MAJALAHREFORMASI.com – Nama Tuti Djayasupendi dikenal luas di kalangan pecinta kucing, baik di dalam negeri maupun mancanegara. Perempuan ini telah aktif di kalangan pencinta kucing sejak 2010, berawal sebagai cat lover sebelum kemudian menekuni cat show tingkat nasional hingga internasional, serta terlibat di industri pet.
Perjalanan panjang tersebut membawanya dipercaya sebagai International Cat Show Judge, sekaligus aktif dalam pengembangan komunitas pencinta kucing di Indonesia. Tuti tercatat terlibat di sejumlah organisasi, seperti Borneo Cat dan Nusantara Cat Squad, yang rutin menggelar ajang cat show dengan standar internasional.
“Awalnya tentu sebagai pecinta kucing. Dari situ mulai ikut cat show di Indonesia, berkembang ke internasional, sampai akhirnya saya masuk ke industri pet,” ujar Tuti saat ditemui di Bekasi.

Menjaga Standar Internasional dalam Cat Show
Sebagai juri internasional, Tuti menegaskan bahwa cat show tidak sekadar menilai keindahan fisik kucing. Penilaian dilakukan berdasarkan standar atau grade yang telah ditetapkan oleh masing-masing organisasi.
“Cat show itu seperti kontes kecantikan, tetapi dengan standar yang sangat detail. Untuk kucing ras, setiap ras punya syarat sendiri dan dinilai dari seberapa dekat dengan standar tersebut,” katanya.
Menurut Tuti, objektivitas juri menjadi kunci karena hasil penilaian berpengaruh terhadap kualitas breeding ke depan. Tantangan di Indonesia, lanjutnya, masih pada penyamaan pemahaman breeder dan pemilik kucing terhadap standar internasional yang berlaku.
Kelas Kucing Rumahan Ikut Diperhitungkan
Menariknya, cat show juga membuka ruang bagi kucing rumahan atau Household Pet (HHP). Kucing non-pedigree ini memiliki kelas tersendiri dan tetap dinilai berdasarkan kondisi fisik, kebersihan, serta karakter.
“Untuk kucing rumahan juga ada kelasnya sendiri, biasanya dibagi menjadi bulu pendek dan bulu panjang. Mereka pun bisa mendapatkan title,” ujar Tuti.
Menurutnya, keberadaan kelas HHP menjadi sarana edukasi bahwa semua kucing, baik ras maupun rumahan, memiliki kesempatan yang sama selama dirawat dengan baik.

Komunitas Kucing Indonesia Kian Berkembang
Ke depannya, ajang cat show internasional ini akan menghadirkan para juri dari berbagai penjuru dunia, serta diikuti oleh banyak breeder dari berbagai negara.
Ia juga melihat meningkatnya minat pemilik kucing untuk belajar lebih dalam, tidak hanya soal lomba, tetapi juga perawatan, kesehatan, dan etika pengembangbiakan.
Harapan untuk Industri Pet Nasional
Selain aktif sebagai juri dan penggerak komunitas, Tuti juga terlibat di industri pet melalui produk suplemen kucing Nutrilick dari Furvi Pet Indonesia. Produk ini lahir dari kebutuhan breeder akan suplemen yang mudah diberikan dan disukai kucing.
“Banyak kucing tidak suka suplemen berbentuk tablet atau bubuk. Dari situ kami mencoba menghadirkan produk yang nutrisinya lengkap dan praktis,” jelasnya.
Tuti menilai industri pet di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan, termasuk sebagai salah satu sektor yang mampu bertahan saat pandemi. Ia berharap ke depan Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat kualitas di dunia perkucingan.y.
“Harapannya, Indonesia bisa semakin diakui, dengan breeder, juri, dan ekosistem yang berkualitas,” pungkas Tuti. (*)











