Dari Mekkah, Wiwiek Hargono Mengajak Masyarakat Menjadikan Idul Adha Sebagai Inspirasi Kepedulian dan Kebersamaan

MAJALAHREFORMASI.com – Hari Raya Idul Adha tahun ini memiliki makna yang sangat istimewa bagi Wiwiek Hargono. Saat ini ia berada di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji bersama  beberapa sahabatnya. Momen tersebut membuatnya semakin merasakan esensi ketaatan, kepasrahan, dan keikhlasan yang menjadi makna utama Idul Adha. Baginya, hari raya kurban bukan hanya tentang “mengorbankan”, tetapi juga menjadi pengingat untuk selalu bersyukur.

Bagi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi itu, nilai terpenting dalam semangat berkurban adalah berbagi. Berbagi dengan tulus, memperkuat rasa empati, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, ketika mereka yang mampu membantu yang kurang mampu, akan tumbuh semangat saling membantu dan saling menguatkan sehingga tercipta suasana yang rukun dan guyub di tengah masyarakat.

Wiwiek yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dekranasda Kota Bekasi menilai tradisi Idul Adha merupakan kekuatan yang hidup di tengah masyarakat. Semangat gotong royong terlihat dalam seluruh proses pelaksanaan kurban, mulai dari penyembelihan hingga pembagian daging kepada warga. Tradisi tersebut menjadi cerminan nilai persatuan dan kebersamaan yang terus terjaga.

Kebahagiaan tersendiri, lanjut istri dari Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ini dalam wawancara melalui sambungan teleponnya menuturkan, hadir saat daging kurban dapat dibagikan kepada masyarakat yang mungkin hanya dapat menikmati daging setahun sekali.  Menurutnya, jika keikhlasan untuk berbagi kepada sesama tidak hanya dilakukan saat Idul Adha, maka kehidupan akan terasa lebih indah bagi semua manusia.

Sebagai Ketua KORMI Kota Bekasi, Wiwiek berharap Hari Raya Idul Adha menjadi pengingat untuk selalu bersyukur, ikhlas, dan lebih peduli terhadap sesama. Ia juga mengajak masyarakat menjadikan kurban sebagai inspirasi untuk berbagi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kebersamaan di lingkungan masing-masing.

Harapan tersebut, menurutnya, akan membawa kehidupan masyarakat yang semakin rukun, guyub, damai, nyaman, dan sejahtera. Nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh dari semangat berkurban diharapkan terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ditanya suasana Idul Adha di Mekkah, Wiwiek Hargono mengaku merasakan nuansa yang begitu khidmat dan penuh haru. Jutaan umat Muslim dari berbagai penjuru dunia berkumpul untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam suasana yang sarat makna spiritual. Baginya, pemandangan tersebut menggambarkan persatuan, kasih sayang, dan kepedulian antarsesama, sekaligus menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri atas kehidupan yang telah dijalani.

Di Tanah Suci, setiap jamaah memohon ampunan dan bimbingan Allah SWT untuk langkah kehidupan ke depan. Meski datang dari berbagai negara, bahasa, dan budaya, seluruh jamaah memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT. Menurut Wiwiek, yang membedakan nantinya adalah bagaimana hasil ibadah tersebut mampu menjadikan seseorang lebih baik dalam menjalani kehidupannya. (*)