Logo Minggu, 14 Juli 2024
images

MAJALAHREFORMASI.com - Hingga saat ini mantan Gubernur Jakarta Anies Baswedan belum memutuskan untuk maju kembali dalam Pilkada DKI mendatang namun beberapa dukungan kepadanya terus berdatangan.

Terkait hal itu, pengamat Sosial, Hukum dan Politik Reno Iskandarsyah, S.H, M.H mengatakan majunya Anies Baswedan nantinya dalam pertarungan Pilgub DKI akan memberikan dampak positif dan negatif bagi dirinya.

Sisi positifnya jika Anies konsisten akan mencalonkan diri sebagai Capres 2029 mendatang, reputasinya akan tetap terjaga melalui kinerjanya sebagai Gubernur DKI hingga saat itu.

Sedangkan dampak negatifnya, Anies turun tahta dari Capres ke Cagub, walaupun secara politik, geograrafis dan positioning posisi gubernur Jakarta memang dapat menjadi batu locatan untuk menjadi calon presiden.

"Jadi ini tinggal melihat bagaimana sisi positif dan negatif serta strategi dari Anies sendiri apabila memang targetnya menjadi capres di 2029 dan dirasa perlu untuk maju Pilgub untuk jalan kedua menuju presiden, silahkan," kata Alumni Universitas Padjajaran Bandung ini kepada wartawan belum lama ini di Jakarta.

Lebih lanjut, Reno menyarankan Anies untuk mengambil contoh Langkah Prabowo dengan menjadi bagian dari pemerintahan sebagai salah satu tiket di 2029 mendatang.

Menjadi kader pemerintah seperti Prabowo menjadi Menhan, pasti akan memberikan positioning yang kurang baik bagi pendukung Anies karena dianggap bergabung dengan Prabowo selaku rivalnya.

"Tetapi melihat kesuksesan Prabowo menjadi presiden terpilih dengan dia legowo menjadi anak buah rivalnya yakni Jokowi dan akhirnya berbuah manis dan menjadi president terpilih skenario seperti itu bisa juga dilakukan Anies," ujar politikus Nasdem ini.

Kendati demikian, keputusannya akhir ada pada Anies, silahkan memilih Strategi yang menguntungkan baginya, dua hal diatas bisa menjadi pertimbangan.

"Keputusan ada pada Anies. Silakan memilih strategi yang dianggapnya dapat menguntungkan baginya dalam menentukan posisinya saat ini. Dua hal tersebut diatas bisa dilakukan, atau beliau bisa lebih independen dan memiliki positioning yang lebih strategis apabila menjadi Gubernur di Jakarta. Demikian komentar saya," tutup Reno. (David)