MAJALAHREFORMASI.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW semestinya tidak berhenti pada seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum kelahiran Rasulullah SAW dapat menjadi ruang untuk kembali melihat dan menghidupkan nilai-nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Pandangan tersebut disampaikan pengacara kondang Reno Iskandarsyah, saat menyampaikan pesan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Menurut Reno, Maulid Nabi yang diperingati setiap 12 Rabiul Awal memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar mengenang kelahiran Rasulullah. Peringatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus momentum untuk mendekatkan diri kepada ajaran dan akhlak Nabi Muhammad SAW.
“Maknanya bukan sekadar perayaan, tetapi wujud rasa syukur kepada Allah, sarana meneladani akhlak mulia, momentum memperbanyak selawat, dan cara memperkuat persatuan umat,” ujarnya saat ditemui dikantornya di bilangan Sudirman Jakarta-Selatan.
Meneladani Rasul dalam Kehidupan
Bagi Reno, salah satu pesan penting dari Maulid Nabi adalah bagaimana umat Islam menjadikan kehidupan Rasulullah sebagai teladan nyata.
Empat sifat utama Rasulullah—siddiq, amanah, fatanah, dan tabligh dinilainya tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Kejujuran, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan. Sementara sikap amanah mengajarkan setiap orang untuk bertanggung jawab terhadap kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Di tengah kehidupan sosial yang semakin kompleks, nilai-nilai tersebut juga menjadi penting bagi siapa pun, termasuk mereka yang mendapat amanah untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Namun, kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diungkapkan melalui ucapan. Reno menilai kecintaan tersebut seharusnya diwujudkan melalui pengamalan ajaran dan akhlak yang diwariskan Nabi Muhammad SAW.
Maulid dan Kepedulian kepada Sesama
Pesan lainnya adalah memperkuat kepedulian sosial. Reno mengajak masyarakat menjadikan Maulid sebagai momentum untuk berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan. Sedekah, berbagi makanan, serta memperhatikan anak yatim dan masyarakat yang berada dalam kesulitan merupakan bentuk sederhana dari nilai kasih sayang yang diajarkan Rasulullah.
Di situlah, menurutnya, makna Maulid terasa dalam kehidupan nyata—bukan hanya dalam kegiatan peringatan, tetapi juga dalam kepedulian terhadap sesama.
Merawat Persatuan
Pesan yang tak kalah penting adalah menjaga persaudaraan dan kerukunan. Reno berharap semangat Maulid Nabi dapat menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan. Persatuan, ukhuwah, dan kedamaian perlu terus dirawat di tengah keberagaman kehidupan bangsa.
Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diharapkan tidak hanya menghadirkan rasa haru dan kecintaan kepada Rasulullah, tetapi juga mendorong perubahan dalam perilaku.
Kejujuran, amanah, kecerdasan, kepedulian dan kemampuan menyampaikan kebaikan adalah nilai-nilai yang, menurut Reno, perlu terus dihidupkan.
Sebab, mengenang Rasulullah bukan hanya tentang mengingat hari kelahirannya, tetapi tentang bagaimana akhlak beliau hadir dalam tindakan manusia—di rumah, di tengah masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.***













