GBIN Rayakan HUT ke-2 dan Sidang Sinode Perdana: Pelayanan yang Menyala Hingga Tuhan Datang

MAJALAHREFORMASI.com – Suasana penuh sukacita dan kekhidmatan menyelimuti Ballroom Hotel Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, saat Gereja Bethel Injili Nusantara (GBIN) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 sekaligus menggelar Sidang Sinode pertamanya.

Momentum bersejarah ini menjadi titik penting dalam perjalanan pelayanan GBIN, yang kini telah hadir di 15 provinsi di Indonesia.

Acara ini dihadiri ratusan Gembala dan Pendeta GBIN dari seluruh penjuru Nusantara, termasuk dari wilayah-wilayah terpencil seperti Sentani.

Perayaan dibuka secara resmi oleh Ketua Pembimas Kristen DKI Jakarta, Pdt. Mangarerak Barimbing, yang menandai pembukaan dengan pemukulan gong, simbol dimulainya perjalanan sinode GBIN ke depan.

Ketua Umum Sinode GBIN, Pdt. Melianus Kakiay, M.Th, memimpin jalannya ibadah perayaan dengan penuh semangat. Dalam khotbahnya yang menggugah, ia mengangkat tema dari 1 Korintus 15:58, “Karena itu, saudara-saudaraku yang terkasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”Ketika orang percaya berkumpul, itulah yang Tuhan kehendaki, dan mujizat bisa terjadi. Jangan tinggalkan semangat gereja mula-mula. Walau kecil, kita bisa berdampak besar. Kita harus melayani sampai Tuhan datang,” tegas Pdt. Melianus.

Ia juga menyoroti tantangan pelayanan masa kini, di mana banyak orang mulai kehilangan semangat karena tekanan hidup. Namun ayat tema menjadi dorongan agar setiap pelayan tetap berdiri teguh dan menyala-nyala dalam melayani Tuhan.

“Tuhan bekerja bahkan di ‘injury time’. Saya katakan kepada tim dari Papua: siapkan barang dan berangkat besok. Dan benar, Tuhan membuka jalan. Mujizat itu nyata bagi yang percaya,” ungkapnya penuh kesaksian.

Pdt. Melianus juga menekankan lima alasan mengapa umat percaya harus terus melayani: Pertama, melayani adalah perintah Tuhan.

Kedua, Tuhan memberikan talenta kepada setiap orang.

Ketiga, dunia membutuhkan terang, dan kita adalah terang itu.

Berikutnya, pelayanan mempersiapkan kedatangan Kristus yang kedua kali.

Terakhir karena ada upah kekal bagi jerih lelah kita dalam Tuhan.

Sementara itu, Ketua Panitia, Pdt. Dr. Kol (Purn) Robert Pandiangan, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran para peserta dari berbagai provinsi, termasuk tokoh-tokoh penting seperti Ketua Sinode GPII Dr. Jan Marinka (utusan dari Hashim Djojohadikusumo), Ketua API Pdt. Arsanto Adhi, serta Sekjen Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Pdt. Dr. Joice Ester Raranta, M.Th.

“Ini bukan hanya perayaan, tapi momentum silaturahmi dan konsolidasi pelayanan. Dua tahun memang usia yang masih muda, tetapi GBIN telah menunjukkan eksistensi nyata dalam mewartakan Injil ke seluruh penjuru tanah air,” ujar Pdt. Robert.

Dalam sambutannya, Pdt. Joice menegaskan pentingnya sinode sebagai forum spiritual dan strategis.“Kami percaya Sidang Sinode GBIN akan menghasilkan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa, dan menjadi terang serta kasih di tengah masyarakat.

Sementara itu, Pdt. Arsanto Adhi dari Asosiasi Pendeta Indonesia (API) mengapresiasi pertumbuhan pesat GBIN. “Saya menyaksikan sejak pendirian hingga HUT pertama. Dalam dua tahun, GBIN melaju dengan cepat. Maju terus, Tuhan Yesus memberkati,” ucapnya dengan semangat.

Kepemimpinan yang Membumi dan Menggembalakan

Di sela-sela acara, Pdt. Melianus Kakiay juga berbagi mengenai filosofi kepemimpinannya yang terinspirasi dari pendiri GBI, almarhum Pdt. Ho Lukas Senduk atau yang dikenal sebagai Om Ho.

“Kepemimpinan saya bertumpu pada karakter sebagai bapa. Organisasi ini bukan hanya struktur, tapi organisme yang hidup, harus ada sentuhan hati. Kalau kita jalankan hanya seperti organisasi formal, kita kehilangan esensinya.

“Model kepemimpinan ini dianggap relevan bagi perkembangan gereja masa kini, di mana kepekaan dan kerendahan hati menjadi kunci dalam membina jemaat dan para pelayan.

Dua Tahun Menjadi Tonggak, Bukan Akhir

Sidang Sinode yang berlangsung hingga 19 Juni 2025 ini diharapkan menjadi pemicu semangat baru dalam pelayanan GBIN. Seiring dengan tema besar,

“Melayani Terus Sampai Tuhan Datang”, GBIN menegaskan komitmennya untuk menjangkau lebih banyak jiwa, menembus batas wilayah, dan terus menyalakan api Pentakosta dalam setiap langkah pelayanannya.

“Angka dua bukan sekadar angka. Ini adalah pengingat bahwa karya Tuhan terus berlangsung dan GBIN akan terus berdiri sebagai terang di tengah bangsa,” pungkas Ketua Pembimas Kristen DKI Jakarta, Pdt. Mangarerak Barimbing.****

Tinggalkan Balasan