MAJALAHREFORMASI.com – Sosok yang satu ini selalu berhasil mencuri perhatian. Anggun, hangat, dan penuh semangat, demikian kesan yang terpancar dari Wiwiek Hargono. Di tengah kesibukannya mendampingi sang suami sebagai istri Wali Kota Bekasi serta mengemban amanah sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, Ketua KORMI, dan Ketua PUSPAGA Kota Bekasi, ia senantiasa tampil segar, menawan, dan penuh percaya diri.
Bagi Wiwiek, kecantikan bukan semata perkara riasan. Menjaga penampilan adalah bentuk penghargaan terhadap diri sendiri dan orang-orang yang ditemui. Ia pun memilih menjadi diri sendiri, tanpa merasa perlu meniru gaya orang lain.
Pola hidup seimbang dengan istirahat yang cukup, asupan bergizi, dan olahraga rutin menjadi kunci yang dijaganya. Tak kalah penting, ia selalu mengingatkan diri dan orang di sekitarnya untuk tidak lupa bahagia. Menurutnya, pikiran yang tenang dan hati yang penuh syukur akan memancarkan rasa percaya diri yang alami.
“Pada malam hari, lakukanlah introspeksi terhadap hal-hal yang masih dirasa kurang atau keliru. Niatkan untuk memperbaikinya pada masa mendatang serta mohonlah ampun atas segala ketidaksempurnaan,” ujarnya saat ditemui di tengah kesibukannya.
“Bersyukurlah karena Allah telah menganugerahkan kemampuan kepada kita untuk menuntaskan tugas-tugas yang diemban, sehingga kebahagiaan dalam hati pun terpancar melalui wajah,” lanjutnya.
Rutinitas perawatan yang tak pernah ia lewatkan justru sangat sederhana: menjaga kesehatan dari dalam. Tidur cukup dan mengelola agenda secara efektif menjadi fondasi utamanya. Setelah itu, perawatan kulit dan penggunaan produk yang sesuai kebutuhan dilakukan sebagai sentuhan akhir yang membuatnya semakin nyaman dengan dirinya sendiri.
Sebagai Ketua KORMI Kota Bekasi, Wiwiek meyakini bahwa olahraga adalah bagian dari gaya hidup. Ia membiasakan pola makan bergizi dengan mengurangi konsumsi gula berlebih dan memilih olahan yang lebih sehat. Untuk berolahraga, ia gemar melakukan workout ringan di rumah atau berjalan santai di luar ruangan.
Baginya, konsistensi jauh lebih penting daripada kesempurnaan; sesekali menyimpang tidak masalah, selama kembali pada kebiasaan baik.
Di tengah beragam tugas, keluarga tetap menjadi prioritas utama. Waktu bersama keluarga, katanya, bukan sekadar diluangkan, melainkan harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh. Kebersamaan itulah yang menjadi sumber energi fisik dan mental, sehingga ia dapat terus menebarkan semangat positif dalam setiap perannya.
Lebih lanjut, makna kecantikan, menurut Wiwiek, adalah perpaduan harmonis antara keindahan lahir dan batin. Hati yang dipenuhi empati, tutur kata yang santun, serta perilaku yang membawa manfaat bagi sesama akan memancarkan pesona yang tak lekang oleh waktu. Senyum yang tulus dan rasa syukur adalah riasan terindah yang dimiliki setiap perempuan.
Bagi perempuan yang juga disibukkan oleh banyak peran, ia berpesan agar selalu menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Mulailah dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, lalu syukuri setiap langkah yang telah ditempuh. Setiap malam, Wiwiek membiasakan diri untuk berintrospeksi, memperbaiki kekurangan, dan bersyukur atas kesempatan menyelesaikan tugas hari itu. Dari sanalah, kebahagiaan terpancar—dan kecantikan sejati pun hadir dengan sendirinya.***










