Pentakosta: Momentum Kebangkitan Rohani dan Pengharapan bagi Dunia Modern

MAJALAHREFORMASI.com – Umat Kristen di seluruh dunia kembali memperingati Hari Pentakosta, sebuah perayaan penting yang menandai turunnya Roh Kudus atas murid-murid Tuhan Yesus sebagaimana tertulis dalam Kitab Kisah Para Rasul pasal 2.

Peristiwa itu diyakini sebagai awal lahirnya gereja mula-mula sekaligus dimulainya pencurahan kuasa Roh Kudus bagi orang percaya.

Gembala Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia (GSPDI) Jemaat Filadelfia Bellezza Permata Hijau, Jakarta Selatan, Mulyadi Sulaeman mengatakan, Pentakosta memiliki makna mendalam bagi kehidupan umat Kristen hingga saat ini.

“Pentakosta menandai lahirnya gereja mula-mula dan dimulainya pencurahan kuasa Roh Kudus bagi semua orang. Bagi orang Kristen, hal ini berarti Tuhan Yesus tidak meninggalkan umat-Nya sendiri. Ia hadir menguatkan, menolong, menghibur, dan memimpin orang percaya untuk hidup sesuai kehendak Allah,” ujarnya.

Menurut Mulyadi, Pentakosta juga menjadi pengingat bahwa kekristenan bukan sekadar agama ritual semata, melainkan kehidupan yang dipenuhi kuasa dan hadirat Tuhan.

Ia menjelaskan, Hari Pentakosta penting bagi umat Kristen karena merupakan penggenapan janji Tuhan Yesus tentang Roh Kudus. Selain itu, Pentakosta menegaskan bahwa gereja dipanggil menjadi saksi Kristus bagi dunia.

“Pelayanan tidak dapat dilakukan hanya dengan kekuatan dan kepintaran manusia, tetapi memerlukan penyertaan Roh Kudus. Pentakosta juga menjadi momentum refleksi agar gereja tetap hidup dalam doa, kesatuan, kasih, dan kuasa Tuhan seperti gereja mula-mula,” katanya.

Relevansi Pentakosta di Era Modern

Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, Mulyadi menilai pesan Pentakosta tetap relevan. Menurut dia, masyarakat modern saat ini menghadapi berbagai persoalan seperti krisis moral, tekanan ekonomi, konflik sosial, kecemasan, kesepian, hingga kehilangan arah hidup.

“Kemajuan teknologi tidak selalu diikuti dengan kedewasaan rohani dan kasih terhadap sesama. Di sinilah pesan Pentakosta menjadi sangat penting. Roh Kudus memberikan kekuatan di tengah kelemahan dan hikmat menghadapi zaman yang penuh ketidakpastian,” tutur dia.

Ia juga menekankan bahwa Roh Kudus mempersatukan di tengah polarisasi dan perpecahan, sekaligus membangkitkan kasih, integritas, dan kepedulian sosial.

“Gereja dipanggil bukan hanya aktif di dalam gedung gereja, tetapi menjadi terang dan garam dunia dengan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” lanjutnya.

Harapan di Momentum Pentakosta

Dalam momentum Pentakosta tahun ini, Mulyadi berharap gereja-gereja mengalami lawatan Roh Kudus yang baru sehingga perayaan tidak berhenti pada seremoni dan pengingat sejarah semata.

“Saya berharap jemaat Tuhan sungguh-sungguh mengalami pembaruan rohani, kebangkitan doa, dan kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih lagi,” katanya.

Ia juga menaruh harapan besar kepada generasi muda Kristen agar dipenuhi Roh Kudus dan menjadi generasi yang mengasihi Tuhan, hidup kudus, serta berani menjadi saksi Kristus di tengah dunia modern yang sekuler.

“Kiranya peringatan Pentakosta tahun ini membangkitkan kasih mula-mula kepada Kristus, semangat pelayanan, persatuan tubuh Kristus, dan keberanian membawa pengharapan bagi bangsa dan dunia,” ucapnya.

Pesan untuk Umat

Mulyadi mengingatkan umat Kristen agar tidak hanya mengandalkan kemampuan dan kekuatan diri sendiri dalam menghadapi tantangan hidup.

“Dunia boleh berubah semakin cepat dan tantangan semakin berat, tetapi Roh Kudus tetap bekerja dan menyertai umat Tuhan. Mari membuka hati bagi pekerjaan Roh Kudus untuk hidup dalam pertobatan, doa, kasih, dan ketaatan kepada firman Tuhan,” pesannya.

Ia berharap gereja Tuhan tidak menjadi penonton terhadap perkembangan zaman, melainkan hadir membawa terang, damai sejahtera, dan pengharapan.

“Biarlah api Pentakosta tetap menyala dalam hati kita sehingga hidup kita menjadi kesaksian yang memuliakan Tuhan, baik di keluarga, gereja, pekerjaan, maupun masyarakat. Kita percaya Roh Kudus masih terus berkarya sampai hari ini,” pungkas mantan Ketua Umum Sinode GSPDI tersebut dalam wawancaranya. ***