dukungan bagi Rumah Harapan, hingga pelatihan dan pendampingan UMKM.

Seluruh program tersebut selaras dengan tujuh Area Fokus Rotary, termasuk:

  • Pembangunan Perdamaian dan Pencegahan/Penyelesaian Konflik (Peacebuilding and Conflict Prevention/Resolution)
  •  Pencegahan dan Pengobatan Penyakit (Disease Prevention and Treatment): Melawan penyakit seperti polio, HIV/AIDS, malaria, dan meningkatkan akses layanan kesehatan.
  • Air Bersih, Sanitasi, dan Kebersihan (Water, Sanitation, and Hygiene – WASH)
  • Kesehatan Ibu dan Anak (Maternal and Child Health)
  • Pendidikan Dasar dan Literasi (Basic Education and Literacy)
  • Pengembangan Ekonomi dan Komunitas (Community Economic Development)
  • Mendukung Lingkungan Hidup (Supporting the Environment)

Regenerasi Anak Muda Jadi Kekuatan

Sementara itu, Tatik Nurhalizah, District Rotaract Representative (DRR) RID 3410 dari Rotaract Semanggi Jakarta memuji kepemimpinan Andri Gustriandi yang dinilai aktif dan inklusif.

“Kak Andri sangat aktif membuat event dan bisa merangkul siapa saja. Beliau juga alumni Rotaract, jadi benar-benar paham pentingnya peran anak muda,” kata Tatik.

Ia mengungkapkan bahwa Andri menjadi salah satu sosok yang mensponsori dirinya untuk mengikuti Rotaract Essence di Singapura pada Mei 2025.

Menurutnya, Rotary Club Jakarta menjadi contoh dalam mendukung generasi muda, terlebih karena memiliki Rotaract Semanggi Jakarta, Rotract tertua di Indonesia.

Meriah dan Penuh Kebersamaan

Selain sarat makna, perayaan ulang tahun ke-55 ini juga berlangsung hangat dan meriah. Para anggota dan tamu menikmati kebersamaan lewat makan malam, bernyanyi bersama, serta pembagian doorprize yang didukung oleh Aryaduta Menteng Jakarta dan Aryaduta Country Club Karawaci – Aryaduta Lippo Village.

Menutup acara, ucapan selamat ulang tahun dan Natal pun mengalir. “Happy anniversary Rotary Club Jakarta. Semoga semakin banyak proyek kemanusiaan, anggota Rotary dan Rotaract yang bertambah, serta terus menjadi sumber kebaikan bagi masyarakat,” demikian doa yang menggema malam itu.

Mengenang PDG Willy Widjaja Wiguna

Acara ini juga diselenggarakan untuk mengenang PDG (Past District Governor) Willy Widjaja Wiguna, salah satu Charter Member Rotary Club of Jakarta, yang telah berpulang pada bulan Agustus lalu. PDG Willy Widjaja Wiguna tercatat sebagai Charter Member Rotary Club of Jakarta sejak 1 Februari 1972, yang pada saat itu berada di bawah District 3400.

Seperti yang kita ketahui bersama, PDG Willy dikenal banyak kalangan sebagai pemimpin yang sangat rendah hati dan penuh inspirasi. Beliau merupakan teladan sejati seorang Rotarian yang berdedikasi, yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk menjunjung tinggi panji Rotary International di Indonesia.

Di usia 55 tahun, Rotary Club Jakarta menegaskan satu pesan: kepedulian, aksi nyata, dan kebersamaan lintas generasi akan selalu menjadi denyut nadi pengabdian mereka. (*)