MAJALAHREFORMASI.com – Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) menganugerahkan PIKI Awards 2026 kepada delapan tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat di berbagai bidang, mulai dari toleransi, riset dan inovasi, kesehatan, kebudayaan, lingkungan hidup, pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga pemberantasan korupsi.
Malam penganugerahan yang berlangsung di Metro TV, Minggu (25/10/2026), tersebut mengusung tema “Terang Allah Membawa Kebenaran”, yang merujuk pada Efesus 4:15. Melalui penghargaan ini, PIKI ingin memberikan apresiasi kepada sosok-sosok yang tidak hanya menorehkan prestasi, tetapi juga menunjukkan integritas, ketekunan, dan pengabdian yang berdampak bagi kehidupan masyarakat.
Ketua Umum PIKI, Maruarar Sirait, mengatakan PIKI Awards dirancang sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan panjang para tokoh dalam membangun keteladanan. Menurut dia, keberhasilan tidak hadir secara instan, melainkan melalui perjuangan, pengorbanan, dan proses panjang yang kerap diwarnai berbagai tantangan.
“Penghargaan ini kami buat bersama sebagai contoh keteladanan bahwa keberhasilan itu tidak mudah didapat. Butuh perjuangan panjang, pengorbanan, dan tidak ada jalan pintas untuk menjadi tokoh,” ujar Maruarar dalam sambutannya.
Ia menegaskan, ketokohan sejati tidak cukup dibangun melalui pidato atau pernyataan semata. Lebih dari itu, seorang tokoh harus membuktikan nilai-nilai yang diyakininya melalui tindakan nyata dan konsistensi dalam pengabdian.
Maruarar juga menyampaikan rasa syukur atas hadirnya tokoh-tokoh yang selama ini berjuang di bidang antikorupsi, pelestarian lingkungan, dan berbagai sektor strategis lainnya. Ia berharap semakin banyak figur inspiratif yang lahir dan mengambil peran dalam menjawab persoalan bangsa.
Menurut Maruarar, penyelenggaraan PIKI Awards 2026 merupakan bagian dari agenda organisasi setelah pelantikan kepengurusan pada 30 Mei 2026. Dalam kurun waktu sekitar lima bulan, PIKI mempersiapkan proses penjaringan hingga penjurian untuk memastikan penghargaan diberikan kepada sosok yang benar-benar memiliki rekam jejak dan kontribusi.
“Tema malam ini adalah terang untuk kebenaran. Mohon didoakan agar organisasi PIKI bisa dipercaya oleh rakyat dan Tuhan Yesus, serta apa yang kami kerjakan bersama dapat berdampak bagi semua. Semoga organisasi ini bisa menjadi terang,” katanya.
Ia juga menyampaikan rencana PIKI untuk memperkuat kehadiran organisasi di berbagai daerah. Dalam dua bulan ke depan, PIKI menargetkan upaya pembentukan sedikitnya sembilan kepengurusan di daerah sebagai bagian dari pengembangan jaringan dan perluasan kontribusi organisasi.
PIKI Awards 2026 tidak hanya menempatkan penghargaan sebagai seremoni, tetapi juga menekankan pentingnya proses seleksi yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penjaringan dan penjurian dilakukan secara terbuka melalui jejaring PIKI dengan melibatkan lembaga survei independen Indikator. Proses tersebut melibatkan lebih dari 30 juri untuk setiap kategori, yang berasal dari kalangan tokoh kredibel dan memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing.
Penilaian dilakukan berdasarkan empat dimensi utama, yakni integritas, inovasi, dampak, dan keberlanjutan. Keempat aspek tersebut menjadi landasan untuk menilai rekam jejak, gagasan, hasil kerja, serta kontribusi para kandidat bagi masyarakat.
Melalui mekanisme ini, PIKI berharap penghargaan tidak berhenti pada pengakuan terhadap pencapaian individu, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk membangun budaya keteladanan dan pengabdian.
Delapan Tokoh dengan Kontribusi di Berbagai Bidang
Dalam penganugerahan tahun ini, delapan tokoh menerima penghargaan berdasarkan kontribusi dan pengabdian mereka di bidang masing-masing.
1. Tokoh Toleransi: Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag.
Penghargaan Tokoh Toleransi diberikan kepada Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., atas kiprahnya dalam merawat keberagaman di Maluku. Wilayah yang pernah mengalami konflik tersebut kini terus mengembangkan praktik kerukunan yang dapat menjadi pembelajaran bagi Indonesia maupun dunia.
Penghargaan diumumkan dan diserahkan oleh Pdt. Dr. (HC) Jacky Manuputty.
2. Tokoh Riset dan Inovasi: Prof. (H.C.) Dr. Carina Citra Dewi Joe, B.Sc., M.Sc., Ph.D
Penghargaan Tokoh Riset dan Inovasi diberikan kepada Carina Citra Dewi Joe atas kontribusinya dalam pengembangan teknologi yang mendukung produksi massal vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Penghargaan tersebut diumumkan dan diserahkan oleh Prof. Dr. Bungaran Saragih. Pengakuan ini menyoroti peran riset dan inovasi dalam mendukung upaya kesehatan masyarakat, terutama ketika dunia menghadapi pandemi.
3. Tokoh Kesehatan: dr. Lie Augustinus Dharmawan, Ph.D., Sp.B., Sp.BTKV
Di bidang kesehatan, PIKI memberikan penghargaan kepada dr. Lie Augustinus Dharmawan, pendiri Yayasan Dokter Peduli atau doctor SHARE.
Sejak 2009, ia mengembangkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan. Kiprahnya antara lain diwujudkan melalui perintisan rumah sakit apung swasta pertama di Indonesia pada 2013 serta pengembangan program Dokter Terbang untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit memperoleh akses layanan medis.
Penghargaan diumumkan dan diserahkan oleh Prof. Dr. Benjamin Octavianus.
4. Tokoh Kebudayaan: Dr. Bambang Noorsena, S.H., B.A., M.H.
Penghargaan Tokoh Kebudayaan diberikan kepada Dr. Bambang Noorsena atas kajian dan pengabdiannya dalam menggali kekayaan warisan iman dan tradisi lintas bangsa.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya memahami dan merawat warisan kebudayaan sebagai bagian penting dari perjalanan sejarah, identitas, dan kehidupan masyarakat.
Penghargaan diumumkan dan diserahkan oleh Ribka Haluk.
5. Tokoh Lingkungan Hidup: Saptoyo
Saptoyo, penggerak konservasi pesisir Sendangbiru, Malang, menerima penghargaan Tokoh Lingkungan Hidup atas pengabdiannya dalam menjaga ekosistem pesisir sejak 1998.
Ia memadukan upaya konservasi mangrove, perlindungan terumbu karang, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan peran masyarakat yang hidup di sekitar kawasan pesisir.
Penghargaan diumumkan dan diserahkan oleh Hening Parlan.
6. Tokoh Pemberdayaan UMKM (Ekonomi): Gusti Ngurah Anom (Ajik Krisna)
Di bidang ekonomi, penghargaan diberikan kepada Gusti Ngurah Anom, yang dikenal sebagai Ajik Krisna, atas kiprahnya dalam membuka ruang bagi produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di Bali.
Upaya tersebut dinilai turut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar dan memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang lebih luas.
Penghargaan diumumkan dan diserahkan oleh Jahja Setiatmadja.
7. Tokoh Pendidikan: Saur Marlina Manurung (Butet Manurung)
Penghargaan Tokoh Pendidikan diberikan kepada Saur Marlina Manurung atau Butet Manurung, pendiri Sokola Rimba di Jambi.
Melalui pendekatan pendidikan kontekstual, Butet mendampingi masyarakat adat agar dapat memperoleh akses pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan, lingkungan, dan kehidupan mereka. Kiprahnya memperlihatkan bahwa pendidikan tidak semata-mata berkaitan dengan ruang kelas, tetapi juga dengan upaya membangun kemandirian dan memperluas kesempatan hidup.
Penghargaan diumumkan dan diserahkan oleh Prof. Angel Damayanti, Ph.D.
8. Tokoh Antikorupsi (Anumerta): Prof. Dr. Artidjo Alkostar
PIKI juga memberikan penghargaan Tokoh Antikorupsi secara anumerta kepada Prof. Dr. Artidjo Alkostar, mantan hakim agung yang dikenal luas karena ketegasan dan kesederhanaannya.
Setelah menjalani pengabdian panjang di dunia peradilan, Artidjo turut mengemban tugas sebagai anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan atas rekam jejaknya dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.
Penghargaan diumumkan dan diserahkan oleh Prof. Dr. Yeheskiel Minggus Tiranda.
Dua Apresiasi Khusus untuk Kemanusiaan dan Kebebasan Beribadah
Selain delapan kategori utama, PIKI Awards 2026 juga memberikan dua apresiasi khusus kepada pihak yang dinilai konsisten memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebebasan beribadah.
Yayasan Buddha Tzu Chi menerima apresiasi khusus dalam kategori Lembaga Filantropi atas kerja-kerja kemanusiaan yang menjangkau masyarakat lintas suku, agama, dan golongan.
Penghargaan ini menegaskan pentingnya solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama tanpa membedakan latar belakang. Plakat penghargaan diumumkan dan diserahkan oleh Baktinendra Prawiro.
Apresiasi khusus berikutnya diberikan kepada Gugun Gumilar, Ph.D., dalam kategori Penggiat Kebebasan Beribadah. Ia diapresiasi atas konsistensinya dalam menegaskan pentingnya jaminan konstitusional atas kebebasan beragama dan beribadah, termasuk melalui kehadiran langsung di tengah masyarakat multikultural.
Penghargaan diumumkan dan diserahkan oleh Pdt. Prof. Benyamin Intan.
Menjadikan Keteladanan sebagai Terang bagi Bangsa
Penganugerahan PIKI Awards 2026 menghadirkan beragam kisah pengabdian, mulai dari perjuangan menjaga toleransi, mengembangkan ilmu pengetahuan, memperluas akses kesehatan dan pendidikan, melindungi lingkungan, hingga memperjuangkan integritas dalam penegakan hukum.***











