Logo Minggu, 22 Mei 2022
images

Ketua Umum Sekber Jokowi Nusantara, Bayutami Sammy Amalia

MAJALAHREFORMASI.com - Ketua Umum Sekber Jokowi Nusantara, Bayutami Sammy Amalia merasa prihatin masih terjadinya masalah-masalah intoleransi, ekstremisme, radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Menurut dia, ini sangat memprihatinkan, pasalnya sekali saja terjadi konflik horizontal akibat intoleransi itu maka sudah tentu sulit untuk memulihkannya

"Sebenarnya sesuai dengan amanat UU NO 5/1974 kita sudah punya strategi-strategi untuk mencegah kasus intoleran dan radikalisme ini terjadi kembali," ujarnya saat ditemui wartawan di kantornya di bilangan Tebet, Jakarta (5/01/22) sore.

Strategi pertama, dengan kesiapsiagaan, yaitu mencegah individu atau kelompok yang belum terpapar paham radikal agar tidak terpapar dan imun dari pengaruh radikalisasi.

Kedua, melalui strategi kontra radikalisasi, yaitu mencegah individu atau kelompok yang sudah terpapar paham radikal dalam kadar yang masih rendah dan menengah agar dapat sembuh kembali.

Lalu ketiga kata dia, melalui jalan deradikalisasi, yaitu mencegah individu atau kelompok yang sudah terpapar pada kadar yang sudah tinggi agar tidak melakukan aksi terorisme, terkurangi kadarnya, dan atau sembuh kembali dari paham radikal.

"Tiga langkah tadi menjadi benih yang terbaik mengatasi radikalisme ektrimisme serta terorisme yang sudah tampak nyata dimana tiba-tiba bom meledak dan gerakan destruktif lainnya di tanah air," tutur dia.

Upaya pencegahan lain, menurutnya adalah penanganan bagian hulu, yakni moderasi beragama di sekolah. Istilah baru "moderasi beragama" ini tidak terlepas dari konteks maraknya radikalisme.

Bayutami berharap agar seluruh lapisan masyarakat menjaga toleransi karena kerukunan antar umat beragama itu sangat penting sekali. "Kita sudah melihat beberapa peristiwa corong masa lalu yang pernah terjadi, sehingga katalisator kerukunan umat beragama menjadi corong yang terbaik untuk merah putih NKRI tetap bersatu.

Saya mengajak para pemuka agama, politikus, anggota pergerakan dan para aktifis dimanapun berada menjadi sama-sama menjadi katalisator kerukunan guna mempertahankan NKRI." (David)