Logo Rabu, 1 Desember 2021
images

MAJALAHREFORMASI.com - Tanoto Foundation menggelar seminar daring bertajuk “Komitmen Bersama Mewujudkan Indonesia Emas 2045”. Acara ini dilaksanakan bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS), UNICEF, dan Sekretariat Nasional SDGs/ BAPPENAS. Hadir sebagai pembicara adalah Eddy Henry, Head of ECED Tanoto Foundation; Ahmad Avenzora, Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat, BPS; Nina Sardjunani, Koordinator Tim Ahli Sekretariat SDGs/ BAPPENAS; Nugroho Warman, Education Specialist dan Bheta Arsyad, Social Policy (Statistics) Specialist, UNICEF; beserta Asmara Wreksono, anggota Technical Advisory Group Tanoto Foundation dan Perwakilan Orang Tua.

Indonesia diprediksi akan menjadi negara berpenghasilan tinggi dan kekuatan ekonomi dunia pada 100 tahun kemerdekaannya di tahun 2045. Data Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi Indonesia akan memiliki 318,9 juta penduduk. BPS pada 2018 menyebutkan jumlah penduduk tersebut didominasi oleh angkatan usia produktif (15-64) mencapai 70%, sementara usia non-produktif sekitar 30%. Dari prediksi angka tersebut, Indonesia akan mengalami bonus demografi yang menunjukkan tren positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi diantaranya kesenjangan sosial, ketimpangan ekonomi, dan belum optimalnya kualitas sumber daya manusia Indonesia menjadi sejumlah persoalan yang perlu kita atasi. Upaya mengatasi persoalan dan menjawab tantangan di atas dilakukan pemerintah melalui pelaksanaan agenda pembangunan berkelanjutan dalam kerangka Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu komitmen pemerintah dalam bidang pembangunan manusia adalah
dengan dicanangkannya program nasional Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD-HI). Komitmen tersebut selaras dengan indikator SDG 4.2.1.
Perpres No. 60 Tahun 2013 tentang PAUD-HI mengamanatkan agar semua pihak, lintas
kementerian/ lembaga, dan kalangan non-pemerintah bekerja sama untuk memenuhi
kebutuhan esensial anak usia dini dalam hal pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, dan perlindungan serta kesejahteraan sosial, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Oleh karena itu, melalui program Pengembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini (Early Childhood Education and Development/ECED), Tanoto Foundation secara aktif dan kolaboratif mendukung upaya pemerintah dalam pencapaian SDGs dan mendorong pembangunan SDM Indonesia yang berkualitas. Pada tahun 2020, Tanoto Foundation mendukung BPS dan UNICEF guna melakukan analisis data ECDI2030 (Early Childhood Development Index 2030) yang merupakan alat ukur berstandar global yang komprehensif untuk merekam pencapaian dari pertumbuhan kunci anak pada usia 24-59 bulan.

Bheta Arsyad, Social Policy (Statistics) Specialist UNICEF menambahkan, Webinar ini bertujuan untuk mensosialisasikan ECDI2030 kepada para pemangku kepentingan terkait, baik dari lembaga pemerintah, swasta, masyarakat sipil maupun masyarakat pada umumnya dan khususnya para orang tua, sebagai ukuran yang berstandar global, untuk memonitor kemajuan perkembangan anak usia dini. Ini menjadi sangat penting bagi kita untuk menciptakan generasi mendatang yang tangguh, berkualitas, sehat dan berpendidikan tinggi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Nugroho Warman, Education Specialist UNICEF menyampaikan, webinar ini sangat penting untuk memahami mengapa kita perlu mengadaptasi instrumen global ECDI2030 dan apa kepentingannya untuk anak-anak usia dini di Indonesia. Saya apresiasi Badan Pusat Statistik Indonesia yang merencanakan implementasi instrumen ini secara regular melalui Susenas mulai tahun 2022 nanti. (Red)