Logo Kamis, 28 Januari 2021
images

Dr. John N. Palinggi, MM., MBA

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com- Tidak terasa saat ini kita sudah memasuki awal tahun baru di 2021. Apakah kita sudah siap dalam menyambut tahun baru dengan segala kesempatan dan tantangan yang ada di depan mata? Pengamat politik dan ekonomi Dr. John N. Palinggi, MM., MBA menuturkan bahwa sebelumnya menuju kesana terlebih dahulu selayaknya mau merenung, refleksi, dan intropeksi diri masing-masing selama tahun 2020: "Apakah telah melakukan firman Tuhan dengan berbalik dari setiap kejahatan atau tidak?"

Baginya, awal tahun ini adalah moment yang tepat seseorang untuk mengevaluasi diri, melihat perjalanan hidupnya sendiri dan kemudian mau melakukan perubahan menuju kebaikan.

"Jangan menjadi orang yang munafik, sering beribadah namun hidupnya selama ini tidak mencerminkan sebagai anak Tuhan," cetus Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini saat ditemui di kantornya di bilangan Menteng Jakarta Pusat, Senin (4/1) Pagi.

Sosok yang dikenal sangat dekat dengan kedua orang tuanya ini juga menuturkan, untuk memasuki tahun 2021 harus senantiasa banyak bersyukur kepada Tuhan atas segala yang diperoleh termasuk nafas kehidupan dan berkat yang diberikan.

"Tidak sedikit orang yang suka mengeluh tentang hidupnya termasuk mengeluh tentang ekonominya, kesehatan bahkan karena ekspektasi yang tidak sesuai dengan realita maka disinilah pentingnya sikap bersyukur karena setiap orang punya takaran berkat tersendiri," kata dia.

"Yang paling penting jangan malas harus kerja keras," sambungnya.

Saling Berbagi

John juga menyayangkan sikap sebahagian orang hanya mengandalkan doa namun tidak mau bekerja keras dalam hidupnya, bahkan gaya hidupnya yang tergolong pemalas.

"Saya jam 5 pagi sudah di kantor pulang malam, wajar jika saya mendapat banyak," ungkap pengusaha yang mengaku tidak punya hutang ini.

Disamping sikap bersyukur, ia juga menambahkan agar prilaku atau cara seseorang untuk bekerja dan menghasilkan itu harus benar, tidak boleh menipu apalagi mencuri. Karena siapa saja yangberbuat curang termasuk mencuri dipastikan gagal dalam hidupnya.

Lebih lanjut, ia kembali menegaskan bahwa orang yang bisa mengarungi tahun 2021 adalah orang yang kuat dan berpengharapan penuh.

Kuat disini artinya dia sangggup mengatasi segala tantangan yang ada di depannya dan berpengharapan teguh Tuhan pasti menolong.

"Tetapi ingat ya, jangan tunggu hujan baru membuat selokan atau parit, jangan tunggu hujan baru menabur benih, tabur terus benih nanti Tuhan akan datangkan hujan. Ada bagian Tuhan dan Bagian kita sebagai anak-anakNya. Jangan menjadi seorang pemalas," beber Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (Bisma) ini.

Saat ditanya bagaimana resep mempertahankan ritme semangat dalam pekerjaannya apalagi mengingat usianya sudah tidak muda lagi. John menuturkan adalah selalu menjaga hati karena dari situlah terpancar kehidupan.

"44 tahun saya bisnis tidak pernah cacat sedikitpun, saya bahkan tidak punya hutang sepeserpun, banyak orang numpuk hutang karena gaya hidupnya kurang terpuji."

"Saya bisa survive karena saya hargai karyawan saya, banyak orang hanya ingin berlagak tuan besar, dia makan daging tetapi karyawannya hanya diberi makanan seadanya, tidak boleh seperti itu, saya bahkan membangun rumah buat mereka ada yang diberi ongkos naik haji, mobil, kita tidak akan miskin jika memberi."

Bahkan, baru -baru ini pria yang berprofesi juga sebagai dewan analisis dan strategis sekaligus pengajar intelijen di Badan Intelijen Negara (BIN) ini bercerita, di villa miliknya ada sekitar 149 KK sengaja dikumpulkan untuk diberi tanda kasih berupa uang. Tidak akan berkekurangan atau menjadi miskin orang yang memberi. Justru yang miskin adalah orang yang kikir.

Hal ini juga menurutnya sesuai dengan konsep Tuhan bahwa memberi dahulu barulah  kemudian diberkati.

"Jangan harap diberi banyak oleh Tuhan kalau tidak pernah memberi, punya uang jangan pelit," tegasnya.

Seperti diketahui, John Palinggi adalah seorang Entrepreneur tanpa cacat. Bahkan dikenal semua pemimpin nomor satu di negri ini mulai dari Suharto hingga Jokowi. Saat ini ia juga aktif sebagai konsultan bisnis dan investasi dari luar negeri dalam ahli keamanan. Secara aktif membantu para investor China, Singapore dan Australia agar mereka merasa aman dan terlindungi berinvestasi di Indonesia.

Sejak tahun 2001 sudah memperoleh APEC Business Travel Card, yaitu bebas visa di 19 negara di Asia Pasifik. Travel Card ini diperoleh John Palinggi dalam pertemuan pengusaha dan pimpinan tertinggi pemerintahan para anggota kerja sama ekonomi di negara-negara Asia Pasifik. Masa berlakunya diperpanjang dari tanggal 10 September 2005 sampai 20 September 2020, dan diperpanjang lagi sampai 23 Januari 2025. (DAVID)