MAJALAHREFORMASI.com – Film terbaru produksi VMS Studio, Assalamualaikum Baitullah, resmi tayang serentak di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Sejak perilisan trailer hingga special screening, film yang disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu ini telah mendapat sambutan hangat dari publik. Kini, Assalamualaikum Baitullah hadir di lebih dari 331 layar bioskop, termasuk jaringan XXI, CGV, Cinepolis, hingga New Star Cinema, dengan total lebih dari 1.208 jadwal penayangan pada hari pertama.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap antusiasme luar biasa dari para penonton, jajaran pemain dan tim produksi akan mengadakan rangkaian kegiatan Cinema Visit selama empat hari berturut-turut, mulai 17 hingga 20 Juli 2025, di berbagai bioskop wilayah Jabodetabek. Para pemain seperti Michelle Ziudith, Arbani Yasiz, Tissa Biani, Miqdad Addausy, Ummi Quary, sang sutradara Hadrah Daeng Ratu, serta penulis novel Assalamualaikum Baitullah, Asma Nadia, akan hadir langsung untuk menyapa penonton dan mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang mengharukan.
Film ini tak hanya menggugah dari sisi cerita, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam melalui testimoni para penonton dan figur publik.
Atalia Praratya mengungkapkan, “Saya itu jarang menangis, tapi entah mengapa film ini membuat saya berurai air mata. Saya sangat merekomendasikan film ini, terutama untuk para perempuan di mana pun berada.”
Taskya Namya juga menyampaikan, “Aku meleleh banget. Banyak momen menyentuh yang mengingatkan kita bahwa kalau kita nggak menyerah, Insya Allah jalannya pasti ada.”
Aktris Aghniny Haque pun tak kuasa menahan emosi, “Film ini berhasil memporak-porandakan hati saya. Aku kasih nilai 10. Amira buatku adalah sosok perempuan yang sangat kuat dan menginspirasi. Aku banyak belajar dari dia. Kadang, yang kuat itu bukan yang melawan, tapi yang mampu melepaskan.”
Inara Rusli, yang juga telah menonton film ini, turut berbagi, “Dari awal saya berjanji tidak akan menangis, tapi di pertengahan cerita air mata mulai mengalir, terutama saat scene Amira flashback. Saya merasa, perjalanan hidup saya juga sudah sejauh itu. Hanya Allah yang bisa menguatkan langkah kita di tengah ujian. Dan saat melihat scene Baitullah, hati saya seperti terpanggil, ada kerinduan mendalam untuk kembali ke sana. Semoga ini menjadi petunjuk dari Allah.”
Sementara itu, sutradara senior Indonesia, Aditya Gumay, menyebut film ini sebagai: “Kebangkitan seorang perempuan dari keterpurukan. Sebuah film yang menghangatkan hati dan mengajarkan bahwa hidup harus terus berjalan, walau penuh rintangan.”
Pemeran utama Michelle Ziudith menekankan bahwa film ini memberi pelajaran tentang makna kesabaran dalam doa, “Di sini kita belajar bahwa ada doa-doa yang tidak langsung dikabulkan. Semuanya butuh proses, dan satu per satu akan dijawab oleh Allah.”
Sedangkan Arbani Yasiz menyampaikan, “Hidup itu pasti ada ujian. Semua orang mengalaminya, dan itu tandanya Allah sedang menunjukkan kasih sayang-Nya.” .***







