MAJALAHREFORMASI.com – Di balik senyum dan penampilan yang terlihat indah, banyak perempuan yang sebenarnya sedang berjuang menerima diri mereka sendiri. Di tengah standar kecantikan yang kerap membuat seseorang merasa kurang, Tri Ayu Nabila justru memilih memaknai cantik dengan cara yang lebih sederhana namun penuh arti.
Baginya, kecantikan bukan hanya tentang apa yang terlihat dari luar, melainkan tentang rasa percaya diri, rasa syukur, dan bagaimana seseorang mampu menerima proses hidupnya dengan tulus.
Perempuan muda yang memiliki ketertarikan besar di dunia fashion dan modeling ini percaya bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan jalannya masing-masing. Karena itu, menjadi diri sendiri adalah hal terpenting untuk menemukan kecantikan yang sesungguhnya.
“Cantik adalah ketika seseorang mampu menjadi dirinya sendiri dengan penuh rasa percaya diri. Cantik tidak hanya terlihat dari luar, tetapi juga terpancar dari sikap, cara berpikir, dan bagaimana kita memperlakukan orang lain dengan baik,” ujar Tri Ayu Nabila saat ditemui wartawan.
Pandangan itu bukan hadir begitu saja. Tri Ayu mengaku bahwa rasa percaya diri tumbuh dari proses belajar menerima diri sendiri apa adanya. Ia memahami bahwa setiap orang pasti memiliki kekurangan, namun hal tersebut bukan alasan untuk berhenti berkembang.
Menurutnya, rasa syukur menjadi kunci penting dalam membangun kepercayaan diri. Dengan menerima apa yang telah Tuhan berikan, seseorang akan lebih mampu menghargai dirinya sendiri dan terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
“Yang membuat saya percaya diri adalah ketika saya belajar menerima diri saya apa adanya dan terus berusaha menjadi versi terbaik dari diri saya sebelumnya. Percaya diri juga datang dari rasa syukur atas apa yang sudah Tuhan berikan,” katanya.
Sebagai sosok yang aktif di dunia fashion dan modeling, Tri Ayu tidak menampik bahwa penampilan memang memiliki peran penting. Penampilan menjadi kesan pertama ketika seseorang dilihat oleh orang lain. Namun baginya, penampilan saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan sikap dan kepribadian yang baik.
“Penampilan memang penting karena itu adalah kesan pertama saat orang melihat kita. Tetapi bagi saya, penampilan akan jauh lebih berarti ketika diiringi dengan sikap yang baik, sopan santun, dan kepribadian yang positif,” tuturnya.
Bagi Tri Ayu Nabila, kecantikan sejati adalah perpaduan antara cantik fisik dan cantik hati. Fisik mungkin menjadi hal pertama yang terlihat, tetapi cara seseorang berbicara, bersikap, dan menghargai orang lain adalah hal yang akan membuat seseorang benar-benar terlihat berkesan.
Di tengah era media sosial yang penuh dengan penilaian dan perbandingan, Tri Ayu memilih untuk tetap fokus pada tujuan hidupnya. Ia menjadikan kritik yang membangun sebagai motivasi untuk memperbaiki diri, sementara penilaian negatif tidak ia biarkan mematahkan semangatnya untuk terus berkembang.
“Saya menerima penilaian orang sebagai bahan pembelajaran. Jika itu kritik yang membangun, saya jadikan motivasi untuk memperbaiki diri. Namun jika itu hanya penilaian negatif, saya memilih tetap fokus pada tujuan dan terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya.
Melalui perjalanan dan proses yang dijalani, Tri Ayu berharap dirinya bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang, terutama perempuan muda, agar tidak takut bermimpi dan tetap percaya pada diri sendiri. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda dan tidak seharusnya merasa kecil hanya karena membandingkan diri dengan orang lain.
“Jangan pernah merasa kecil hanya karena membandingkan diri dengan orang lain,” pesannya.
“Setiap orang memiliki jalan masing-masing. Percayalah pada diri sendiri, terus berkembang, dan jangan takut untuk bersinar dengan cara kamu sendiri,” katanya melanjutkan.
Dengan semangat, kerja keras, dan rasa syukur, Tri Ayu Nabila menunjukkan bahwa kecantikan sejati bukan tentang menjadi sempurna di mata semua orang. Lebih dari itu, kecantikan adalah tentang menerima diri, menjalani proses kehidupan dengan ikhlas, dan terus melangkah menjadi versi terbaik dari diri sendiri. ****












