MAJALAHREFORMASI.com – Panitia Natal Nasional 2025 memastikan perayaan Natal tingkat nasional akan digelar pada Senin, 5 Januari 2026, di Stadion Tenis Indoor Senayan, Jakarta.
Ketua Umum Natal Nasional, Maruarar Sirait, menyampaikan bahwa tema besar tahun ini mengacu pada tema Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), yakni “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24).

Maruarar menjelaskan, tema tersebut dipilih karena panitia melihat banyak pergumulan keluarga Indonesia, mulai dari persoalan ekonomi, judi online, penyalahgunaan narkoba, hingga masalah sosial lainnya.
Pesan Presiden: Sederhana dan Perbanyak Bantuan Sosial
Maruarar mengatakan Presiden Prabowo Subianto berpesan agar perayaan Natal Nasional kali ini digelar secara sederhana, tidak berlebihan, serta lebih menekankan pada kegiatan bantuan sosial. Presiden juga meminta agar acara ini turut mendukung misi perdamaian bagi Palestina.
“Bapak Presiden ingin Natal tahun ini lebih membumi, tidak mewah, dan memperbanyak kegiatan sosial,” ujar Maruarar saat Rapat Panitia Natal Nasional, Minggu (17/11) Malam di Grha Oikumene, PGI.
Acara Natal Nasional akan dihadiri sekitar 5.000 peserta. Panitia juga menyiapkan aneka kuliner Nusantara, termasuk hidangan khas nusantara dan berbagai kopi daerah. Untuk mengantisipasi cuaca, panitia menyiapkan tenda makan agar pengunjung tetap nyaman bila hujan turun.
Natal Nasional juga akan menghadirkan unsur sosial yang kuat. Panitia mengundang: 500 koster gereja, 500 anak yatim piatu, 500 guru agama Kristen-Katolik, 500 guru Sekolah Minggu semua undangan tersebut masing-masing menerima bantuan Rp1 juta.
“Acara Natal ini pada intinya adalah kegiatan sosial,” ujar Maruarar.
Ia menambahkan bahwa perayaan akan diisi penampilan teater singkat dari PGI dan KWI, serta berharap panggung diisi artis daerah yang belum populer namun aktif berkarya, termasuk dari Papua dan Medan san lainnya.
Bantuan Hingga ke Daerah dan Dana Tanpa APBN-BUMN
Selain acara utama di Jakarta, panitia menyiapkan bantuan untuk 10 titik daerah, termasuk Mentawai dan Papua dan daerah lainnya. Setiap titik akan menerima bantuan Rp1 miliar serta 10.000 paket kebutuhan.
Maruarar juga menegaskan bahwa seluruh pendanaan Natal Nasional dihimpun melalui gotong royong, tanpa mengambil dana dari APBN maupun BUMN. Ia berharap alokasi dana dapat diarahkan 30 persen untuk perayaan dan 70 persen untuk aksi sosial.
Kepala Staf Kepresidenan, M. Qodari, menyampaikan terima kasih kepada Maruarar Sirait yang bersedia mengundang nya pada rapat perayaan Natal Nasional kali ini.
Menurutnya, Ciri khas Presiden adalah keberpihakannya kepada masyarakat kurang mampu. Padahal, beliau sendiri berasal dari latar belakang keluarga elit.
Sebelum acara resmi, kotbah dibawakan oleh Jason Balompapueng yang mengutip Efesus 5:8-9. Ia mengingatkan jemaat bahwa di tengah gelapnya dunia, umat Kristen dipanggil untuk menjadi terang, bukan hanya membawa terang.
Terkumpul Dana Lebih dari Rp27 Miliar
Panitia mencatat dana yang terkumpul selama persiapan mencapai Rp27.482.000.000. Donasi terbesar berasal dari:
- Maruarar Sirait: Rp11 miliar
- James Riady: Rp10 miliar
- Juniver Girsang: Rp5 miliar
- Sherly Tjoanda (Gubernur Maluku Utara): Rp1 miliar
Menutup keterangannya, Maruarar meminta dukungan agar ia diberi ketenangan dan kesabaran dalam menjalankan tugas sebagai Ketua Umum Natal Nasional 2025. (*)












