Logo Kamis, 26 November 2020
images

DR. John Palinggi, MBA

JAKARTA, MAJALAHREFORMASI.com - Dibalik kesuksesan seseorang pasti ada latar belakang yang bisa mendasari keberhasilannya itulah yang melandasi majalahreformasi menyambangi kantor sosok pengusaha handal, John Palinggi di salah satu perkantoran elit di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. 

Tak tanggung-tangung kiprahnya dalam dunia bisnis bukan hanya dalam negri saja tetapi mancanegara terbukti ia menerima penghargaan dari ASEAN Devolepment Citra Award 2004-2005 sebagai tokoh berprestasi tingkat ASEAN.

"Halo silahkan duduk, mau minum apa? Maaf saya terlambat tadi habis dari Istana President," sapanya hangat.

Terlihat foto dirinya terpampang dengan beberapa President mulai dari Suharto hingga Jokowi dalam ruangan pribadinya yang tergolong cukup luas.

Siang itu John bercerita, bagaimana ia bisa tetap eksis dan sukses selama puluhan tahun sebagai seorang Entrepreneur tanpa cacat dan tidak punya hutang. Bahkan dikenal semua pemimpin nomor satu di negri ini.

Kunci suksesnya, pertama, kata John adalah ia selalu menghormati pemimpinnya termasuk Presidentnya. Keyakinannya, sama seperti dalam alkitab adalah tidak ada seorang pemimipin yang tidak ditetapkan oleh Tuhan Yesus.

"Saya menghormati semua President saya dengan rasa hormat yang monoloyalitas. Mereka tidak lepas dari kesalahan tetapi bagi saya apapun kesalahan dia dan pandangan orang terhadapnya saya tidak terlalu peduli. Menurut saya itu adalah pribadinya dengan Tuhan, tidak mau mencampuri apa yang bukan kewenangan saya," Imbuh pria yang berdarah Toraja ini.

Itu, menurutnya adalah sebuah perintah dari Tuhan, kalau melanggar sama seperti pendosa. "Nah, seorang pendosa itu anda tahu tidak akan pernah punya masa depan karena ia melawan kehendak Tuhan," imbuhnya.

Kedua, minum air harus tahu sumbernya dan dipelihara agar tetap mengalir. Ia juga sangat prihatin melihat beberapa orang termasuk anak Tuhan malah cenderung mengotori sumbernya.  Padahal orang selama ini disudutkannya adalah sosok yang selama ini memberikannya berkat.

Ketiga, Ingin ikan kecil, harus umpannya kecil. Mau ikan besar, harus umpannya besar artinya jika ingin mendapat rejeki besar, harus bekerja keras. Bukan jadi pemalas. Banyak orang yang rajin berdoa kepada Tuhan, tetapi dia pemalas luar biasa, sehingga tiada hasil yang didapat. Kita harus selaras dengan tindakan kita.

"Kalau mau dapat ikan kecil ya silahkan hidup malas kalau saya selalu mendapat ikan besar karena rajin, setengah 6 pagi sudah dikantor baru pukul 11 pulang kantor," imbuh Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (ARDIN) ini sambil tersenyum.

John juga mengajak semua orang agar punya pemikiran yang besar agar mendapat hal yang besar pula dan jangan suka berpikiran kerdil apalagi menghina sesama manusia.

"Jangan berharap menjadi orang besar kalau suka menghina dan tidak punya rasa hormat terhadap sesama manusia. Selalu memelihara hati seperti ayat alkitab mengatakan peliharalah hatimu karena disitulah terpancar kehidupan," tutup Ketua Kerukunan Umat Beragama Indonesia (Bisma) ini dalam suatu perbicangan menjelang sore. (David Pasaribu)