Logo Kamis, 26 November 2020
images

Dating Palembangan, Tokoh Pemuda dan Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Periode 2007-2011

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com- Pada tanggal 28 Oktober 1928 adalah merupakan sejarah dari kaum muda yang sangat spektakuler dimana dengan rasa nasionalisme yang sangat tinggi saat itu mereka mendeklarasikan dan mengikat dirinya dengan apa yang disebut sumpah pemuda yang berisi satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia.

Hal ini juga yang menjadi cikal bakal lahirnya proklamasi dan terbentuknya negara Indonesia.

Lantas yang menjadi pertanyaan, bagaimana seharusnya peran pemuda saat ini? Dating Palembangan SE, MM, tokoh pemuda dan juga mantan Ketua Umum DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Periode 2007-2011, saat ditemui di salah satu restoran khas batak di bilangan Kemayoran Jakarta Pusat, Selasa (20/10) mengatakan, kaum muda saat ini lebih inovatif dan ingin memajukan diri secara personal atau mandiri dari segi ekonomi tetapi enggan bergabung dalam suatu wadah organisasi.

Dating Palembangan menuturkan penilaiannya bahwa tidak ada salahnya bersikap demikian karena tuntutan dan kebutuhan seiring kemajuan zaman akan semakin meningkat, tetapi ia memberi warning bahwa jika sikap demikian dibiarkan terus menerus maka nilai-nilai kebersamaan akan terkikis dan akhirnya hanya menjadi sebuah slogan saja.

"Jika nilai kesehjateraan dan kemakmuran semata yang menjadi patokan maka nilai rupiah akan menjadi prioritas sehingga tidak mau peduli dengan sekitarnya," beber mantan Pengurus DPP Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) tersebut.

Bagi Dating, sebenarnya banyak keuntungan yang bisa di dapatkan jika tergabung dalam suatu organisasi disitu akan terjadi proses pendewasaan karena terbiasa menahan diri dan bekerja-sama, saling memahami, mendapat komunitas baru bahkan ada nilai luhur lainnya, yakni: menghormati seniornya.

Untuk itu, imbuhnya, peran orang tua sangat penting, mereka dapat mulai mendorong anak-anaknya bergabung dalam suatu komunitas di kampusnya. Gereja juga menurutnya, sudah waktunya berperan dengan menyediakan fasilitas atau wadah bagi anggota jemaaatnya yang masih muda.

Dalam kesempatan itu Dating juga menyatakan keprihatinannya atas nasib sebuah organisasi kepemudaan besar, KNPI. Saat ini yang terjadi dualisme pengurus di dalam tubuh organisasi tersebut.

"Saya sebagai bagian dari pelaku organisasi kepemudaan sangat prihatin atas hal ini, semoga ini adalah sebuah dinamika saja dan organisasi ini bersatu kembali sehingga bisa mencetak kader-kader baru yang berkwalitas," katanya sambil berharap terjadi penyatuan kembali di tubuh KNPI tersebut.

Diakhir wawancaranya, Dating kembali berpesan bahwa membangun diri itu adalah mutlak bagi semua orang termasuk pemuda tetapi ketika berada dalam lingkungan majemuk seperti Indonesia, tidak bisa lepas dari bagaimana membangun kebersaman.

"Disamping tetap berinovasi, berprestasi dan menghasilkan karya-karya jangan lupa, tetap menjalin nilai kebersamaan, dialog dan silaturami antar satu komunitas dengan lainnya sehingga terjadi interaksi positif," ujarnya. (David)