PT Synpulse Indonesia Jalin Kerja Sama dengan MPK, Salurkan Bantuan CSR untuk Korban Bencana di Sibolga

MAJALAHREFORMASI.com – PT Synpulse Indonesia Management Consulting bekerja sama dengan Majelis Pendidikan Kristen (MPK) menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa laptop untuk mendukung keberlanjutan pendidikan di SD 1 Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Bantuan tersebut merupakan respons atas kebutuhan sekolah yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Sejumlah perangkat pembelajaran rusak dan tidak lagi dapat digunakan secara maksimal. Pihak sekolah pun mengajukan kebutuhan 20 unit laptop guna menunjang kembali proses belajar mengajar.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Country Head PT Synpulse Indonesia Management Consulting, Inge Halim, kepada David Iskandar yang hadir mewakili Ketua Umum MPK Indonesia, Handi Irawan D..

Dalam sambutannya, Inge mengatakan kehadirannya memiliki makna ganda. Ia datang sebagai perwakilan perusahaan sekaligus sebagai Pembina Kembang Kasih, platform donasi yang diluncurkan MPK sebagai wadah penggalangan dana berbasis komunitas.

“Dari perusahaan, mungkin pemberian ini masih kecil. Namun biarlah ini menjadi tanda kasih bagi pihak yang membutuhkan,” ujar Inge. Ia berharap bantuan tersebut menyampaikan pesan bahwa para siswa dan guru di Sibolga tidak sendiri dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana.

Menurutnya, kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi penyemangat besar bagi mereka yang sedang berjuang bangkit.

Kembang Kasih, Wadah Donasi Terintegrasi

Dalam kesempatan yang sama dijelaskan bahwa MPK saat ini tengah mengembangkan platform Kembang Kasih sebagai saluran resmi penggalangan dan penyaluran bantuan, khususnya bagi warga dan sekolah-sekolah terdampak bencana.

Platform ini menyasar partisipasi umat Kristiani yang ingin terlibat membantu, namun kerap mengalami kebingungan dalam menentukan lembaga penyalur yang tepat dan transparan. Melalui Kembang Kasih, MPK memastikan seluruh donasi disalurkan 100 persen tanpa potongan biaya administrasi.

“Kami pastikan setiap donasi yang masuk disalurkan sepenuhnya. Penerima bantuan juga diwajibkan membuat laporan pertanggungjawaban yang ditayangkan di platform, sehingga transparansi tetap terjaga,” kata Inge.

Dengan demikian, bantuan laptop untuk SD 1 Sibolga tidak hanya menjadi bagian dari program CSR perusahaan, tetapi juga terintegrasi dalam gerakan kepedulian yang lebih luas melalui Kembang Kasih.

Menjelang perayaan Paskah, MPK berharap platform ini dapat menjadi sarana konkret untuk menumbuhkan semangat berbagi dan empati.

Pendidikan Tak Boleh Berhenti

Sementara itu, David Iskandar berharap bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan proses belajar mengajar, khususnya di wilayah terdampak bencana seperti Sibolga.

Ia mengakui bahwa pemerintah memiliki kapasitas terbesar dalam penanganan bencana. Namun dukungan dari sektor swasta dan masyarakat menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.

“Ini salah satu pembuktian bahwa kita masih peduli terhadap kemajuan pendidikan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Kembang Kasih mulai diinisiasi MPK pada Oktober lalu bertepatan dengan terjadinya bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara. Dalam dua bulan, penggalangan dana ditargetkan mencapai Rp 500 juta.

Hingga penutupan pada Desember, dana yang terkumpul mencapai Rp 565 juta atau melampaui target yang ditetapkan.

Melalui kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga pendidikan, bantuan ini diharapkan tidak hanya memulihkan sarana belajar, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah situasi sulit. (*)