MAJALAHREFORMASI.com – Konsolidasi bukan sekadar berkumpul dan menyusun agenda. Bagi sebuah organisasi, konsolidasi menjadi momentum untuk mengevaluasi perjalanan, memperkuat soliditas, sekaligus memastikan setiap anggota mampu memberi kontribusi nyata.
Semangat itulah yang mengemuka dalam Rapat Kerja Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Laskar Prabowo 08 di Kantor Sekretariat Laskar Prabowo 08, East Tower Lantai 9, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/9).
Laskar Prabowo 08 menempatkan Hashim Djojohadikusomo sebagai Ketua Dewan Pembina. Sementara Raker dihadiri jajaran pengurus, Direktur Utama RRI Hendrasmo, serta Saut Sitompul yang memberikan paparan motivasi mengenai pentingnya profesionalitas dan etos kerja organisasi.
Ketua Umum Laskar Prabowo 08, Devi Taurisa, menegaskan pentingnya konsolidasi dan soliditas dengan semangat “Bersatu, Berintegritas, Bergerak, untuk Indonesia Maju.”
Devi mengingatkan tiga visi organisasi, yakni mengawal pemerintahan Prabowo Subianto periode 2024-2029, berpartisipasi aktif dalam implementasi program dan kebijakan pemerintah, serta menjaga basis pendukung menuju Indonesia Emas.
Visi tersebut dijalankan melalui edukasi dan informasi, analisa serta evaluasi kebijakan, kajian strategis terhadap persoalan politik, hukum, ekonomi, sosial dan budaya, serta pembukaan dan pembinaan relawan baru. Untuk mendukungnya, Laskar Prabowo 08 menyiapkan berbagai program, antara lain seminar, diskusi dan FGD, kajian strategis, pembinaan anggota, hingga pemberdayaan ekonomi relawan melalui usaha organisasi.
Yang tak kalah penting, Raker ini juga menjadi forum bagi setiap divisi untuk memaparkan program kerja dan rencana kegiatan mereka ke depan. Paparan masing-masing divisi menjadi bagian penting dalam menyelaraskan langkah organisasi, memperjelas tugas dan target setiap bidang, sekaligus memastikan program yang telah disusun tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja nyata dan terukur.
“Setelah perjalanan organisasi sampai hari ini, apa yang harus kita perkuat dalam diri kita sendiri agar persatuan, integritas dan gerak kita benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan Indonesia?” kata Devi dalam pesan reflektifnya kepada peserta.
Dorong Etos Kerja Profesional
Dalam Raker tersebut, Saut Sitompul yang dikenal sebagai motivator mengajak seluruh pengurus menjadikan rapat kerja sebagai momentum evaluasi.
Menurutnya, organisasi membutuhkan anggota yang tidak sekadar hadir, tetapi memiliki pengetahuan, keterampilan, karakter dan kemauan untuk bergerak.
Ia memperkenalkan evaluasi melalui konsep 3SI dan 3AT. Anggota didorong memperkuat knowledge, skills, dan attitude, kemudian menerjemahkannya melalui aksi nyata, peningkatan profesionalitas, serta karya yang dapat diberikan bagi organisasi dan pemerintahan.
Saut juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi dan kolaborasi, sekaligus membuka diri terhadap masukan dari tokoh, senior, ulama, tokoh masyarakat, motivator dan berbagai unsur lainnya.
Sebaliknya, organisasi perlu menghindari sikap pasif, kurang disiplin, ego kelompok, komunikasi buruk, minim kolaborasi, takut berinovasi, orientasi jabatan, kurang bertanggung jawab, mudah terpecah, serta terlalu banyak rapat dan wacana tanpa hasil terukur.
“Organisasi harus diwujudkan menjadi organisasi yang lebih kuat,” menjadi salah satu penekanan dalam paparannya.
Dari Relawan Menuju Organisasi yang Bertumbuh
Laskar Prabowo 08 lahir pada 15 Juni 2023 sebagai wadah relawan pendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024. Dalam perkembangannya, organisasi yang dinahkodai Devi Taurisa ini membangun kepengurusan di berbagai daerah dan terus memperluas aktivitasnya.
Perjalanan tersebut membuat tantangan organisasi ikut berkembang. Jika sebelumnya fokus pada konsolidasi relawan menghadapi momentum politik 2024, kini Laskar Prabowo 08 dituntut membangun organisasi yang lebih profesional, terstruktur dan berkelanjutan.
Karena itu, Raker DPN menjadi momentum untuk menyatukan kembali langkah organisasi. Bukan hanya memperkuat struktur dan meningkatkan kapasitas anggota, tetapi juga menyatukan program setiap divisi dalam satu arah kerja organisasi, menjaga soliditas, serta memastikan setiap rencana kerja dapat diwujudkan dalam kegiatan yang memberi manfaat nyata bagi organisasi, masyarakat, dan Indonesia.***






