Nana Sarinah Menyambut Tahun Baru dengan Hati Penuh Syukur Ungkap Pembelajaran Berharga Sepanjang 2025

MAJALAHREFORMASI.com – Menjelang pergantian tahun, nama Nana Sarinah kembali mencuri perhatian publik. Di balik pesatnya perkembangan Kipina Indonesia, jaringan pendidikan internasional yang kini hadir di berbagai penjuru Nusantara, peran sentral sebenarnya berada pada sang suami, Sudino Lim. Nana turut mendampingi, namun keberhasilan Kipina banyak ditopang oleh kerja dan kepemimpinan Sudino.

Di luar perannya mendukung bisnis keluarga, Nana juga aktif sebagai pengurus DPP IWAPI. Di tengah kesibukan yang padat, ia tetap meluangkan waktu untuk berbagi cerita tentang perjalanan sepanjang tahun sebuah rangkaian pengalaman penuh warna, tantangan, dan makna.

Pelajaran Hidup yang Menguatkan

Bagi Nana, 2025 bukan sekadar tahun yang padat agenda, tetapi masa yang banyak memberinya ruang untuk bertumbuh.

“Setahun ini saya belajar melihat proses sebagai sesuatu yang patut diapresiasi,” ujarnya kepada wartawan ketika di temui di salah satu Mall di bilangan Jakarta Selatan.

Ia menuturkan bagaimana kebersamaan bersama tim, berbagai proyek yang perlahan mencapai kematangan, serta dinamika pekerjaan membuatnya menyadari bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan hati.

Tantangan yang Membentuk Karakter

Di balik pencapaian, Nana tidak menutupi bahwa ia menghadapi sejumlah tantangan baik di ranah pribadi maupun profesional.

Yang paling menantang baginya adalah menjaga keseimbangan dari berbagai peran yang ia jalani. Dengan mengatur prioritas, mengandalkan kerja sama tim yang suportif, serta menjaga kesehatan mental dan spiritual, Nana berhasil melewati fase sulit tersebut.

Menurutnya, setiap hambatan justru menjadi batu loncatan yang membuatnya lebih matang dan lebih siap memasuki babak selanjutnya.

Akhir Tahun untuk Menenangkan Diri

Walau aktivitas bisnis dan organisasi cukup intens, Nana tetap menyisihkan waktu untuk jeda. Tahun ini, ia merencanakan liburan singkat bersama keluarga di suasana musim dingin.

Bagi Nana, momen seperti ini bukan hanya sekadar liburan. Ini adalah kesempatan untuk menarik napas panjang, menghimpun energi baru, sekaligus merenungkan perjalanan setahun terakhir dengan rasa syukur.

Harapan dan Resolusi untuk Tahun Berikutnya

Mengenai resolusi, Nana memilih hal yang sederhana namun sarat makna: hadir sepenuhnya.

Ia ingin lebih hadir untuk pekerjaan, lebih dekat dengan keluarga, dan lebih memperhatikan dirinya sendiri. Selain itu, ia menargetkan untuk menciptakan lebih banyak karya dan peluang baru yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitarnya.

“Tahun depan saya ingin menjalani hari-hari dengan hati lebih tenang dan rasa syukur yang lebih besar,” tuturnya.

Di akhir 2025 ini, perjalanan Nana Sarinah menunjukkan bahwa kekuatan seorang perempuan tidak hanya terlihat dari bisnis yang ia bangun, tetapi juga dari cara ia menghadapi hidup dengan keteguhan, keseimbangan, dan ketulusan. (*)