Hangatnya Imlek Nana Sarinah: Refleksi, Doa, dan Cinta Keluarga

MAJALAHREFORMASI.com – Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menghadirkan cerita berbeda di setiap rumah. Di balik gemerlap lampion dan warna merah yang mendominasi sudut-sudut kota, ada kisah-kisah personal yang tak kalah hangat. Bagi Nana Sarinah, momen ini memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar perayaan tahunan.

Dikenal sebagai sosok berparas cantik dan anggun, Nana Sarinah yang juga merupakan pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), serta pemilik Kipina Indonesia menempatkan Imlek sebagai waktu untuk menata hati dan memperkuat nilai-nilai kehidupan.

“Bagi saya, Imlek adalah momen refleksi, rasa syukur, dan harapan baru,” ujar Nana Sarinah. “Ini bukan hanya pergantian tahun dalam penanggalan Tionghoa, tetapi kesempatan untuk mempererat hubungan keluarga dan memperbarui semangat dalam menjalani hidup.”

Suasana Hangat Penuh Doa

Menurut Nana Sarinah, suasana Imlek di rumah selalu terasa hangat dan penuh keceriaan. Ia memulai perayaan dengan doa bersama sebagai bentuk syukur, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama.

“Kami selalu saling memberi ucapan baik dan doa satu sama lain. Tradisi berbagi angpao kepada anak-anak juga tetap kami jaga sebagai simbol berbagi rezeki dan keberkahan,” kata Nana Sarinah.

Baginya, tradisi bukan sekadar rutinitas, melainkan cara menjaga nilai-nilai yang diwariskan lintas generasi.

Hidangan Sarat Makna

Tak lengkap rasanya Imlek tanpa sajian khas di meja makan. Nana Sarinah menyebut beberapa hidangan yang hampir selalu hadir setiap tahun.

“Ikan menjadi simbol kelimpahan, mie panjang umur melambangkan harapan hidup yang panjang dan sehat, serta kue keranjang yang menjadi simbol kebersamaan dan manisnya kehidupan,” jelas Nana Sarinah. “Bagi saya, makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga penuh makna dan doa baik.”

Setiap sajian, menurutnya, menghadirkan filosofi yang menguatkan semangat untuk menjalani tahun yang baru dengan optimisme.

Prioritas di Tengah Kesibukan

Di tengah berbagai aktivitas dan tanggung jawab, Nana Sarinah menilai momen Imlek sebagai waktu yang sangat penting untuk benar-benar diprioritaskan.

“Di tengah kesibukan dan rutinitas sehari-hari, Imlek menjadi momen yang benar-benar saya utamakan untuk berkumpul. Kebersamaan ini memberi energi baru dan menjadi pengingat bahwa keluarga adalah fondasi utama dalam hidup,” ungkap Nana Sarinah.

Harapan yang Sederhana dan Bermakna

Memasuki tahun yang baru, Nana Sarinah memiliki harapan yang sederhana namun mendalam.

“Harapan saya, semoga keluarga selalu diberikan kesehatan, kedamaian, dan kebijaksanaan dalam setiap langkah. Semoga kami terus diberi kesempatan untuk tumbuh bersama, saling mendukung, dan menjalani hidup dengan penuh rasa syukur serta cinta,” tutup Nana Sarinah.

Masih kata Nana Sarinah, Imlek bukan sekadar perayaan budaya. Ia adalah ruang untuk kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan—keluarga, syukur, dan harapan—yang selalu menemukan maknanya dari tahun ke tahun. (*)