Refleksi Akhir Tahun, Ketum Laskar Prabowo 08 Devi Taurisa: Tahun Konsolidasi Bangsa dan Penguatan Kepercayaan Publik

MAJALAHREFORMASI.com Menjelang berakhirnya tahun 2025, dinamika nasional yang diwarnai oleh isu lingkungan, tantangan ekonomi global, serta berbagai dinamika politik yang sempat viral di ruang publik menjadi bahan refleksi bersama. Ketua Umum Laskar Prabowo 08, Devi Taurisa, menilai tahun ini sebagai fase penting konsolidasi bangsa pasca-transisi kepemimpinan nasional.

Dalam refleksi akhir tahun yang disampaikan Rabu (31/12/2025), Devi menuturkan bahwa masyarakat Indonesia telah melalui tahun yang penuh tantangan, sekaligus harapan baru, seiring dimulainya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Tahun 2025 mengajarkan kita tentang arti kesabaran, kepercayaan, dan keberanian untuk menata ulang arah bangsa. Banyak isu muncul dan viral, tetapi justru di situlah kedewasaan demokrasi kita diuji,” ujar Devi.

Sepanjang tahun ini, perhatian publik tersita oleh berbagai peristiwa, mulai dari bencana ekologis, isu pencemaran lingkungan, hingga dampak perubahan iklim yang memicu banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah daerah. Devi menegaskan bahwa tantangan tersebut harus dihadapi secara utuh, tanpa memisahkan agenda pembangunan dari tanggung jawab sosial dan lingkungan.

“Lingkungan hidup adalah amanah bersama. Pembangunan tidak boleh lepas dari tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjaga alam dan keselamatan rakyat,” kata Devi.

Di sisi lain, ia juga menyinggung dinamika politik nasional yang sempat memanas di ruang digital, termasuk kritik tajam, perbedaan pandangan, dan perdebatan kebijakan. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat, selama tetap berada dalam koridor etika dan persatuan.

Devi menilai sejumlah program awal pemerintahan Presiden Prabowo mulai menunjukkan arah yang jelas, terutama dalam isu ketahanan pangan, penguatan sektor pertahanan, dan stabilitas ekonomi nasional. Ia meminta masyarakat memberi ruang bagi pemerintah untuk bekerja, sembari tetap menjalankan fungsi kontrol secara konstruktif.

“Kritik itu penting, tapi harapan juga harus kita jaga. Pemerintahan ini sedang bekerja meletakkan fondasi jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai organisasi relawan, Laskar Prabowo 08 sepanjang 2025, lanjut Devi, berfokus pada penguatan konsolidasi akar rumput, pendidikan politik kebangsaan, serta kegiatan sosial kemasyarakatan. Organisasi ini juga aktif membantu masyarakat terdampak bencana dan mendorong narasi persatuan di tengah polarisasi pasca-Pemilu.

“Kami berupaya hadir bukan hanya saat politik elektoral, tetapi juga dalam kerja-kerja sosial, edukasi, dan penguatan solidaritas nasional,” kata Devi.

lebih lanjut, ia menyebut peran pembina Laskar Prabowo 08, Hashim Djojohadikusumo, menjadi sumber inspirasi tersendiri bagi organisasi. Menurut Devi, Hashim secara konsisten mendorong relawan untuk berpikir strategis, menjaga etika publik, dan mendukung pemerintahan dengan cara yang dewasa dan inklusif.

“Beliau selalu mengingatkan bahwa relawan harus berperan aktif dalam mendukung sekaligus mengawasi jalannya program-program pemerintah agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat,” ungkapnya.

Menjelang 2026, Devi menilai tantangan bangsa tidak akan semakin ringan. Isu ekonomi global, geopolitik, serta perubahan iklim masih akan membayangi. Namun, ia optimistis Indonesia memiliki modal sosial yang kuat untuk melangkah maju.

Menutup refleksinya, Devi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan pengalaman tahun ini sebagai pelajaran berharga.

“Kita mungkin melalui masa yang penuh ujian. Namun, bangsa ini selalu menemukan cara untuk bertahan dan bangkit. Berangkat dari pengalaman itulah, saya berharap tahun depan menjadi ruang kolaborasi yang lebih luas demi Indonesia yang kuat, adil, dan bersatu,” pungkasnya.

“Atas nama pribadi dan keluarga besar Laskar Prabowo 08, saya mengucapkan selamat menyambut Tahun Baru 2026 kepada seluruh masyarakat Indonesia. Mari kita jaga semangat, persatuan, dan optimisme, serta terus berkontribusi secara positif sesuai peran masing-masing demi kemajuan bangsa,” ujar Devi. (*)