Logo Rabu, 6 Juli 2022
images

Penulis adalah Putri Simorangkir, Ketua Umum Dantara (Damai Nusantaraku) dan Pengurus Baskara ( Barisan Anti Kekerasan)

MAJALAHREFORMASI.com - Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K) merupakan mantan Mentri kesehatan RI dan Direktur Rumah Sakit Angkatan Bersenjata Gatot Subroto (RSPAD). Ia lahir pada 15 Agustus 1964 di Sitisewu, sebuah kawasan di provinsi Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY).

Pria asal Jogjakarta ini merupakan Lulusan dari Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada (UGM), dan pada usia 26 tahun dia sudah mengabdi sebagai dokter di Angkatan Darat. Memperdalam ilmu kedokteran dengan mengambil spesialis radiologi di Universitas Erlangga Surabaya.

Kemudian karena dia melihat ilmu radiologi di Indonesia belum mengalami banyak mengalami suatu perkembangan secara signifikan, Terawan melanjutkan lagi ilmunya ke bidang radiologi intervensi lulus diusia 40 Tahun.

Tidak merasa cukup dengan ilmu dibidang radiologi intervensi tersebut serta didorong oleh jiwa pelayanan kepada masyarakat,  Terawan melalui ilmu pengetahuan dimilikinya tersebut  membuat  penemuan yang disebut sebagai “brain flushing atau cuci otak” untuk membantu percepatan kesembuhan pasien stroke.

Selanjutnya demi menunjang pelayanannya , ia menempuh program doktor di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Hasil penemuan luar biasa itu juga dituangkannya kedalam disertasi doktoralnya di Universitas Hasanuddin Makassar . Disertasi yang bertajuk “Efek intra arterial Heparn flushing terhadap Regional Celebral Blood flow, Motor Evoked Potensials , dan fungsi Motorik pada pasien dengan Stroke Iskemik Kronis."

Dalam pengalamannya, pasien stroke yang ditangani beliau dapat sembuh 4 hingga 5 jam sesudah operasi . Metode pengobatan tersebut juga sudah diterapkan di Jerman dengan nama paten Terawan Theory.

Bukan hanya itu Terawan juga yang mencetuskan munculnya vaksin Nusantara sebuah vaksin alternatif agar aman digunakan bagi pasien yang menderita komorbid. Namun vaksin ini juga sempat menjadi polemik di masyarakat walaupun beberapa tokoh penting sudah secara terang-terangan menggunakannya sebut saja, seperti: mantan panglima TNI Hadi Tjahjanto, Dahlan Iskan, Kepala Staf Kepresiden Moeldoko, hingga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Penghargaan demi penghargaan diperoleh dari berbagai tempat oleh karena pengabdiannya yang tulus sebagai dokter.

Diantaranya penghargaan Hendropriyono Strategic Consulting ( HSC), serta dua rekor Muri sekaligus sebagai penemu terapi cuci otak dan penerapan program Digital Substraction Angiogram (DSA) terbanyak.

Demikian pula Terawan dipercaya serta dihargai oleh kumpulan Kedokteran militer dunia yang membawahi 144 negara . Satu-satunya dokter meliter yang menjadi menteri kesehatan sejak Mayor Jenderal TNI (Purn.) dr. Suwardjono Surjaningrat di tahun 1978-1988.

Itulah sekelumit latar belakang Terawan serta rekam jejak study serta penemuannya yang jenius . Keberhasilannya sejak lama mengundang kontroversi didunia Kedokteran. 

Banyak sekali orang-orang yang tertolong dari hasil karya Terawan, mulai dari Pembesar serta tokoh penting lainnya hingga masyarakat biasa telah banyak tertolong melalui tangan dingin dr Terawan.

Betapa mengejutkan ketika Majelis Kehormatan Etik Kedokteran menyatakan memecat Terawan yang adalah mantan Mentri Kesehatan Republik Indonesia dari keanggataan IDI ( Ikatan Dokter Indonesia ) secara permanen.

Oleh karena itu sebagai masyarakat yang menyaksikan karya Terawan serta dampak pegobatan Ingin mempertanyakan apa dan siapakah IDI itu?

Lembaga resmi Pemerintah kah? Maka bisa memecat sesama dokter? Mohon agar dokter yang memecat diusut serta dipermasalahkan.

Sebagai orang luar, terus terang kami tidak memahami apa yang sedang bergejolak dalam lingkungan IDI , tetapi Prof. Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad(K)  tidak patut diperlakukan seperti itu oleh mereka yang menunjukkan prestasi pun tidak . Jangan sampai pemecatan ini menunjukkan sisi negatif dari para dokter yang lain.

Dokter itu merupakan profesi mulia , tunjukkan sikap mulia itu kepada sesama dokter. Negara seharusnya menghargai Terawan sebagai ilmuwan yang sangat kreatif dibidang kedokteran dalam berbagai penemuan-penemuan baru serta bermanfaat secara luas.

Tidak banyak tokoh hebat seperti dia . Prabowo Soebianto pernah mengatakan dalam suatu kesempatan bahwa sosok dr Terawan adalah aset bangsa.

Memang para ahli yang genius didunia pada awalnya mendapat tantangan tatkala menemukan sesuatu yang baru. dr. Terawan majulah terus dalam dedikasi serta pelayanan kepada kemanusiaan.

Kelak pada suatu hari nama bapak pasti tertulis dalam sejarah kedokteran dengan tinta emas. (*)