Refleksi Akhir Tahun Bersama DR. John Palinggi, MBA

MAJALAHREFORMASI.com – Menghadapi penutupan tahun 2024, refleksi menjadi momentum penting untuk menilai perjalanan bangsa. Dalam sebuah wawancara khusus, DR. John Palinggi, MBA, seorang pengusaha nasional dan Ketua Umum DPP Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor (ARDIN), berbagi pandangannya tentang berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia sepanjang tahun ini dan harapan ke depan.

Menurut John, perjalanan hidup manusia, termasuk dalam konteks bangsa, selalu diwarnai suka dan duka. Namun, ia menyoroti bahwa tahun 2024 diwarnai oleh berbagai fenomena yang kurang menyenangkan, seperti meningkatnya konflik sosial dan maraknya ujaran kebencian di media sosial. “Yang hilang dari kita adalah rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sebaliknya, kebencian justru semakin menguasai,” ungkapnya.

John juga mengkritisi oknum-oknum masyarakat yang memanfaatkan demokrasi untuk merendahkan orang lain melalui fitnah dan ujaran kebencian. Baginya, demokrasi bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan sarana untuk membangun bangsa dengan saling menghormati.

Pemerintahan Jokowi dan Tantangan bagi Prabowo

Merefleksikan pemerintahan Presiden Jokowi selama 10 tahun terakhir, Jhon mengapresiasi berbagai capaian yang telah memungkinkan masyarakat tetap hidup nyaman hingga masa jabatannya berakhir pada Oktober lalu. Namun, ia juga menekankan bahwa beban besar kini berada di pundak Presiden Prabowo Subianto. Salah satu tantangan terbesar adalah menangani utang negara yang besar, serta menciptakan iklim investasi yang mampu membuka lapangan kerja secara nyata.

“Dari janji investasi Rp1.200 triliun, hanya sekitar Rp24 triliun yang terealisasi. Ini menggambarkan kesenjangan antara ‘das Sollen’ (apa yang seharusnya) dan ‘das Sein’ (realitas). Perbedaan ini menciptakan frustrasi di masyarakat yang membutuhkan kepastian ekonomi,” ujarnya.

Untuk itu, John menggarisbawahi pentingnya para menteri bekerja lebih efektif dalam menjelaskan rencana kerja mereka kepada publik. Ia menilai, transparansi dan pelaporan yang konsisten, seperti pada era pemerintahan Soeharto, dapat membantu masyarakat memahami arah pembangunan bangsa. “Hentikan kebohongan dengan data statistik yang tidak sesuai kenyataan. Suguhkan data yang real,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, John menyoroti fenomena “No Hope” atau kelompok masyarakat tanpa harapan yang kian meningkat akibat ketidakstabilan ekonomi. Ia menekankan perlunya tindakan tegas terhadap isu-isu seperti judi online, narkoba, dan disintegrasi sosial yang terus menggerogoti bangsa. “Tugas Presiden bukanlah menjawab semua masalah sendirian. Menteri-menteri harus proaktif dan bertanggung jawab sesuai dengan tugas mereka,” katanya.

Optimisme Menyongsong 2025

Meski tantangan berat membayangi namun John mengajak masyarakat tetap optimis terhadap masa depan bangsa. “Sejarah membuktikan bahwa bangsa ini selalu bangkit dari berbagai krisis, baik itu krisis ekonomi, bencana alam, maupun pandemi. Semua itu terjadi karena perlindungan Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Ia juga meyakini bahwa sikap optimistik tersebut adalah kunci dirinya bisa bertahan dalam berbagai situasi. Selama hampir 35 tahun, ujar Jhon, ia telah berkantor di satu lantai di Graha Mandiri. Jika bukan karena optimisme dan keyakinan yang kuat, perusahaannya mungkin sudah bangkrut sejak lama. Menyewa ruang kantor yang prestisius seperti ini jelas tidak mudah, tetapi semuanya bisa berjalan karena kemurahan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa.

“Keyakinan yang sama saya terapkan kepada Prabowo. Saya percaya, Tuhan akan senantiasa melindunginya dari tangan-tangan jahat atau niat buruk yang diarahkan kepadanya. Menjadi presiden adalah tugas yang berat dan tidak mudah dicapai. Saya sendiri pernah bercita-cita untuk menjadi presiden, tetapi gagal. Namun, saya yakin bahwa siapa pun yang terpilih menjadi presiden adalah bagian dari rencana Tuhan. Dalam hal ini, Prabowo terpilih karena kehendak-Nya, meskipun prosesnya melalui pemilu,” imbuhnya.

Mengakhiri refleksinya, DR. John Palinggi menyampaikan pesan khusus bagi umat Kristiani dan seluruh masyarakat Indonesia. “Dengan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, saya mengucapkan Selamat Natal 2024 dan Selamat Tahun Baru 2025. Semoga kita semua senantiasa diberkati dan dilindungi oleh-Nya. Mari kita memasuki tahun baru dengan semangat baru dan harapan yang lebih besar untuk masa depan yang lebih baik,” tutupnya dengan penuh haru. (David)

Tinggalkan Balasan