Logo Minggu, 22 Mei 2022
images

Putri Simorangkir, Pemerhati Kemanusiaan dan Ketua Umum DANTARA (Damai Nusantaraku)

MAJALAHREFORMASI.com - Ketua Umum DANTARA (Damai Nusantaraku) dan juga salah seorang Pengurus Baskara (Barisan Masyarakat Anti Kekerasan) Putri Simorangkir menyayangkan adanya kasus persekusi ibadah Natal di Gereja Pentakosta Indonesia (GPI) Tulang Bawang, Lampung, dan yang terbaru di HKBP Batam. Masih maraknya kasus persekusi di rumah ibadah membuat sosok yang akrab dipangil Putri ini geram.

Putri meyakini bahwa persekusi yang dilakukan oleh kelompok intoleran ini sering terjadi karena lemahnya perlindungan negara dan seolah ada pembiaran. "Mana boleh suatu kelompok menindas kelompok lain apalagi ini di dalam suasana hari besar ibadah dan hari besar agama tersebut, sebagai orang Kristen saya tidak terima ini," tegasnya.

Dia juga menyoroti Peraturan Bersama Mentri (PBM) terkait pembangunan rumah ibadah yang sering menjadi sumber masalah di lapangan termasuk di Tulang Bawang, Lampung kemaren. Bahkan ia mendorong agar PBM dua mentri ini dicabut karena nyaris tidak ada fungsinya bahkan sering digunakan oleh kelompok intoleran untuk melakukan persekusi.

Seharusnya semua pihak berkaca kenapa banyak jemaat yang melakukan kebaktian di rumah-rumah bahkan di mall itu semua karena izin mendirikan rumah ibadah sangat sukar di negara ini. "Saya yakin kalau izin pendirian rumah ibadah gampang maka ibadah tidak lagi dirumah-rumah," imbuhnya.

Umat Gereja Berpolitik

Putri mengajak secara khusus kepada semua umat gereja agar tidak apatis menganggap diri minoritas. Menurutnya sikap seperti itu tidak perlu karena negara ini adalah milik bersama. Bahkan jika melihat sejarah saat menjelang berdirinya Republik Indonesia, dibentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang anggotanya terdiri dari beragam etnis dan agama.

Tak hanya itu, ia juga mengajak agar umat Kristen melek politik dan tidak alergi dengan politik guna menyelamatkan bangsa ini karena disinyalir adanya gerakan yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Maka sebagai anak bangsa kita semua ikut bertanggung jawab terhadap keutuhan NKRI.

Putri mencontohkan tokoh-tokoh alkitab yang melakukan politik demi tujuan yang baik seperti: ratu Ester, Daniel, Yusuf dan Debora. Mereka berpolitik untuk kemuliaan Nama Tuhan dan kepentingan bangsa bukan untuk kepentingan pribadi .

Putri juga berharap agar semua masyarakat bangga menjadi bangsa Indonesia. "Kita sebagai pemilik NKRI wajib mengawal negara ini dengan baik agar sesuai dengan impian para founding father dan para pahlawan yang sudah berjuang.

Jadilah orang baik apapun agamamu, yang takut akan Tuhan dan mengasihi sesama manusia." (David)