MAJALAHREFORMASI.com – Dr. Michael Wattimena, S.E., S.H., M.MI (BMW) bersama Pdt. Penrad Siagian, S.Th., M.Si., Teol resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Sabtu, 25 April 2026, pukul 12.00 WIB di Student Centre PP GMKI, Jl. Salemba Raya 10, Jakarta.
Seperti diketahui, Deklarasi ini dilakukan menjelang diadakannya Musyawarah Nasional (Munas) PIKI yang akan dilaksanakan pada 30 April 2026 mendatang.
Deklarasii ini juga menjadi momentum penting menjelang arah kepemimpinan baru PIKI, sekaligus menegaskan komitmen kedua tokoh tersebut dalam membawa organisasi ke peran yang lebih luas di tingkat nasional.
Dalam pernyataannya kepada sejumlah awak media, BMW menegaskan bahwa latar belakang organisasi yang dimiliki keduanya menjadi modal utama untuk mendorong PIKI lebih aktif dan berkontribusi nyata.
“Kami punya latar belakang organisasi. Kami melihat dengan kehadiran kami dan dengan kami bergiat di organisasi ini, akan memberikan warna bagi keluarga besar PIKI untuk lebih berkiprah di kancah nasional,” ujar sosok yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri ESDM ini dan Komisaris PERTAMINA Internasional Shipping tersebut kepada wartawan.
BMW juga menekankan bahwa visi utama yang diusung adalah mengedepankan nilai kasih dan kebenaran dalam setiap gerak organisasi. Nilai tersebut, menurutnya, akan diterjemahkan dalam dua dimensi utama.
“Misi kami adalah menyatakan kasih dan kebenaran. Ini kami bagikan dalam dua dimensi, baik dalam dimensi kekuatan internal maupun dalam dimensi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa PIKI memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi gereja, tetapi juga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kita melihat PIKI ini bisa memberikan faedah bagi gereja dalam kiprahnya,” katanya.
“Sementara dalam dimensi masyarakat, bangsa, dan negara, PIKI harus menjadi penyatu. Pemikirannya harus membangun kesejahteraan dan keadilan sosial,” tambahnya.
BMW juga menyoroti pentingnya peran kader dalam menghadapi tantangan zaman. Ia berharap kader PIKI mampu memberikan nilai tambah yang relevan dengan konteks kekinian.
“Kader harus dapat memberikan value dalam konteks kekinian, sehingga kehadiran PIKI benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujarnya.
Deklarasi ini diharapkan menjadi awal konsolidasi dan penguatan organisasi PIKI ke depan, dengan fokus pada peran strategis sebagai wadah intelektual Kristen yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional. (*)












