MAJALAHREFORMASI.com – Nuansa budaya Indonesia kembali bersinar lewat ajang Miss Culture Global Indonesia 2025 kategori teenager, yang berlangsung meriah pada 9–11 Juli 2025 di Melasti Kuta Bungalows and Spa, Kuta, Bali. Sebanyak 10 finalis muda berbakat dari berbagai provinsi seperti Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Selatan turut ambil bagian dalam kompetisi ini, membuktikan bahwa kecantikan, kecerdasan, dan cinta terhadap budaya bisa terpancar dari usia muda.
Dalam suasana hangat dan penuh semangat, Athayadillah Annora Zhafrah dari Makassar, Sulawesi Selatan, berhasil menyabet gelar juara pertama. Ia tampil mempesona mengenakan kebaya bertema Lontara, sebuah penghormatan terhadap warisan budaya Bugis-Makassar yang kaya dan bersejarah.

“Saya tidak menyangka bisa menang. Ini pengalaman pertama saya mengikuti ajang seperti ini, dan saya sangat bangga bisa membawa budaya Sulawesi Selatan ke panggung nasional,” ujar Athayadillah dengan mata berbinar.
Aksara Lontara, yang menjadi inspirasi busana kemenangannya, merupakan sistem tulisan tradisional yang telah digunakan sejak abad ke-16 Masehi di wilayah Sulawesi Selatan. Selain menulis bahasa Bugis, Mandar, dan Makassar, aksara ini juga menyebar ke wilayah seperti Bima dan Ende, membuktikan pengaruh budaya Bugis-Makassar yang luas dan mendalam.
Berikut nama-nama pemenangnya:
Juara : Athayadillah Annora Zhafrah ‐ Makassar, Sulawesi Selatan
Runner-up 1: Yohana Isabel Estianti Simanjuntak – Sibolga, Sumatra Utara
Runner-up 2: Citrania Sugiarto – Jayapura, Papua
Runner-up 3: Nissiel Athisanta Rambu Dai Mama – Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
Keempat finalis terbaik ini akan membawa nama Indonesia ke pentas dunia dalam ajang internasional Kids Star International yang akan diselenggarakan di Bangkok, Thailand, pada Desember mendatang.
Menurut Dina Santoso, S.Sos, pemegang lisensi resmi Miss Culture Global Indonesia yang berafiliasi langsung dengan Miss Culture Global di Johannesburg, Afrika Selatan, sekaligus pendiri Nin’e Production, ajang ini bukan sekadar kompetisi kecantikan biasa.
“Kami memberikan pembekalan yang cukup padat, dari edukasi seputar BNN hingga pelatihan personal branding. Kami ingin para peserta siap terjun ke industri apapun yang mereka pilih nanti,” jelas Dina dalam wawancara penutup.
Ajang ini bukan hanya selebrasi kecantikan fisik, tapi juga selebrasi identitas, kebudayaan, dan kesiapan generasi muda untuk tampil di dunia global tanpa melupakan akar tradisinya. Para finalis, yang sebagian besar baru pertama kali mengikuti ajang pageant, mengaku sangat bangga dan tersentuh saat nama mereka diumumkan sebagai pemenang.
Miss Culture Global Indonesia 2025 kategori teenager bukan hanya ajang kompetisi—ia adalah panggung harapan, mimpi, dan pelestarian budaya yang disuarakan dengan elegan oleh para gadis muda penuh potensi dari seluruh nusantara.****






