MBG dan KERACUNAN dan SABOTASE

Oleh: Dra. Alida Handau Lampe Guyer, MSi

MAJALAHREFORMASI.com – Kasus keracunan massal yang melanda Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara serempak di berbagai tempat di seluruh NUSANTARA menimbulkan guncangan, TANGIS, rasa SEDIH dan PILU, disertai rasa PRIHATIN yang sangat MENDALAM.

TANDA TANYA berkecamuk di DADA dan KEPALA. Apakah yang sebenarnya TERJADI?

BGN dituntut untuk BERTANGGUNG JAWAB penuh dengan menjelaskan secara TERBUKA kepada masyarakat LUAS.

Apakah KERACUNAN MASSAL tersebut semata-mata KELALAIAN atau pelaksanaan yang tidak memenuhi standar, atau ada unsur KESENGAJAAN dan SABOTASE untuk menggagalkan program ANDALAN Presiden Prabowo tersebut?

Anak-anak tidak mampu yang TIDAK berdosa, generasi penerus bangsa, menjadi KORBAN.

Awal MBG diberlakukan, begitu banyak cerita tawa BAHAGIA dan kisah MENGHARUKAN menyambut MBG dengan penuh rasa syukur dan TERIMA KASIH kepada Presiden Prabowo.

Direktur Literatur Institut, Asran Siara, mengindikasikan bahwa ada dapur yang SENGAJA melanggar Standar Operasional sehingga patut dicurigai sebagai upaya SABOTASE untuk menggagalkan program MBG kesayangan Presiden Prabowo ini.

Ia menyarankan EVALUASI secara menyeluruh terhadap DAPUR penyedia makanan, serta menekankan pentingnya TRANSPARANSI dan PARTISIPASI aktif masyarakat luas dalam mengawasi program ini.

Ada beberapa hal yang menimbulkan kecurigaan terjadi SABOTASE, karena kasus keracunan massal muncul di beberapa daerah secara SIMULTAN dan BERULANG.

Pola kejadian ANEH dan tidak biasa pada kasus keracunan MBG ini terdeteksi di sejumlah daerah secara bersamaan, sehingga menimbulkan pertanyaan apakah ini MURNI kesalahan TEKNIS atau ada AGENDA lain yang lebih luas dengan maksud dan tujuan TERTENTU.

BGN dan semua pihak, termasuk PENYEDIA makanan MBG, SEKOLAH, dan APARAT NEGARA, harus bekerja sama untuk memastikan anak-anak tidak menjadi korban, baik akibat KELALAIAN maupun INTRIK POLITIK.

Motif SABOTASE dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memang patut DICURIGAI, karena mungkin ada beberapa motif di balik kejadian keracunan tersebut. Salah satunya adalah upaya untuk menghambat kemajuan program MBG dengan tujuan MERUSAK reputasi pemerintah.

SABOTASE juga dapat digunakan oleh kelompok tertentu yang tidak suka dengan pemerintahan Presiden Prabowo sebagai alat POLITIK untuk menyerang kebijakan pemerintah dan menciptakan KETIDAKSTABILAN POLITIK.

Mungkin juga ada pihak-pihak yang tidak puas dengan kebijakan program MBG melakukan SABOTASE sebagai bentuk PROTES dan ketidaksetujuan mereka.

Presiden harus turun tangan dengan CEPAT membentuk TIM INVESTIGASI yang TANGGUH dan KREDIBEL dengan melibatkan semua PAKAR terkait, untuk mengetahui motif sebenarnya di balik DUGAAN sabotase program MBG dan MENELITI apa yang sesungguhnya TERJADI.

Jangan sampai ada lagi KORBAN anak-anak TIDAK berdosa, generasi penerus bangsa, menjadi TUMBAL KELALAIAN maupun INTRIK POLITIK manusia JAHAT dan RUSAK AKAL BUDI yang INGIN merusak dan TIDAK ingin NKRI ini MAJU di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo yang sangat MENCINTAI RAKYAT dan sangat DICINTAI oleh RAKYAT. (*)