MAJALAHREFORMASI. com – Pengacara senior Jhon SE Panggabean memimpin ibadah di Gereja Pentakosta Kristus Jakarta, Minggu (20/9/2026). Dalam khotbahnya, Jhon mengangkat tema “Setia Sampai Mati” yang didasarkan pada firman Tuhan dalam Wahyu 2:10.
Di hadapan jemaat, Jhon mengingatkan bahwa perjalanan kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari berbagai pergumulan. Ada masa ketika seseorang berada dalam keadaan baik, tetapi ada pula saat-saat ketika persoalan datang silih berganti dan menguji iman.

Menurut Jhon, dalam kondisi apa pun, umat percaya tetap dipanggil untuk menjaga kesetiaan kepada Tuhan.
“Kehidupan ini tidak terlepas dari segala pergumulan. Namun, kita harus setia sampai akhir agar kita memperoleh mahkota kehidupan,” ujar Jhon dalam khotbahnya.
Mantan Ketua Panggabean se-Jabodetabek selama dua periode itu juga mengajak jemaat untuk tetap percaya kepada Tuhan ketika menghadapi keadaan yang sulit. Ia menekankan agar kesulitan hidup tidak membuat seseorang justru mencurigai Tuhan.
“Saat dalam keadaan sulit sekalipun kita harus tetap percaya, jangan mencurigai Tuhan,” ucapnya.
Nasihat tersebut disampaikan Jhon berdasarkan pengalaman panjangnya menjalani kehidupan, termasuk perjalanan selama beberapa dekade berkecimpung di dunia hukum. Di tengah berbagai dinamika kehidupan dan profesi, ia mengingatkan bahwa iman dan keteguhan hati menjadi bagian penting dalam menghadapi setiap persoalan.
Menjaga Perkataan di Tengah Situasi Sulit
Selain berbicara mengenai kesetiaan, Jhon juga menyoroti pentingnya *kuasa perkataan* dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengingatkan jemaat agar berhati-hati dalam mengucapkan sesuatu, terutama ketika sedang berada dalam tekanan atau menghadapi persoalan.
Menurutnya, perkataan yang keluar dari mulut tidak seharusnya menjadi kata-kata yang sia-sia. Karena itu, dalam situasi apa pun, seseorang perlu menjaga perkataannya.
“Kuasa perkataan di saat situasi apa pun juga. Jangan mengucapkan kata sia-sia,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam khotbah Jhon. Ia mengajak jemaat untuk tidak membiarkan situasi sulit menguasai hati dan pikiran hingga akhirnya memengaruhi perkataan maupun sikap terhadap Tuhan.
Tema “Setia Sampai Mati” pun menjadi pengingat bahwa perjalanan iman bukan hanya tentang bagaimana seseorang memulai, tetapi juga bagaimana ia bertahan dan tetap percaya hingga mencapai garis akhir.
Bagi Jhon, pergumulan hidup boleh datang silih berganti. Namun, di tengah keadaan tersebut, manusia tetap memiliki panggilan untuk menjaga iman, mempercayai Tuhan, serta berhati-hati dalam setiap perkataan.
Pesan itu sekaligus mengajak jemaat untuk memandang setiap pergumulan bukan sebagai alasan untuk kehilangan kepercayaan, melainkan sebagai bagian dari perjalanan untuk terus belajar *setia sampai Akhir***








