Surat Terbuka Eva Belisima untuk Pemerintah: Kampung Kami Masih Gelap Meski Indonesia Sudah 79 Tahun Merdeka

MAJALAHREFORMASI.com – Eva Belisima, publik figur yang kini aktif sebagai aktivis sosial dan juga dikenal sebagai mantan istri komedian Kiwil, meluapkan kekecewaannya atas pemadaman listrik yang terus terjadi di kampung halamannya, Moro Behe 1, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Dalam sebuah surat terbuka yang ditujukan kepada berbagai pihak, Eva menyampaikan jeritan warga yang telah bertahun-tahun hidup dalam kegelapan.

“Sudah 79 tahun Indonesia merdeka, tapi kampung kami masih gelap gulita,” tulis Eva dalam surat terbukanya yang ditujukan kepada Pimpinan PT PLN (Persero), Gubernur Kalbar, DPRD Provinsi, Bupati Landak, Kementerian ESDM, hingga seluruh rakyat Indonesia.

Menurut Eva, kondisi ini bukan hanya menyulitkan secara teknis, tapi telah menjadi hambatan besar bagi kualitas hidup warganya.

“Anak-anak kami belajar di bawah lampu minyak tanah, berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan mereka. Orang tua dan lansia kami meraba dalam gelap, hanya ditemani sebatang lilin setiap malam. Di mana letak keadilan energi untuk kami?” tegasnya.

Ia menyatakan bahwa warga tidak menuntut kemewahan, hanya ingin keadilan yang paling dasar: akses terhadap listrik.

“Kami tidak minta jalan tol, kami hanya minta listrik. Saat banyak daerah melompat ke era digital, kami masih tertatih di era gelap. Ini bukan hanya soal terang dan gelap—ini soal masa depan kami, soal hak kami sebagai warga negara,” ujarnya.

Dalam surat tersebut, Eva juga merinci dampak nyata dari tidak adanya listrik:

  • Pendidikan: Anak-anak tak bisa belajar layak saat malam.
  • Ekonomi: Usaha kecil terhenti karena tak ada alat produksi atau pendingin.
  • Kesehatan: Obat-obatan tak bisa disimpan dengan aman.
  • Keamanan: Warga hidup dalam rasa takut saat malam tiba.

Mewakili warga Moro Behe 1, Eva meminta agar suara mereka tidak lagi diabaikan.

“Kami mohon, PLN hadirkan cahaya. Para wakil rakyat, perjuangkan hak kami. Pemerintah pusat, dengarkan jeritan kecil dari kampung ini. Media dan rakyat Indonesia, bantu suarakan cerita kami. Kami tak menunggu janji, kami menunggu tindakan nyata,” tulisnya menutup surat.****