Logo Minggu, 2 Oktober 2022
images

Kitting Lee

SERPONG, MAJALAHREFORMASI.com- Bagi anda penggemar musik disco di era tahun 80 hingga 90an nama Disc Jockey (DJ) ini tentu tidak asing lagi, ia kerap bermain di berbagai discotik dan club  yang ternama baik di Jakarta dan di banyak daerah. Sosok pria yang bernama Kitting Lee ini juga pernah meraih juara ke-3 festival DJ se- Indonesia tahun 1990.

Kitting demikian teman-temannya memanggilnya bercerita awal mulainya berprofesi sebagai DJ  disamping karena menyukai musik juga karena ia suka tampil dan menjadi pusat perhatian orang.

"Saya adalah anak paling kecil dari 5 bersaudara dan dengan jarak yang terpaut jauh sehingga saya kurang mendapat perhatian karena saya anak paling kecil," katanya saat ditemui di salah satu mal di daerah Serpong, Rabu (28/10) Siang.

Profesi ini, dianggapnya saat itu bisa menutupi kekosongan yang selama ini dicarinya yaitu merasa dibutuhkan, disayangi dan sanggup mencuri perhatian orang.

"Apalagi saat DJ mengucapkan salam dan selamat datang itu langsung disambut riuh tamu yang hadir bahkan tak jarang mereka meminta nomer telepon atau pager saat itu dan saya sangat senang dan menikmati itu," papar pria yang memiliki postur tubuh tinggi ini.

Namun pria yang pernah diundang untuk bermain DJ di sebuah private party keluarga di Brunai Darussalam ini memiliki cerita dimana ia pernah larut dalam kehidupan yang jauh dari Tuhan.

"Saya pernah juga tergelincir dan telah melakukan berbagai dosa yang awalnya perubahan itu tidak saya sadari karena iblis pola kerjanya tidak secara langsung, perlahan-lahan," sesalnya saat di wawancarai.

Namun semua mulai berubah saat ia mengikuti sebuah seminar hidup baru oleh ajakan seorang teman. Yang membuatnya mulai tersadar adalah ketika materi seminar itu berbicara tentang tubuh manusia adalah bait Allah.

Bagaimana mungkin tubuh ini rumah Tuhan kalau tidak menjaga kekudusan? Akhirnya berangkat dari titik itu ia mulai tinggalkan kebiasaan merokok, obat-obatan dan dosa lainnya.

Bukan itu saja dalam sesi seminar itu juga diajarkan mengenai pengampunan. Hal itu membuatnya mulai melepas pengampunan kepada kedua orang tuanya yang menurutnya saat itu tidak berlaku adil karena lebih condong kepada saudaranya.

"Awalnya saya tidak menyadari namun ternyata ketika kita mulai memaafkan, kita tidak memberi ruang bagi si jahat berdiam di dalam diri dan mencuri semua kebenaran firman Tuhan," terangnya.

Kitting juga berharap khususnya kepada generasi muda agar belajar dari pengalaman hidupnya jika menghadapi tantangan mulailah mencari wajah Tuhan bukan mencari pelarian.

"Profesi DJ yang saat itu saya harapkan dapat mengisi kekosongan dalam diri saya ternyata semua semu masih ada rongga kekosongan dalam diri saya saat itu. Namun ketika saya putuskan kembali ke Tuhan ternyata saya mendapatkan kepenuhan dalam kekosongan yang saya cari bahkan ada damai sejahtera dan sukacita," imbuhnya.

Saat ini Kitting hidup bahagia bersama keluarga kecilnya di daerah Serpong, Tangerang dan bekerja di sebuah radio swasta yang cukup terkenal serta mengelola sebuah entertaint management miliknya. (David)