Logo Minggu, 2 Oktober 2022
images

Ps Mulyadi Sulaeman

MAJALAHREFORMASI.com - Presiden Jokowi baru-baru ini mengatakan bahwa keadaan dunia tidaklah mudah. Hal senada juga pernah di ungkapkan oleh Sekjen PBB, IMF dan Bank Dunia akan ada sekitar 60 negara di dunia yang akan ambruk ekonominya. Ancaman resesi global memang sudah mulai membayangi dunia.

Bahkan sebelumnya, negara adidaya Amerika merilis produk domestik bruto (PDB) nya mengalami minus selama dua kwartal berturut-turut, membuat negara ini secara tehnis masuk dalam resesi.

Menanggapi hal ini, Gembala Jemaat GSPDI House Of Filadelfia Bellezza Permata Hijau Jakarta Selatan, Ps Mulyadi Sulaeman menghimbau seluruh umat Tuhan untuk tidak perlu takut dan kwatir akan ancaman resesi global tersebut.

"Seperti yang dikatakan bapak Jokowi sesungguhnya kita sedang menghadapi krisis dunia yang saling mempengaruhi bangsa- bangsa lain juga dan bukan dalam negri saja," kata Ps Mulyadi kepada wartawan di Jakarta, (8/8/22) Senin.

Ps Mulyadi berpendapat bahwa hal yang semestinya dilakukan khususnya bagi umat Tuhan, pertama adalah: berdoa karena doa adalah jawaban dari segala sesuatu.

Dalam Surat Yakobus disebut kan bahwa doa orang benar itu besar kuasanya. 

Kedua doa dalam kesatuan itu yang di dengar oleh Tuhan karena Allah berjanji jika dua orang sepakat di bumi ini berdoa maka apa saja yang dia doakan akan dijawab oleh Nya.

Oleh sebab itu, ia mengajak semua umat Tuhan termasuk para hamba Tuhan mulai mendekatkan diri dalam satu kesatuan doa. "Doa bukan hanya bagi bangsa sendiri tetapi bangsa-bangsa lainnya juga, sebab masa sulit tersebut tidak dihadapi sendirian melainkan  berdampak global," ucap Ps Mulyadi.

Ps Mulyadi menambahkan jika Indonesia hingga saat ini dapat bertahan semua karena kemurahan Tuhan semata. Ia percaya hal itu tidak lepas dari doa-doa yang terus dikumandangkan oleh orang percaya selama ini, termasuk diantaranya adalah: Jaringan Doa Nasional (JDN), Jaringan Doa Pemuda (JDP), Jaringan Doa Wanita (JDW), Jaringan Doa Anak (JDA), dan menara doa sekota mereka terus berdoa dari zaman ke zaman tanpa kenal lelah.

Lebih lanjut, kata Ps Mulyadi, Indonesia juga pernah mengalami krisis-krisis sebelumnya. Indonesia sudah menghadapi berbagai Krisis sejak negara kita merdeka. Tetapi selama 77 tahun Indonesia selalu di bela Tuhan. 

Hamba Tuhan ini pun menghimbau umat kristiani agar dapat mengelola keuangannya dengan bijak mulai saat ini. "Pengeluaran yang tidak perlu lebih baik kita hindari. Tidak ada salahnya kita mempunyai cadangan dana menjelang keadaan sulit ini," tutur Ps Mulyadi.

Pada kesempatan itu, Ps Mulyadi juga kembali mengajak umat Tuhan untuk tidak perlu risau dan takut ancaman resesi global ini karena kasih karunia Tuhan Yesus tetap sama dahulu sekarang sampai selamanya.

"Mari kita bergandengan tangan menjelang hari kemerdekaan RI yang ke-77, Angka 7 selalu bicara kesempurnaan. Biarlah tahun ini kita melihat kesempurnaan kasih Tuhan bagi bangsa dan negara kita. Sehingga bangsa dan negara kita bisa menjadi berkat bagi bangsa-bangsa," terang Ps Mulyadi dalam wawancaranya sambil menutup . (David)