Qamaril Siap Wakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027, Memadukan Elegansi, Kecerdasan, dan Passion di Dunia Polo

MAJALAHREFORMASI.com – Cantik, berkelas, cerdas, dan memiliki kecintaan kuat terhadap olahraga berkuda. Sosok itulah yang melekat pada Qamaril, atau yang akrab disapa Qyu, perempuan Indonesia yang akan membawa nama Merah Putih di ajang Miss Polo Universe 2027.

Ada sesuatu yang menarik dari sosok Qamaril. Di balik penampilannya yang anggun sebagai seorang perempuan, tersimpan karakter yang kuat, rasa ingin tahu yang besar, serta passion yang telah membawanya semakin dekat dengan dunia equestrian, khususnya olahraga polo.

Qyu merupakan alumni Sarjana Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) dan menyelesaikan pendidikannya dengan predikat cum laude, dengan IPK 3,76. Ia juga pernah menjadi perwakilan Indonesia dalam presentasi penelitian di Afrika Selatan pada 2013 serta meraih juara pertama lomba presentasi bahasa Prancis tingkat nasional.

Kini, Qyu berkarier di sebuah perusahaan swasta. Namun di luar kesibukan profesionalnya, dunia equestrian menjadi ruang yang begitu dekat dengan dirinya. Terlebih lagi, ia memang telah menekuni olahraga berkuda dan sedang fokus pada olahraga polo jauh sebelum mengenal ajang Miss Polo Universe.

Passion Polo yang Membawanya ke Panggung Internasional

Ketertarikan Qyu mengikuti Miss Polo Universe 2027 berawal dari kecintaannya terhadap olahraga berkuda.

Ketika mengetahui keberadaan Miss Polo Universe, ia merasa ajang tersebut sangat sejalan dengan perjalanan dan passion yang selama ini dijalaninya.

Bagi Qyu, Miss Polo Universe bukan hanya tentang kecantikan dan penampilan.

Lebih luas dari itu, ajang tersebut menempatkan perempuan sebagai sosok yang memiliki kecantikan, wawasan, pendidikan, karakter, kemampuan berkomunikasi, serta kemampuan memberikan pengaruh positif, dengan polo sebagai identitas.

Karena itulah, ketika akhirnya terpilih untuk mewakili Indonesia di Miss Polo Universe 2027, rasa syukur dan bangga hadir bersamaan dengan kesadaran bahwa ada tanggung jawab besar yang harus dibawa.

“Saya tidak hanya membawa nama saya sendiri, tetapi juga membawa nama Indonesia,” ujar Qyu saat ditemui wartawan belim lama ini.

Kesadaran tersebut membuatnya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Bukan hanya tampil sebagai peserta, tetapi juga memperkenalkan Indonesia sekaligus membawa nilai-nilai positif sebagai perempuan Indonesia di panggung internasional.

Persiapan Total: Bukan Hanya Soal Penampilan

Untuk menghadapi Miss Polo Universe 2027, Qyu mempersiapkan dirinya secara menyeluruh.

Persiapan dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari fisik, mental, public speaking, wawasan mengenai Indonesia, isu-isu pemberdayaan perempuan, hingga kemampuan dan pemahamannya mengenai dunia equestrian dan polo.

Ia juga ingin terus memperdalam pengetahuan mengenai budaya Indonesia.

Bagi Qyu, hal tersebut penting karena ketika berada di panggung internasional, ia ingin mampu menjelaskan Indonesia dengan baik dan penuh rasa bangga.

Targetnya pun cukup jelas: memberikan performa terbaik dan membawa pulang hasil yang membanggakan bagi Indonesia.

Namun, baginya, pencapaian di Miss Polo Universe tidak semata-mata tentang memperoleh sebuah gelar.

Qyu ingin menggunakan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan Indonesia melalui olahraga polo dan equestrian.

Lebih dari itu, ia ingin menunjukkan bahwa perempuan Indonesia mampu hadir dan bersaing di level global dengan confidence, intelligence, and grace.

Pesan Qyu untuk Perempuan Indonesia: Jangan Batasi Mimpi

Di balik persiapannya menuju panggung internasional, Qyu juga memiliki pesan kuat untuk generasi muda khususnya kaum perempuan Indonesia.

Ia berharap perempuan Indonesia berani mengejar apa pun yang mereka inginkan dan tidak membatasi diri hanya karena merasa harus memilih satu hal dalam hidup.

Menurut Qyu, perempuan tidak harus memilih antara karier, passion, pendidikan, maupun kehidupan pribadi

Perempuan dapat memiliki banyak peran sekaligus dan mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya, selama mampu menjaga keseimbangan dan terus belajar.

Bagi Qyu, menjadi perempuan mandiri bukan berarti harus melakukan semuanya seorang diri.

Kemandirian justru berarti memiliki kemampuan untuk menentukan pilihan dalam hidup dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut.

Karena itu, ketika ada kesempatan untuk bekerja, belajar, berolahraga, berkarya, maupun mengejar passion, ia mengajak perempuan untuk berani melakukannya.

Maksimalkan kualitas diri, terus berkembang, dan jangan takut memiliki mimpi besar.

“Perempuan tidak harus menjadi hanya satu hal. We can be many things, and we can do it with purpose,” imbuhnya.

Sebuah pesan yang sederhana, tetapi terasa begitu relevan dengan perjalanan hidup Qyu sendiri.

Ia tidak ingin perempuan dipaksa masuk ke dalam satu definisi. Perempuan dapat memiliki banyak sisi, banyak kemampuan, dan banyak mimpi—selama semuanya dijalani dengan tujuan dan tanggung jawab.

Satu Pesan Qamaril untuk Dunia: Inilah Indonesia

Jika diberi kesempatan menyampaikan satu pesan kepada dunia tentang Indonesia, Qyu memilih berbicara tentang sesuatu yang menurutnya menjadi kekuatan terbesar negeri ini: keberagaman.

Ia ingin dunia melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan luar biasa dalam keberagaman yang dipersatukan oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Ribuan pulau, ratusan suku, bahasa, dan agama bukanlah pemisah. Sebaliknya, semua itu merupakan kekayaan yang memperkuat kehidupan sosial dan budaya, sekaligus membuka peluang bagi kemajuan ekonomi melalui pariwisata, industri kreatif, dan masyarakat lokal.

Bagi Qyu, Indonesia bukan hanya sebuah negara yang berada di peta dunia.

Indonesia adalah sebuah contoh bahwa ketika keberagaman dirangkul dengan toleransi dan gotong royong, perbedaan dapat menjadi kekuatan untuk menciptakan masa depan yang harmonis dan sejahtera.

Dari Pelana Menuju Panggung Dunia

Perjalanan Qamaril menuju Miss Polo Universe 2027 mempertemukan berbagai sisi dirinya dalam satu panggung.

Seorang perempuan cantik dan elegan, seorang profesional, sosok yang mencintai dunia equestrian, sekaligus perempuan yang memiliki kepedulian terhadap pemberdayaan perempuan dan kecintaan terhadap Indonesia.

Kini, semua pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia melangkah membawa nama Merah Putih.

Polo mungkin menjadi identitas ajangnya. Kecantikan mungkin menjadi bagian dari penampilannya. Tetapi Qyu ingin hadir dengan sesuatu yang lebih lengkap: kepercayaan diri, kecerdasan, karakter, kemampuan berkomunikasi, dan keanggunan seorang perempuan Indonesia.***