Oleh: Dra. Alida Handau Lampe Guyer, MSi
MAJALAHREFORMASI.com – Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada tgl 3 januari 2026 oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sangat mengejutkan DUNIA.
Tindakan ini merupakan pelanggaran SERIUS terhadap KEDAULATAN negara serta HUKUM Internasional.
Bukan sekadar ESKALASI geopolitik, tetapi PRESEDEN berbahaya yang MENGANCAM tatanan DUNIA.
Tanpa MANDAT Dewan Keamanan PBB, tidak ada dasar HUKUM Internasional yang dapat membenarkan penangkapan PAKSA terhadap kepala negara BERDAULAT yang sedang MENJABAT, dengan alasan apa pun juga.
Hal ini adalah tindakan BRUTAL UNILATERALISME koersif yang mengoyak prinsip KEDAULATAN negara, berupa PEMAKSAAN dan DOMINASI negara KUAT atas negara lain yang lebih LEMAH.
Indonesia tidak boleh BUNGKAM, harus berteriak dan bersuara KERAS serta TEGAS mengecam PELANGGARAN tersebut.Tidak hanya bersuara NORMATIF yang menjadikan politik BEBAS AKTIF sekadar NETRALITAS PASIF.
Ini ujian LANGSUNG terhadap UUD 1945 dan POLITIK luar negeri BEBAS AKTIF yang kita ANUT.
Pembukaan UUD 45 menegaskan bahwa KEMERDEKAAN adalah HAK segala BANGSA, dan PENJAJAHAN dalam bentuk apa pun harus DIHAPUSKAN.
Politik BEBAS AKTIF tidak boleh DIREDUKSI menjadi sikap AMAN dan AMBIGU.
“BEBAS” berarti TIDAK TUNDUK pada TEKANAN dan KEKUATAN besar manapun.
“AKTIF” berarti BERANI bersuara ketika PRINSIP dilanggar.
Jika hari ini KEPALA NEGARA lain bisa ditangkap seENAKnya, maka tidak MUSTAHIL kebijakan ekonomi, energi, atau politik yang tidak sejalan dengan ADIDAYA dapat berujung pada KRIMINALISASI dan INTERVENSI.
INDONESIA lahir dari semangat melawan DOMINASI dan PENJAJAHAN.
Tercatat tinta emas, MEMIMPIN semangat BANDUNG 1955.
Penangkapan Maduro adalah ANTITESIS dari SEMANGAT Bandung (Konferensi Asia Afrika 1955).
Keadilan Internasional tidak lahir dari KEKUATAN, tetapi dari KEBERANIAN menolak KETIDAK ADILAN.
Kita harus TEGAS mengecam KERAS bahwa:
PENANGKAPAN Nicholas Maduro tanpa MANDAT PBB adalah pelanggaran serius Hukum Internasional.
Melanggar KEDAULATAN, merupakan AGRESI terselubung dan bentuk nyata NEO-IMPERIALISME. (*)








