MAJALAHREFORMASI.com – Imajinari kembali bikin gebrakan! Setelah merilis poster karakter dan menghadirkan pertunjukan komedi, kini giliran Music Video (MV) “Tinggal” yang dirilis ke publik. Lagu ini dinyanyikan langsung oleh Mawar de Jongh, pemeran Kerin dalam film Tinggal Meninggal (TingNing), dan menjadi bagian penting dari semesta naratif filmnya: segar, ironis, dan penuh rasa.
Disutradarai oleh Kristo Immanuel, MV ini diproduksi bareng Acierto Visuals, Imajinari, dan Trinity Optima Production. Dengan memadukan 16 jenis kamera berbeda, dari handycam lawas hingga kamera modern, MV “Tinggal” tampil dalam gaya retro yang unik, berpadu dengan nada upbeat dan aransemen enerjik—meski tetap menyimpan rasa getir penyesalan di balik liriknya.
Melalui MV ini, Mawar tampil jauh dari citranya yang mellow dan balad. Ia hadir dalam gaya Y2K yang centil, nyentrik, dan playful—dari kostum, tatanan rambut, hingga vibe keseluruhan klip. Tapi kejutan nggak berhenti di situ—ada satu momen tak terduga di akhir video yang cuma bisa kamu temukan kalau nonton sendiri.
“Tinggal” juga menandai warna baru dalam perjalanan musik Mawar. Lagu ini bukan sekadar soundtrack, tapi bagian utuh dari cerita Gema dalam film. Bercerita tentang penyesalan, ketakutan ditinggal, dan keraguan akan maaf, liriknya sederhana tapi menohok.
“Lagu ini ngajak kita jujur sama diri sendiri. Kadang kita baru sadar waktu semuanya udah terlambat. Tapi rasa sesal juga bisa jadi titik sadar,” ujar Mawar tentang lagunya.
Imajinari: Cerita Bisa Hadir Lewat Banyak Medium
Dengan dirilisnya MV “Tinggal”, Imajinari menegaskan komitmennya: cerita bisa disampaikan lewat banyak cara—dari film, pertunjukan komedi, hingga lagu dan video klip. Semuanya digarap dengan kreativitas dan konsistensi visi dari sang sutradara.
MV “Tinggal” sudah bisa ditonton di kanal YouTube Trinity Optima Production, dan info lengkap bisa diakses lewat media sosial @imajinari, @tingning.official, dan @trinityoptima.
Lebih lanjut, Film Tinggal Meninggal (TingNing) akan tayang serentak di bioskop mulai 14 Agustus 2025. Disutradarai oleh Kristo Immanuel bersama Jessica Tjiu, dan diproduseri oleh Dipa Andika dan Ernest Prakasa, film ini menawarkan kisah getir tentang duka, absurditas hidup, dan kesendirian—dalam bungkus komedi yang segar dan menyentil.
Sudah siap ketawa getir bareng Gema dan kawan-kawan?






