SHALOM PRABOWO

Oleh: Dra. Alida Handau Lampe. MSi

MAJALAHREFORMASI.com – Angka delapan HARUS DIAKUI memang sangat SAKTI bagi Presiden Prabowo Soebianto.

Pidato bersejarah Presiden Prabowo di usia PBB yang ke-80 tahun begitu MENGGETARKAN dan menjadi perhatian pemimpin negara-negara di DUNIA.

Pidato Prabowo di PBB menunjukkan bahwa Indonesia merupakan bagian dari negara-negara besar yang suaranya PATUT diperhatikan.

Prabowo menunjukkan dengan LUGAS bahwa Indonesia tidak hanya menyuarakan MASALAH, tetapi juga tampil sebagai pemecah berbagai persoalan dunia, seperti PERDAMAIAN dunia, perubahan IKLIM, ketahanan PANGAN, dan sistem EKONOMI Internasional yang lebih ADIL.

Presiden Prabowo dalam pidatonya yang berapi-api dan penuh wibawa menyerukan kepada negara-negara anggota PBB untuk mengutuk kekerasan terhadap warga sipil di GAZA yang ia sebut sebagai GENOSIDA. Ia juga mengajak seluruh pihak bersatu mengambil langkah NYATA mewujudkan PERDAMAIAN.

Presiden Prabowo mengatakan dengan TEGAS bahwa Indonesia siap mengirimkan 20.000 pasukan penjaga PERDAMAIAN beserta bantuan PENDANAAN.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan mengakui ISRAEL apabila ISRAEL mengakui kemerdekaan negara PALESTINA.

Solusi DUA NEGARA adalah jalan mutlak bagi terwujudnya PERDAMAIAN Palestina-Israel.

Kesempatan Presiden Prabowo menyampaikan pidato di PBB, setelah 10 tahun absen, menjadi simbol kebanggaan nasional dan momentum bersejarah bagi Indonesia, sekaligus menunjukkan keberhasilan diplomasi Indonesia di tingkat global.

Urutan pidato Prabowo setelah Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan bahwa kepemimpinan Indonesia sangat didengar di panggung global.

Prabowo dengan PENGETAHUAN dan KEPERCAYAAN DIRI tinggi menunjukkan kepada DUNIA bahwa Indonesia MAMPU berperan AKTIF dalam menjaga perdamaian dan kerja sama global, serta menjadi teladan bagi negara-negara lain dalam memperjuangkan keadilan dan inklusivitas dalam tata kelola dunia.

Yang sungguh menarik bagi Saya justru kalimat penutup pidato Presiden Prabowo. Kata pamungkas SHALOM berhasil menyentuh perhatian MEDIA ISRAEL, seperti The Jerusalem Post dan Waktu Israel.

Penggunaan kata “Shalom” dalam bahasa IBRANI yang berarti DAMAI oleh Presiden Prabowo dianggap sebagai simbol kesediaan untuk berdamai sekaligus menunjukkan bahwa Indonesia terbuka untuk berkomunikasi dengan Israel.

Indonesia adalah salah satu negara MUSLIM terbesar di DUNIA dan TIDAK memiliki hubungan DIPLOMATIK dengan ISRAEL. Namun Prabowo menunjukkan kesediaan untuk berdamai dan mengakui ISRAEL.

Intuisi saya tergetar: mungkin kata kunci SHALOM dalam penutup pidato Presiden Prabowo berhasil menyentuh dan melunakkan KEKERASAN HATI ISRAEL, serta memberi isyarat halus terbukanya ruang DIPLOMASI dan NEGOSIASI bagi tercapainya PERDAMAIAN dengan solusi DUA NEGARA Palestina-Israel. (*)