Perayaan Natal Jhon SE Panggabean, SH, MH & Associates, Momentum Syukur dan Kesaksian Iman

MAJALAHREFORMASI.com – Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan menyelimuti Hotel John’s Pardede saat kantor hukum Jhon SE Panggabean, SH, MH & Associates menggelar perayaan Natal bersama, Jumat (19/12/2025).

Acara ini menjadi momen istimewa yang tidak hanya diisi dengan ibadah, tetapi juga kesaksian iman dan ungkapan syukur bersama keluarga besar.

Perayaan Natal tahun ini mengangkat tema “Dia datang ke dunia untuk menebus dosa manusia dan menyediakan tempat bagi mereka yang mengasihi-Nya”, terinspirasi dari firman Tuhan dalam Injil Matius 20:28.

Tema tersebut disampaikan melalui khotbah yang dibawakan oleh Ps. Samuel Panggabean, yang juga merupakan putra dari Jhon Panggabean.

Dalam khotbahnya, Ps. Samuel mengajak seluruh jemaat untuk merenungkan kembali makna Natal yang sejati. “Berapa kali kita memperingati kelahiran Tuhan? Namun sudahkah kita benar-benar memahami tujuan kedatangan-Nya?” ucapnya dengan penuh penekanan.

Ia menjelaskan bahwa Yesus Kristus meninggalkan zona nyaman-Nya di surga untuk turun ke dunia, lahir sebagai manusia, dengan satu misi besar: menebus dosa umat manusia.

“Yesus dilahirkan untuk mati. Ia datang membawa misi penebusan, keselamatan, dan kabar baik bagi semua orang,” ungkapnya.

Menurut Ps. Samuel, dalam pemahaman bahasa Yunani, dosa diartikan sebagai kesalahan atau hutang yang harus dibayar. Namun, hutang dosa manusia tidak mampu dilunasi dengan harta maupun perbuatan baik.

“Tuhan sendiri yang telah membayar lunas hutang itu melalui pengorbanan-Nya di kayu salib,” katanya, merujuk pada firman Kolose 2:14.

Ia juga menyinggung beberapa kisah Alkitab sebagai bukti nyata kuasa pengampunan dan pemulihan Tuhan, seperti pengampunan terhadap perempuan yang berzinah dalam Yohanes 8:11, serta mukjizat penyembuhan orang lumpuh dalam Markus 2:9–11.

Lebih lanjut, Ps. Samuel menyampaikan ciri-ciri orang yang sungguh mengasihi Tuhan, yakni berani meninggalkan masa lalu melalui pertobatan, mau mengikuti proses Tuhan dalam kehidupan, serta senantiasa mengandalkan penyertaan-Nya dalam setiap langkah.

Sementara itu, Jhon Panggabean dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa syukur mendalam karena dapat merayakan Natal bersama istri, anak-anak, hingga cucu-cucunya. Ia pun membagikan kesaksian hidupnya tentang perjalanan iman yang penuh liku.

“Saya pernah menjauh dari Tuhan, dan saat itu hidup saya ditegur melalui sakit penyakit. Namun Tuhan memulihkan saya,” tuturnya dengan suara bergetar.

Menurut Jhon, proses tersebut menjadi titik balik yang membawanya kembali kepada Tuhan hingga kini dapat menikmati kehidupan yang penuh damai bersama keluarga tercinta.

Perayaan Natal ini pun ditutup dengan doa dan kebersamaan, meninggalkan pesan kuat tentang kasih, pengampunan, serta harapan baru yang menjadi inti dari makna Natal itu sendiri.

Perayaan Natal tersebut selain dihadiri pimpinan dan keluarga besar Kantor Advokat Jhon Panggabean, juga tampak Ketua Umum DPP Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Pdt. Brigjen TNI (Purn) Harsanto Adi, M.Th., Gembala Gepenkris Jakarta Pdt. Dr. Solider Siringo-ringo, Pdt. B. Simatupang, S.Th, Ketum Panggabean se-Jabodetabek Jhonny Panggabean, Dr. dr. Sahala Panggabean, Sp.PD-KGH, sejumlah pengacara, serta puluhan jurnalis Kristiani dari dua organisasi. (*)