Logo Rabu, 1 Desember 2021
images

Ketua Umum GAMKI Willem Wandik saat memberikan sambutan dalam acara dies natalis ke-59

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com- Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia atau GAMKI merayakan dies natalies yang ke- 59 dan perayaan hari raya Paskah, pada Jumat (31/04/21) Siang di hotel Royal Kuningan Jakarta. Acara ini digelar dengan melakukan protokol kesehatan yang sangat ketat dan dimulai dengan kegiatan ibadah yang pimpin oleh Ps. Joshua Tumakaka yang mengambil tema dari Yeremia 29:7.

Menurutnya dengan meneladani kehidupan Yesus maka dapat memberikan dampak bagi orang lain. "Kita tidak bisa memberkati jika kekurangan, dan tidak bisa memberi damai sejahtera jika kita sendiri mengalami kepahitan," terang Joshua.

Dalam acara ini Willem Wandik selaku ketua umum GAMKI memberikan dua topik yang berbeda dalam sambutannya pertama perihal paskah dan dies natalis GAMKI.

Pada perayaan Paskah sendiri, ia mangangkat tema 'Kebangkitan atas kematian, menjadi pribadi yang percaya dan peduli'. Hari raya Paskah adalah bukan sekedar peristiwa biasa saja melainkan peristiwa agung.

"Kematian menjadi pemutus kehidupan dan kejayaan raja-raja dunia bahkan kehebatan bangsa penakluk dunia akan berakhir dengan kematian. Namun berbeda dengan Yesus kematianNya justru adalah merupakan jalan untuk penebusan dosa dan disempurnakan dengan kuasa kebangkitannya," ujarnya.

Ia juga mengarisbawahi agar setiap umat dapat meneladani kehidupan Yesus, seperti yang tertulis Markus 10:45 dalam yang mengatakan bahwa: ' Yesus datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banya orang'.

Ayat ini, ujarnya, adalah perintah bagi umat manusia agar hidup menjadi berkat dan tetap rendah hati.

Kemudian dalam sambutan terkait dies natalis GAMKI yang bertajuk 'Kebangkitan, keimanan dan perdamaian umat Kristus satu tubuh. Ia menjelaskan bahwa dies natalis adalah momentum yang tepat untuk merefleksikan kebangkitan umat Gereja dari sifat lama yang cenderung individu, cinta dunia dan memperkaya diri sendiri. Dan, pada akhirnya melebur dalam keyakinan bersama Tuhan untuk melukukn perubahan sosial budaya politik dalam konteks ketatatnegaraan melalui pengorganisasian kepentingan umat dalam wadah pergerakan GAMKI.

Saat ini, menurutnya, GAMKI diseluruh nusantara sedang menghadapi tantangan, meningkatnya aksi kekerasan terhadap umat gereja, berbagai peristiwa teror menyasar gereja yang dilakukan oleh kelompok intoleran dan menjadikan umat Kristen menjadi sasaran amarah yang membabibuta.

Sama halnya degan Papua sebagai tanah Injil yang diurapi dan dikuduskan oleh para Misionaris , begitu banyaknya pengorbanan para penginjil yang mengorbankan nyawanya. Demi tegaknya ajaran Kristus di wilayah suku-suku komunal di tanah Papua. "Sebagai umat Tuhan kita tidak boleh menutup mata dan menganggapp ini sebagai koflik di wilayah komunal namun ini adalah merupakan masalah yang dihadapi oleh umat Kristen diseluruh dunia," imbuhnya.

lebih lanjut, Willem juga menambahkan bahwa GAMKI adalah organisasi pergerakan umat yang visioner menatap masa depan dan selau berusaha mencari solusi untuk kebaikan umat serta rela menanggalkan kemewahan pribadi demi untuk mngabdi pada maksud mulia Tuhan.

"Jangan pernah melupakan Tuhan dalam setiap penyertaaan hidup dan pelayanan yang kita lakukan dalam setiap profesi manapun yang saat ini kita geluti."

"Selamat merayakan Paskah dan berdies natalis GAMKI ke- 59 bagi seluruh kader dan pengurus GAMKI di seluruh nusantara.'

Sementara itu Sekum GAMKI, Sahat Sinurat memaparkan program kerja DPP GAMKI serta pencapaian di bidang ketenagakerjaan, pendidikan dan olah raga serta lounching website GAMKI. Sahat juga berujar bahwa terdapat 3 fokus kerja DPP GAMKI yakni:

- Pembangunan di daerah tertingal seperti Mentawai dan Sumba.
- Persoalan di Papua, yang harus di dekati dengan pendekatan humanis. Saat ini  GAMKI sedang menyusun pendekatan tersebut salah satunya dengan memakai kearifan lokal.
- Fokus dengan organisasi kepemudaan lain untuk bersinergi dalam konteks keberagaman.

Dirjen Bimas Kristen Prof. Dr. Thomas Pentury, M.Si yang mewakili mentri Agama mengatakan permintaan maaaf dari Mentri agama yang tidak dapat hadir. Ia juga menyampaikan selamat merayakan Paskah dan Dies Natalis bagi Gamki.

Thomas berpesan agar GAMKI dapat mengambil peran, salah satunya dengan memakai konsep moderasi beragama. "Memahami konsep ini tidak mudah, seperti pendulum yang sejatinya berhenti di tengah," ujar Dirjen.

Layaknya posisi pendulum agar dapat berada ditengah maka harus ada dialog antar denominasi gereja. "Ini adalah tugas rumah GAMKI agar terjadi dialog karena jika tidak ada maka peradaban akan menjadi stagnasi. Ini harus dipikirkan," imbuhnya.

Brigjend (Pol) Umar Effendi, menjelaskan apresiasinya kepada panitia yang mengelar acaranya dengan protokol kesehatan. "Kita tahu saat ini pandemi belum berakhir bahkan ada beberapa negara yang mengalami gelombang ketiga penyebaran Covid-19 seperti di India. Terimakasih kepada GAMKI yang mengambil peran memutus mata rantai penyebaran Covid-19," kata dia.

Umar juga menjelaskan tema perayaan GAMKI kali ini yaitu:' Usahakanlah kesehjateraan dimanapun kamu berada dan doakanlah', dan sub tema: 'Meneguhkan nasionalisme dan ekumenisme dengan nilai-nilai Pancasila.' Tema ini, menurutnya, sangat relevan dengan kondisi pemahaman kebangsaan yang sudah mulai pudar.

Hal ini terbukti dari salah satu survey para pemuda di 181 Kabupaten dan Kota di 34 Provinsi dengan 12.056 responden ditemukan fakta bahwa 10% responden tidak mampu menghapal Pancasila. Dan, 67-78% tidak mengerti NKRI dan bhineka tunggal ika  bahkan 49% tidak menyakini Pancasila sebagai relevansi dari dasar negara. "Kita prihatin dan GAMKI perlu ikut campur dalam masalah seperti ini," tandasnya.

Ia juga menegaskan jika tidak mengerti pilar-pilar negeri ini bagaimana mereka dapat mencintai negeri ini. Kemerosotan kebangsaan tidak lepas dari pengaruh kemajuan tekhnologi dan permasalahan yang dihadapi pemuda saat ini, yaitu krisis iman, identitas, terjerat narkoba dan pengangguran.

Dalam menghadapi ini President menyelenggarakan program peningkatan kwalitas sumber daya manusia dalam rangka mewujudkan Indonesia maju mandiri dan berpribadian berlandaskan gotong royong.

 Menariknya acara ini juga ditandai pemberian donasi GAMKI peduli sejumlah Rp 50,000,000 yang akan disalurkan ke daerah yang membutuhkan.

Tampak hadir Ketum PGI Pdt Gomar Gultom, Ketua Pemuda Muhamadiyah, Duta besar Rusia Mr. Dimitri, Dirjen Bimas kristen, Ketua MPO dan pengurus GAMKI.serta dihadiri secara online oleh Ketua Umum PIKI, dan seluruh keluarga besar GAMKI diseluruh Nusantara. (DAVID)