MAJALAHREFORMASI.com – Di tengah peringatan Hari Kartini yang selalu identik dengan kebaya dan bunga melati, semangat emansipasi perempuan kembali menemukan maknanya dalam sosok-sosok perempuan masa kini yang terus bergerak membawa perubahan.
Salah satunya adalah Devi Taurisa, Ketua Umum Laskar Prabowo 08, yang memaknai Kartini bukan sekadar simbol, melainkan energi perjuangan yang hidup dalam tindakan nyata.
Dalam sebuah perbincangan hangat, Devi menuturkan bahwa semangat Kartini hari ini harus hadir dalam keberanian perempuan untuk mengambil peran strategis di berbagai lini kehidupan baik sosial, politik, maupun kemanusiaan.
“Perempuan Indonesia hari ini tidak lagi hanya berbicara soal kesetaraan, tapi juga tentang kontribusi nyata untuk bangsa. Itulah Kartini masa kini,” ujarnya.
Sejalan dengan semangat tersebut, di bawah kepemimpinan Devi, Laskar Prabowo 08 berkembang pesat menjadi organisasi yang tidak hanya aktif di berbagai kota besar di Indonesia, tetapi juga merambah komunitas diaspora di luar negeri.
Gerakan ini, menurutnya, lahir dari semangat gotong royong dan nasionalisme yang kuat.
Organisasi ini sendiri berada dalam naungan tokoh nasional Hashim Djojohadikusumo, yang disebut sebagai figur sentral dalam pembinaan dan arah gerakan. Dengan struktur yang solid dan jaringan luas, Laskar Prabowo 08 menjadi wadah bagi masyarakat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial.
Tak hanya itu, semangat berbagi juga diwujudkan melalui kegiatan sosial seperti buka puasa bersama di lingkungan Masjid Istiqlal. Dalam suasana Ramadan yang hangat, para relawan turun langsung membagikan hidangan berbuka kepada jamaah dan masyarakat, menciptakan kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.
Namun, semangat perjuangan itu tidak berdiri di ruang hampa. Dunia saat ini tengah menghadapi dinamika global yang penuh ketegangan. Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel menjadi latar yang mengingatkan pentingnya stabilitas dan solidaritas internasional.
Di tengah situasi global yang tidak menentu itu, Devi melihat peran perempuan justru semakin penting bukan hanya sebagai bagian dari masyarakat, tetapi sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan yang mampu menenangkan, merawat, dan memperkuat solidaritas dari lingkup terkecil hingga lebih luas.
“Ketika dunia dilanda konflik, perempuan harus tampil sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan. Kita punya peran besar dalam merawat perdamaian, dimulai dari lingkungan terkecil,” tambah Devi.
Bagi Devi, langkah nyata seperti membangun ruang dialog, memperkuat solidaritas sosial, hingga hadir langsung di tengah masyarakat menjadi cara sederhana namun berdampak dalam menjaga nilai-nilai tersebut tetap hidup di tengah tantangan zaman.
Menutup pernyataannya, Devi Taurisa menyampaikan pesan khusus bagi perempuan Indonesia.
“Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan Indonesia. Semoga kita semua terus menjadi pribadi yang kuat, mandiri, dan mampu memberi manfaat bagi sesama,” ujar Devi.
“Harapan saya, perempuan Indonesia semakin berani bermimpi, melangkah, dan mengambil peran penting dalam membangun bangsa yang lebih maju dan berkeadilan,” lanjutnya sambil menutup. (*)











