Logo Minggu, 2 Oktober 2022
images

MAJALAHREFORMASI.com - Aksi seorang wanita menabrak ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pematangsiantar, Sumatera Utara, menggunakan motor memicu beberapa respons dari masyarakat.

Salah satunya adalah Ketua Persatuan Perempuan Peduli Pancasila (P4), Diana Murni Payapo, ia menyayangkan terjadinya peristiwa ini di kota Pematang Siantar. 

Dia mengajak publik untuk tidak terburu-buru menghakimi pelaku karena kasusnya saat ini sedang diselidiki pihak kepolisian. 

"Saya mengajak masyarakat untuk tidak menghakimi wanita itu. Kita tidak mengetahui apa niat pelaku melakukan itu bisa saja dia memiliki gangguan jiwa, atau mencari sensasi saja," imbuh Diana kepada wartawan.

Tetapi Diana juga tidak menampik kemungkinan jika pelaku tersebut sudah terpapar idiologi radikalisme, karena dia mengaku sangat membenci Polisi.

Oleh sebab itu, ujar Diana, ia meminta kepolisian harus tegas melarang para penceramah dan pemuka agama yang berbau radikalisme terutama di pengajian dan masjid. "Kadang istri mengikuti apa kata suaminya kok, jika di masjid di doktrin radikalisme biasanya istri terpengaruh," bebernya.

Diana berharap agar kedepan pemerintah lebih serius dan meningkatkan perhatian terutama untuk penceramah-penceramah yang berbau radikalisme di setiap rumah-rumah ibadah. (David)