Logo Rabu, 1 Desember 2021
images

MAJALAHREFORMASI.com  - Sudah hampir dua tahun pandemi Covid-19 melanda negara ini, imbas dari wabah ini juga berdampak ke berbagai sektor. Namun, ada beberapa hikmat dari pandemi covid-19 yang bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua, bahwa semua yang terjadi di dunia ini adalah atas seijin Tuhan. Peristiwa ini juga menjadi peringatan buat seluruh umat ciptaan Tuhan yang selama ini sudah jauh dariNya dan yang tidak lagi menghormati , menyembah serta mengakui Tuhan sebagai sumber kehidupan manusia.

Demikian dikatakan hamba Tuhan dan juga politikus partai Hanura, Pendeta Tetty Pinangkaan atau yang akrab disapa Tetty ini saat ditemui wartawan baru-baru ini.

Dalam menghadapi masa sulit ini, Tetty mengajak agar semua orang tidak malu untuk bekerja apa saja yang dapat mendatangkan penghasilan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari serta bijak mengelolanya . "Saya percaya Tuhan menolong dan menjaga orang-orang yang mau menghormati atau takut akan Dia dan hidupnya berkenan dihadapan Tuhan, jadi kita tidak perlu kwatir," tutur Tetty.

Dalam kesempatan itu ia juga menyatakan keprihatinannya masih adanya oknum-oknum yang menggunakan kesempatan  di dalam kesempitan. Salah satunya dengan manipulasi data orang yang terinfeksi  Covid-19. Tetty menuding kasus ini hampir  terjadi di seluruh wilayah Indonesia. "Kalau toh ada yang murni hanya dapat dihitung dengan jari," jelasnya.

Tetty memberi contoh adanya kasus pasien yang meninggal namun bukan karena terinfeksi Covid-19 kemudian di mintakan tanda tangan keluarga untuk di masukkan dalam prosedur pengajuan Covid-19.

"Anda dapat kalkulasi sendiri bila cara itu telah dilakukan pada ribuan pasien yang akhirnya meninggal," bebernya.

Tetty menyayangkan pemerintah tidak pernah serius untuk mengaudit secara menyeluruh dan transparan apakah sudah sesuai standart, regulasi dan prakteknya karena sebetulnya ada banyak keluhan dari masyarakat yang menjadi objek manipulasi terkait penanganan covid-19 selama hampir 2 tahun.

Dijelaskan Tetty, seharusnya bila pengawasan berjalan baik, anggaran penanganan covid yang tidak sesuai dapat digunakan untuk menopang masyarakat yang terkena dampak covid secara langsung, misalnya bagi pekerja yang di PHK sehingga mereka mendapat jalan keluar untuk sementara. (David).