Oleh: Dra. Alida Handau Lampe Guyer, MSi
MAJALAHREFORMASI.com – Kehadiran sosok Menteri Keuangan yang baru, Purbaya Yudhi Sadewa, dalam hitungan hari segera mencuri perhatian PUBLIK. Bukan hanya karena gaya komunikasinya yang UNIK ala koboi, tetapi juga karena tampil jujur dengan PERCAYA DIRI tinggi.
Terlebih Purbaya dipercaya menempati posisi Menteri Keuangan yang teramat VITAL, sebagai BENDAHARA UMUM negara, DIRIGENT, sekaligus penjaga gawang keuangan NEGARA.
Kehadiran PEMIMPIN ORISINAL seperti ini membawa angin SEGAR. Memberikan HARAPAN, semangat, dan DARAH baru bagi masyarakat yang tengah berada dalam kondisi LESU dan kekurangan DARAH akibat himpitan EKONOMI yang MENDERA.
Apalagi KEINGINTAHUAN masyarakat sangat BESAR terhadap KAPASITAS kepakaran Purbaya dalam menggawangi PEREKONOMIAN negara yang sedang berada dalam kondisi TIDAK baik baik saja.
Bahkan sejumlah pengamat EKONOMI menilai kondisi Indonesia sudah berada di ambang TUBING krisis KEBANGKRUTAN.
Tentu Presiden Prabowo telah menimbang dan mengamati dengan MATANG tingkat KEHANDALAN Menteri KEUANGAN Purbaya sebelum akhirnya memutuskan pengangkatannya.
Pernyataan Purbaya yang TEGAS dan SEDERHANA—berjanji memperbaiki kehidupan masyarakat miskin dengan menciptakan sebanyak mungkin lapangan KERJA, serta menegaskan tidak akan memajaki rakyat miskin maupun menaikkan PAJAK—langsung meraih simpati luas. Pernyataan sederhana ini mengena tepat ke jantung permasalahan yang dirasakan rakyat.
Uniknya, Purbaya mampu menyampaikan permasalahan EKONOMI yang BERAT dengan gaya bicara koboi yang RINGAN, disertai sedikit BERCANDA namun tetap JUJUR dan layak DIPERCAYA.
Daya tarik khas inilah yang membuat saya penasaran hingga berusaha menelusuri lebih jauh KEBERADAAN dan KESEHARIAAN beliau bersama keluarga, istri, dan anak-anaknya.
Penemuan saya mengkonfirmasi keunikannya. Meski menjabat posisi TINGGI, Purbaya bersama istri tetap menempatkan diri BIASA saja. Tidak segan naik BAJAY, makan di warung pinggir jalan, dengan pakaian sederhana tanpa mengada-ada.
Pak Menteri Purbaya, kami rakyat biasa menyambut kehadiran Bapak dengan HANGAT, seraya menaruh HARAPAN BESAR di pundakmu akan keberpihakan NEGARA kepada rakyat miskin dan TERPINGGIRKAN.
“JANGAN BERUBAH”
TETAPlah menjadi dirimu sendiri yang UNIK dengan gaya bicara koboimu. Gaya orisinalmu terasa menyentuh dan TIDAK BERJARAK. Rakyat merasa lebih dekat dan HANGAT.
Selamat datang Pak Menteri Purbaya, selamat bekerja “BERSAMA KITA BISA”. (*)








