Laskar Prabowo 08 menggelar acara diskusi bertajuk “Harmoni dalam Keberagaman, Demi Indonesia Emas 2045” di Gedung The East Mega Kuningan Lantai 42, Jakarta Selatan, Kamis (20/2/2025).
Acara ini adalah merupakan rangkaian dari Peace Forum yang akan digelar pada 23-25 Februari mendatang, dimana Laskar Prabowo 08 merupakan salah satu penyelenggaranya.
Ketua Umum Laskar Prabowo 08, Devi Taurisa, menegaskan bahwa forum ini adalah wujud nyata komitmen organisasinya dalam mengawal program kerja Presiden Prabowo agar berjalan sesuai rencana.
“Kami berkomitmen mengawal Prabowo dan memastikan beliau dapat merealisasikan janjinya. Minimal, kami turut berkontribusi dalam menciptakan situasi yang kondusif demi kelancaran pembangunan nasional,” ujarnya.
Devi Taurisa, sosok visioner yang memimpin Laskar Prabowo 08, menekankan pentingnya perdamaian sebagai faktor utama dalam merealisasikan program pemerintah. Ia juga mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya telah mendukung Prabowo selama hampir dua dekade.
Devi juga dengan tegas menyatakan bahwa sosok Prabowo Subianto layak dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian. Baginya, Prabowo bukan sekadar pemimpin nasional, tetapi seorang tokoh dengan hati yang berorientasi pada rekonsiliasi dan stabilitas global.
Pernyataan ini mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk KH Dr. Eman Suryaman, S.E., M.M., Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Cirebon, yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Kebudayaan di Pengurus Pusat PBNU.
Dalam kesempatan yang sama, Lanny Bambang, selaku Dewan Penasehat Laskar Prabowo 08 sekaligus profesional di bidang perbankan dan properti, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung program kerja Prabowo, termasuk menanamkan nilai-nilai perdamaian dalam kerangka toleransi beragama.
Ia juga mengungkapkan bahwa Februari menjadi momen spesial bagi Laskar Prabowo 08 karena organisasi ini telah resmi memiliki akta notaris yang terdaftar di Kemenkumham, menandai langkah besar dalam legalitas dan keberlanjutan organisasi.
Dukungan terhadap visi Laskar Prabowo 08 juga datang dari Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Dr. Anggawira, M.M., M.H., yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi Mineral dan Batubara (ASPEBINDO). Menurutnya, dunia bisnis harus berjalan dalam suasana harmoni karena kesejahteraan masyarakat sangat bergantung pada stabilitas nasional.
“Tidak ada rakyat yang benar-benar bahagia jika negara dilanda konflik. Stabilitas hanya bisa tercapai jika kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Oleh sebab itu, kami sangat mendukung program makan siang gratis sebagai langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat,” paparnya.
Ia juga menyambut baik kehadiran Laskar Prabowo 08 dan menegaskan komitmennya untuk bersama-sama membuka lebih banyak lapangan kerja.
“Prabowo tidak bisa bekerja sendiri. Ia membutuhkan dukungan penuh agar program-programnya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Dukungan terhadap acara ini juga datang dari Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, yang menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya Peace Forum. Menurutnya, Kementerian Agama sangat mendukung acara ini karena sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga kerukunan antarumat beragama.
Gugun juga memaparkan rencana penerapan Kurikulum Cinta atau toleransi yang akan diterapkan di sekolah-sekolah. Selain itu, Menteri Agama juga tengah mendorong konsep ekoteologi yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.
Dalam momen istimewa di acara tersebut, Devi Taurisa sempat berbincang melalui Zoom dengan Wilfrida, seorang TKI di bawah umur yang pernah diselamatkan Prabowo dari hukuman mati. Momen ini menjadi pengingat akan komitmen Prabowo dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat kecil.
Acara semakin menarik dengan hadirnya pertunjukan seni dari pelukis dan dalang Ki Fatur. Dalam kesempatan itu, Ki Fatur mengundang Devi Taurisa untuk membuat goresan pertama di atas kanvas, yang kemudian diselesaikan dengan apik olehnya.
Melalui Peace Forum ini, Laskar Prabowo 08 membuktikan diri sebagai organisasi relawan yang tidak hanya berperan di tingkat nasional, tetapi juga memiliki visi besar untuk berkontribusi di kancah global. (David)







