MAJALAHREFORMASI.com – Lahir dan besar di Medan, Samuel Abrianto membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya.
Di usia muda, ia telah menapaki tangga kesuksesan sebagai pengusaha, pemilik toko Sam Selular, sebuah bisnis retail alat telekomunikasi yang kini telah memiliki empat cabang toko di kota besar Indonesia.
Perjalanan Samuel tak selalu mulus. Tahun 2014, setelah lulus SMA, ia diterima di jurusan Teknologi Informasi di Universitas Sumatera Utara (USU). Namun, mimpi itu terpaksa tertunda karena keterbatasan biaya.
Ayahnya, seorang ASN yang baru pensiun di Bandar Lampung, tidak lagi mampu membiayai kuliah dan kebutuhan hidup Samuel di Medan.
“Kuliah di USU itu kan butuh biaya besar, Bang. Belum lagi harus beli laptop karena jurusannya Teknologi Informasi,” kenang Samuel.
Keadaan sulit itu tidak membuatnya menyerah. Justru dari titik itulah semangat juangnya tumbuh. Ia mulai bekerja sebagai dropshipper dan sales agent di OLX.
Dengan strategi sederhana namun jitu, ia bisa meraup keuntungan dari menjual ponsel milik toko lain.“Saya ambil barang di toko, lalu jual di OLX. Keuntungannya lumayan untuk per unit HP waktu itu,” ujarnya.
Tak cukup sampai di situ, Samuel juga sempat menjadi agen Oriflame, bahkan penyanyi kafe untuk mencukupi kebutuhan harian dan menyicil biaya kuliah.
Namun siapa sangka, dari perjuangan kecil itu, berkah besar datang. Bisnisnya berkembang pesat di platform online. Produk yang ia jual hampir selalu laku.
“Puji Tuhan, mulai 2014 saya mendapat lebih dari yang saya harapkan. Saya bisa beli rumah, mobil, dan mencukupi semua kebutuhan saya,” ujarnya sambil tersenyum.
Pada akhirnya, Samuel mendirikan Sam Selular, sebuah toko yang menjual alat-alat telekomunikasi, dan mulai membangun brand-nya di era digital.
Ia aktif menggunakan Instagram dan TikTok sebagai media promosi. Untuk menarik pelanggan, ia tak segan membuat inovasi seperti giveaway, challenge, hingga promo unik seperti beli HP gratis emas setengah gram.
“Tantangannya naik-turun. Tapi kita harus terus bikin terobosan agar bisa tetap bertahan,” ungkapnya.
Kini, di usia 28 tahun, Samuel sudah berkarier 8 tahun di dunia ini dan memiliki 4 cabang toko, yaitu di:
Plaza Medan FairPlaza Millenium, MedanGedung Johor, MedanTangerang City MallDan dalam waktu dekat, ia akan membuka cabang kelima di Mall Ambassador Jakarta.
Lebih dari sekadar bisnis, Samuel ingin menjadi berkat bagi orang lain.”Motivasi saya bukan cuma untuk diri sendiri, dan keluarga tapi juga ingin buka lapangan pekerjaan. Saya ingin orang lain juga terbantu dari usaha ini.
“Sebagai penutup, Samuel menitipkan pesan mendalam untuk anak muda yang punya mimpi membangun usaha: ” Tuhan bekerja dengan mereka yang mau bekerja, itu motto hidup saya bang, saya pikir harus punya visi yang jelas. Dulu, saya bangun usaha untuk bisa kuliah, bantu keluarga, dan bisa berkarya bagi Tuhan dengan membuka pekerjaan seluas-luasnya.”
Kisah Samuel Abrianto adalah bukti nyata bahwa mimpi besar bisa tumbuh dari keterbatasan, dan masa depan ditentukan oleh kerja keras dan ketekunan. Dari anak Medan yang hampir gagal kuliah karena keterbatasan, kini ia menjadi ikon anak muda inspiratif Indonesia.***












